Efek Pengumuman MSCI ke Kinerja IHSG, Berdampak Panjang?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin (26/1/2026). IHSG naik 24,32 poin atau 0,27 persen ke level 8.975,33.()
17:12
28 Januari 2026

Efek Pengumuman MSCI ke Kinerja IHSG, Berdampak Panjang?

- Investor masih meraba efek lanjutan dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap Indeks Harga Saham Indonesia (IHSG).

Salah satu yang menjadi perhatian adalah apakah pengumuman MSCI tersebut akan berdampak panjang pada kinerja IHSG ke depan.

Ekonom sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Budi Frensidy mengatakan, secara umum dana asing akan keluar ketika MSCI melakukan penyesuaian terhadap bobot pasar modal Indonesia dari pasar berkembang menjadi pasar frontier.

Baca juga: IHSG Anjlok Imbas Isu MSCI, Bos BEI Sebut Pasar Dilanda Panic Selling

Ilustrasi IHSG. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang menembus level 10.000.DOKUMENTASI BEI Ilustrasi IHSG. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang menembus level 10.000.

"Kalau ada adjustment (penyesuaian) dari Indonesia diturunkan dari emerging ke frontier, ya capital outflow, itu miliaran dollar AS," kata dia kepada Kompas.com, Rabu (28/1/2026).

Capital outflow merupakan arus keluar modal asing yang mengacu pada perpindahan aset keluar dai suatu negara oleh investor.

Ia menambahkan, ketika hal tersebut terjadi maka pasar saham Indonesia akan dianggap tidak menarik di mata investor global.

Dampak MSCI tergantung ekspektasi investor

Budi menjelaskan, berapa panjang dampak pengumuman MSCI pada kinerja IHSG sangat bergantung pada ekspektasi investor.

Baca juga: IHSG Ditutup Melemah 7,35 Persen ke Level 8.320,56

"Ya sebenarnya ya tergantung ekspektasi daripada investor pada umumnya ya, termasuk institusional," terang dia.

Ketika investor percaya bahwa MSCI akan menurunkan bobot Indonesia dari pasar berkembang menjadi pasar frontier, sentimen ke pasar modal tentu akan berjangka panjang.

Ilustrasi saham.SHUTTERSTOCK/FEYLITE Ilustrasi saham.

Sebaliknya, ketika investor optimistis aturan tersebut tidak akan terjadi, makan sentimen akan relatif memiliki jangka pendek atau menengah.

"Ini adalah ekspektasi semuanya dan juga dari reaksi dari para investor," imbuh dia.

Baca juga: IHSG Anjlok, Dollar Cost Averaging Jadi Opsi Investor Pemula

Tinjauan MSCI

Budi menceritakan, pada dasarnya pengelola indeks MSCI hanya merespons permintaan usulan dari otoritas dan regulator.

"Jadi mereka (MSCI) itu hanya merespons permintaan dan usulan tiap regulator atau otoritas. Jadi mereka itu sebenarnya ya maunya apa diakomodasi, respons, dan kalau pasar menerima akan dieksekusi," ungkap dia.

Budi menjabarkan, permintaan terkait transparansi ke MSCI dilakukan oleh segelintir pihak dari regulator dan otoritas Indonesia.

Padahal, ia bilang, di bursa saham negara lain praktik yang terjadi juga tidak sama dengan usulan yang diajukan tersebut.

Baca juga: Mengapa Pengumuman MSCI Bikin IHSG Anjlok Sampai Trading Halt?

Secara sederhana, permintaan untuk transparansi dan usulan ketentuan free float justru membuat MSCI melakukan peninjauan ulang.

"Jadi ini sebenarnya bumerang," ungkap dia.

Budi menjelaskan, usulan utama itu terkait perusahaan yang memegang sebuah saham di-exclude atau tidak dihitung sebagai free float. Menurut dia, aturan ini hanya diusulkan di Indonesia dan tidak terjadi di negara lain.

Investor bisa ambil peluang

Lebih lanjut Budi menyampaikan, investor memiliki pilihan langkah investasi untuk menanggapi apa yang sedang terjadi di pasar modal.

Baca juga: IHSG Jeblok sampai Trading Halt, Analis Sebut Reaksi Pasar Berlebihan

Meskipun demikian, menerawang apa yang akan terjadi di depan merupakan hal yang sulit dilakukan.

Ilustrasi saham. Membangun kekayaan dari pasar saham bukan soal keberuntungan. Investor sukses memiliki tujuh kebiasaan yang mereka lakukan secara konsisten dan terbukti menghasilkan dalam jangka panjang.PIXABAY/SERGEI TOKMAKOV Ilustrasi saham. Membangun kekayaan dari pasar saham bukan soal keberuntungan. Investor sukses memiliki tujuh kebiasaan yang mereka lakukan secara konsisten dan terbukti menghasilkan dalam jangka panjang.

Ia mengimbau, investor yang percaya MSCI akan mengimplementasikan aturan tersebut dapat mengurangi pembelian.

"Atau ya tunggu saat yang tepat untuk mengurangi itu (portofolio) untuk keluar," ucap dia.

Sebaliknya, investor yang tidak memepercayai bobot pasar saham Indonesia akan turun dapat mengnakan kesempatan ini untuk membeli saham-saham dengan kapitalisasi besar pada harga yang murah.

Baca juga: Trading Halt BEI Dibuka Pukul 14.13 WIB, IHSG Kian Tertekan

"Tapi kalau percaya ini hanya-hanya jangka pendek ya bisa menggunakan kesempatan untuk membeli saham-saham big cap pada harga murah," ungkap Budi.

Investor bisa pantau saham fundamental kuat

Sementara itu, pengamat pasar modal sekaligus Director PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada mengungkapkan, momen ini bisa saja dimanfaatkan investor dalam negeri dengan melihat fundamental dari sejumlah emiten yang menarik sesuai dengan penilaian masing-masing.

Ketika investor dari dalam negeri bersatu untuk kembali masuk, tentunya dapat mempertahankan IHSG agar tidak melemah lebih dalam.

Akan tetapi, jika profil risikonya masih di level low-moderat, investor sementara bisa parkirkan idle money-nya.

Baca juga: IHSG Anjlok 8 Persen, BEI Setop Perdagangan 30 Menit

Investor juga bisa parkir dana hasil cut loss-nya di obligasi, reksa dana, maupun DIRE sementara waktu sambil menunggu momen kembali menghijaunya market.

Investor domestik kurang percaya diri

Reza menyebut masih ada kekuatan dari investor dalam negeri. Kendati demikian, terkadang investor dari dalam negeri kurang percaya diri dengan kekuatannya.

Ilustrasi saham. SHUTTERSTOCK/XALIEN Ilustrasi saham.

"Jadi, alih-alih khawatir market drop maka mereka mengambil posisi jual yang tentunya mengakibatkan market turun signifikan," terang dia.

Aksi ini memunculkan kekhawatiran, kondisi ini yang tidak sepenuhnya dilihat oleh investor dari dalam negeri membuat munculnya keinginan menjual saham yang digenggam.

Baca juga: IHSG Hari Ini Anjlok, Analis: Koreksi Bukan Cerminan Fundamental

"Dimana posisi mereka sudah jual bahkan ada yang cut loss, harga saham sejumlah emiten turun dalam," ucap dia.

Ia khawatir, kondisi ini bisa saja dimanfaatkan oleh investor asing untuk masuk kembali atau istilahnya serok bawah.

"Akhirnya, investor dalam negeri yang tertinggal. Dampak terhadap sejumlah saham emiten sudah jelas pasti turun namun, yang lebih mengkhawatirkan tadi ya itu tadi," terang Reza.

Posisi turun dalam ini dimanfaatkan pihak asing untuk melakukan rebalancing portofolionya.

Baca juga: IHSG Hari Ini Anjlok, Analis: Koreksi Bukan Cerminan Fundamental

BEI terapkan trading halt

Sebagai informasi, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara pada sesi kedua hari ini. Langkah ini diambil setelah IHSG anjlok hingga 8 persen.

Data BEI menunjukkan IHSG turun 718,44 poin atau 8,00 persen ke level 8.261,78 pada pukul 13.43 WIB. Indeks dibuka di level 8.393,51.

Perdagangan kembali dibuka pada pukul 14.13 WIB. Tekanan jual belum mereda.

Sesaat setelah perdagangan dilanjutkan, IHSG turun 742,58 poin atau 8,27 persen ke level 8.237,64. Posisi tersebut menjadi level terendah sepanjang hari.

Baca juga: IHSG Anjlok, Ini yang Perlu Dilakukan Investor Pemula agar Tak Salah Langkah

Pengumuman MSCI bikin IHSG tertekan

Pembekuan sementara perdagangan (trading halt) siang ini terjadi setelah IHSG tertekan akibat pengumuman dari MSCI.

Ilustrasi nilai tukar rupiah.SHUTTERSTOCK/MAHARDIKA ARGHA Ilustrasi nilai tukar rupiah.

Anjloknya IHSG terjadi setelah MSCI memutuskan menghentikan sementara sejumlah perubahan indeks yang melibatkan emiten Indonesia.

Langkah tersebut diambil menyusul kekhawatiran atas tingginya konsentrasi kepemilikan saham di perusahaan-perusahaan tercatat.

Penangguhan itu akan berlaku hingga otoritas pasar, termasuk BEI, dinilai mampu mengatasi kekhawatiran terkait struktur kepemilikan saham yang dianggap terlalu terkonsentrasi.

Baca juga: IHSG Anjlok 7,71 Persen, BEI: Kami Akan Koordinasi dengan Semua Pihak

Kebijakan tersebut menjadi tekanan terbaru bagi pasar saham Indonesia, yang merupakan pasar modal terbesar di Asia Tenggara.

Berdasarkan pengumumannya, MSCI menyebutkan akan menghentikan penambahan saham Indonesia ke dalam indeks-indeksnya serta membekukan kenaikan jumlah saham yang dinilai tersedia bagi investor.

Keputusan itu diambil dengan alasan masih adanya persoalan mendasar terkait kelayakan investasi, termasuk kekhawatiran terhadap potensi praktik perdagangan terkoordinasi yang dapat mendistorsi pembentukan harga saham.

MSCI juga mengingatkan bahwa apabila hingga Mei 2026 belum terdapat kemajuan memadai dalam peningkatan transparansi, lembaga tersebut akan meninjau ulang status aksesibilitas pasar Indonesia.

Baca juga: IHSG Anjlok, Pasar Merespons Pembekuan Indeks MSCI

Peninjauan ulang ini berpotensi berdampak signifikan, mulai dari penurunan bobot saham Indonesia dalam MSCI Emerging Markets Index hingga kemungkinan perubahan status Indonesia dari pasar berkembang menjadi pasar frontier.

Tag:  #efek #pengumuman #msci #kinerja #ihsg #berdampak #panjang

KOMENTAR