Terancam Turun Kelas Setara Bangladesh, Status Pasar Saham RI Ditentukan MSCI
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara atau trading halt pada Kamis (29/1/2026), setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam hingga menyentuh ambang batas penurunan harian sebesar 8 persen.()
19:44
29 Januari 2026

Terancam Turun Kelas Setara Bangladesh, Status Pasar Saham RI Ditentukan MSCI

– PT Bursa Efek Indonesia mengingatkan risiko penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi frontier market jika standar transparansi data Morgan Stanley Capital International atau MSCI tidak terpenuhi hingga Mei 2026.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, MSCI memberi tenggat waktu sampai Mei tahun ini untuk memastikan keterbukaan data kepemilikan saham emiten Indonesia sesuai standar global. Kegagalan memenuhi persyaratan tersebut berpotensi berujung pada penurunan klasifikasi pasar.

“Kalau data yang mereka harapkan itu tidak terpenuhi sampai dengan transparansi, itu ya mereka kan transparansi dipenuhi sampai dengan bulan Mei, mereka akan menurunkan peringkat kita dari emerging market menjadi frontier market,” ujar Iman saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: IHSG Rontok Disentil MSCI, OJK dan BEI Aktifkan Semua Rem di Pasar Modal

Penurunan status itu akan menggeser posisi Indonesia dari kelompok emerging market, yang saat ini sejajar dengan Malaysia, ke kelompok frontier market. Dalam klasifikasi MSCI, kelompok ini diisi negara dengan likuiditas pasar lebih terbatas dan basis investor institusional yang lebih sempit.

“Artinya, kita mungkin sejajar dengan Vietnam dan Filipina. Karena sekarang kan Indonesia di emerging market, sama dengan Malaysia,” kata Iman.

Iman menjelaskan, perhatian utama MSCI tertuju pada transparansi kepemilikan saham kecil atau pre-vote shares di bawah 5 persen. Selama ini, kategori tersebut dinilai masih bermasalah karena keterbukaan data belum optimal, identitas beneficial owner belum sepenuhnya jelas, serta perbedaan mekanisme pelaporan.

Meski demikian, Iman menilai sorotan MSCI menjadi momentum penting untuk perbaikan. BEI bersama otoritas terkait tengah menyiapkan langkah-langkah pemenuhan data agar standar transparansi sesuai ketentuan global.

Baca juga: Imbas IHSG Anjlok 2 Hari Beruntun, OJK Bakal Berkantor di Gedung BEI

Di tengah kekhawatiran pasar, Iman meminta investor tidak bereaksi berlebihan. Agenda transparansi yang didorong MSCI dinilai membawa dampak positif bagi pasar modal Indonesia dalam jangka panjang.

“Jadi, kita bicara ini adalah transparansi data yang baik juga buat industri pasar modal kita. Jadi, kita bicara bukan karena ini permintaan MSCI kita akan penuhi atau tidak, tapi kami melihat ini ada positive side,” ujar Iman.

Tag:  #terancam #turun #kelas #setara #bangladesh #status #pasar #saham #ditentukan #msci

KOMENTAR