Danantara Wajibkan Pelni, PIS, ASDP Beli Kapal dari PT PAL
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria (kiri) dalam acara diskusi yang berlangsung di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (28/1/2026).(KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
19:36
28 Januari 2026

Danantara Wajibkan Pelni, PIS, ASDP Beli Kapal dari PT PAL

- Danantara Indonesia mewajibkan seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor perkapalan membangun kapal di PT PAL Indonesia (Persero). Langkah ini untuk mendukung pengembangan industri nasional.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengatakan, tanpa adanya kebijakan proteksi, industri perkapalan dalam negeri akan sulit untuk tumbuh.

Maka dari itu, BUMN seperti PT Pelni, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) atau ASDP, dan PT Pertamina International Shipping (PIS) diwajibkan memesan kapal dari PT PAL.

"Seluruh perusahaan kita yang bergerak di bidang perkapalan wajib memproduksi di PT PAL. Tanpa ada keberpihakan dan proteksi, impossible kita bisa tumbuh, karena itu saya mewajibkan Pelni, ASDP, PIS untuk membuat seluruh kapalnya di situ," ucap Dony dalam acara diskusi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Danantara: Tambang Emas Martabe Milik Agincourt Bakal Diambilalih BUMN Perminas

Ia menuturkan, setelah kondolidasi PT PAL rampung pada tahun lalu, penguatan industri galangan kapal terus berlanjut di tahun ini. Nantinya, PT PAL bakal menjadi satu-satunya BUMN yang bergerak di sektor galangan kapal.

Oleh sebab itu, diperlukan dukungan untuk memperkuat industri perkapalan dalam negeri. Pengembangan sektor ini diyakini mampu meningkatkan penciptaan lapangan kerja, serta membuat Indonesia lebih berdaya saing.

Menurut Dony, keraguan terhadap kemampuan industri nasional justru akan menghambat pencapaian target yang diharapkan dalam pengembangan industri perkapalan Indonesia.

"Dengan tumbuhnya industri ini tentu akan ada employment-nya, kemudian juga kemampuan kita tentu akan meningkat. Kalau selalu kita berpikir bahwa mereka (industri dalam negeri) enggak mampu, hasilnya jelek, sampai kapan kita bisa menuju titik yang kita harapkan," paparnya.

Baca juga: Danantara Pastikan Huntara Layak Huni bagi Penyintas Banjir di Sumatera

Selain perkapalan, Danantara juga tengah mendorong transformasi di sektor industri kereta api melalui PT Industri Kereta Api (INKA). Perbaikan kinerja keuangan maupun fasilitas pabrik sudah masuk dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) INKA di 2026.

Dony bilang, pengembangan pabrik INKA di Banyuwangi, Jawa Timur akan dilakukan sejalan dengan transformasi pada PT KAI (Persero), yang dalam lima tahun ke depan akan melakukan peremajaan pada gerbong dan lokomotif tua.

Adapun pabrik di Banyuwangi merupakan fasilitas baru INKA yang mulai beroperasi terbatas pada 2023. Pada 2025, kapasitas produksinya baru mencapai 100 gerbong kereta api, dan ditargetkan meningkat menjadi 250 gerbong kereta api pada 2026.

"Jadi memang ini keseluruhannya saya wajibkan harus di INKA. Sekali lagi, tanpa ada keberbihakan untuk mengembangkan industri, kita tidak akan pernah bisa menuju kepada negara yang berbasis industri, sehingga ekonomi kita tidak akan suistain (berkelanjutan)," pungkas Dony.

Tag:  #danantara #wajibkan #pelni #asdp #beli #kapal #dari

KOMENTAR