Single Meetup Cindo Match, Cara Seru Para Jomblo Cari Pasangan secara Langsung
- Di tengah era aplikasi kencan yang serba cepat dan penuh swipe kanan-kiri, Single Meetup dari Cindo Match hadir sebagai ruang yang terasa lebih hangat dan nyata.
Di sini, para jomblo tidak hanya melihat profil di layar, tetapi langsung bertatap muka, berbincang, tertawa, bahkan berbagi keseruan bersama.
Suasananya dibuat santai, jauh dari kesan kaku, seperti interview mencari jodoh, melainkan lebih mirip kumpul komunitas yang penuh energi positif.
Baca juga: Cindo Match, Berawal Iseng Jodohin Teman hingga Jadi Layanan Cari Pasangan yang Diminati
Single Meetup menjadi salah satu program andalan Cindo Match untuk mempertemukan laki-laki dan perempuan single, baik yang belum pernah menikah maupun yang sudah pernah menikah.
Selama tiga jam, para peserta diajak untuk saling berkenalan lewat berbagai aktivitas yang dirancang agar obrolan mengalir alami dan rasa canggung bisa mencair perlahan.
Event ini bukan sekadar tempat mencari pasangan, tetapi juga ruang untuk memperluas relasi, belajar berinteraksi dengan orang baru, serta membuka kemungkinan-kemungkinan lain dalam hidup sosial para pesertanya.
Keseruan Single Meetup dari Cindo Match
Digelar rutin setiap bulan dan pesertanya bisa puluhan orang
Event Single Meet Up yang diselenggarakan Cindo Match di Green Sedayu Mall, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Single Meetup bukan acara musiman. Event ini rutin digelar hampir setiap bulan dengan jumlah peserta yang cukup besar.
Hal ini menunjukkan antusiasme para single yang ingin mencoba cara baru dalam mencari pasangan.
“Single Meetup biasanya setiap bulan kami selenggarakan. Setiap event-nya itu minimal 50 peserta, tapi kadang bisa sampai 70 peserta,” kata Co-Founder Cindo Match, Angeline Chandra, saat diwawancarai Kompas.com di Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Jumlah peserta yang cukup banyak membuat suasana terasa ramai, hidup, dan penuh dinamika.
Ada yang datang dengan wajah penuh harap, ada yang sekadar ingin bersosialisasi, ada pula yang ingin mencoba pengalaman baru di luar zona nyaman.
Dari segi komposisi, pihak Cindo Match berusaha menjaga keseimbangan antara jumlah peserta perempuan dan laki-laki. Namun, Angeline mengakui bahwa tidak selalu bisa benar-benar seimbang.
“Sebisa mungkin jumlah cewek dan cowoknya seimbang, tapi tidak menutup kemungkinan cewek jumlahnya lebih banyak karena dari anggota kami juga lebih banyak perempuan,” ujarnya.
Soal usia, peserta Single Meetup didominasi oleh generasi milenial yang berusia 30-40 tahun.
“Untuk peserta yang ikut Single Meetup datangnya dari generasi milenial yang usianya 30 sampai 40 tahun, tapi usia 25 menuju 30 juga ada kok,” lanjut Angeline.
Rentang usia ini membuat obrolan yang terjalin terasa lebih nyambung karena berada di fase hidup yang kurang lebih serupa, sama-sama sudah bekerja, mulai memikirkan hubungan yang lebih serius, dan ingin membangun masa depan yang stabil.
Baca juga: Layanan Cari Jodoh Cindo Match Ramai Diminati Perempuan Milenial
Duduk dan membaur bersama para peserta lainnya
Event Single Meet Up yang diselenggarakan Cindo Match di Green Sedayu Mall, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Salah satu hal yang membuat Single Meetup terasa seru adalah sistem duduknya yang diacak. Peserta tidak bisa memilih sendiri dengan siapa mereka akan duduk. Justru dari situlah kejutan dan keseruannya dimulai.
“Nanti peserta akan duduk random, dalam satu meja ada 3 cewek dan 3 cowok. Peserta bisa saling berkenalan di situ dan manfaatkan momen itu untuk ngobrol,” jelas Angeline.
Konsep duduk random ini membuat semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkenalan.
Tidak ada yang merasa tak kebagian, tidak ada yang hanya duduk diam di sudut ruangan. Setiap meja menjadi mini forum diskusi kecil yang penuh cerita.
Obrolan biasanya dimulai dari hal-hal ringan, seperti nama, pekerjaan, hobi, makanan favorit, sampai pengalaman lucu selama hidup melajang.
Baca juga: Serunya Ikut Jodoh Market, dari Daftar Diri sampai Deg-degan Lihat CV Calon Pasangan
Dari situ, percakapan bisa berkembang ke topik yang lebih personal, tetapi tetap dalam suasana santai dan saling menghargai.
Sepanjang acara, peserta juga diperbolehkan untuk bertukar media sosial atau kontak. Namun, pihak Cindo Match selalu mengimbau agar semuanya dilakukan secara sukarela, tanpa paksaan, dan dengan sikap saling terbuka.
Games Jadi jembatan yang mencairkan suasana
Event Single Meet Up yang diselenggarakan Cindo Match di Green Sedayu Mall, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Agar suasana semakin cair, Single Meetup selalu dibumbui dengan berbagai permainan interaktif. Angeline menyebut, games ini bukan hanya hiburan, tetapi juga alat untuk membuat peserta lebih saling mengenal.
“Kami juga menyediakan games yang membuat peserta bisa saling kenal dan punya kesempatan yang sama untuk menjalin relasi,” ujar dia.
Game pertama biasanya tentang benar dan salah dari fakta peserta. Para peserta saling bertukar fakta tentang diri mereka, lalu menebak apakah pernyataan tersebut benar atau tidak.
Baca juga: Cerita di Balik Tantangan dan Sibuknya Biro Jodoh Chindo Match
Jika jawabannya benar, mereka akan mendapat stiker. Dari sini, tawa sering pecah karena banyak fakta unik yang tidak terduga.
Kemudian ada game spotlight, di mana satu orang akan ditunjuk untuk memulai sesi tanya jawab di meja. Setelah selesai, orang tersebut menunjuk peserta lain untuk menjadi spotlight berikutnya, hingga semua kebagian.
Game ini melatih keberanian berbicara sekaligus membuka ruang untuk saling mengenal lebih dalam.
Ada pula permainan ringan lainnya, seperti melihat siapa yang memiliki riwayat pembelian e-commerce paling mahal. Permainan ini sering memancing canda dan obrolan seru tentang kebiasaan belanja online.
Seluruh rangkaian games ditutup dengan makan malam bersama. Momen ini biasanya menjadi waktu favorit banyak peserta karena obrolan terasa lebih santai, tanpa tekanan, dan penuh tawa.
Dibutuhkan usaha masing-masing peserta untuk melanjutkan relasi
Co-Founder Cindo Match, Angeline Chandra saat ditemui Kompas.com di Green Sedayu Mall, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Meski difasilitasi dengan berbagai aktivitas, Cindo Match tidak memaksakan hasil. Setelah acara selesai, kelanjutan hubungan sepenuhnya diserahkan kepada para peserta.
“Setelah selesai acara, kami akan serahkan kepada para peserta untuk meneruskan komunikasinya, jadi keduanya harus sama-sama mengusahakan,” ungkap Angeline.
Tidak ada paksaan untuk langsung jadian. Tidak ada tuntutan harus cocok. Semua berjalan secara alami. Kalau merasa nyaman, silakan lanjut. Kalau tidak, juga tidak masalah.
Angeline juga selalu mengingatkan bahwa Single Meetup tidak harus selalu berujung pada hubungan romantis, meskipun itu tetap menjadi tujuan utama dari event ini.
“Aku selalu bilang ke anggota komunitas untuk selalu terbuka untuk kenalan dengan orang baru, karena kalau tidak jadi pasangan, bisa saja itu membuka pintu untuk rekan bisnis dan relasi lainnya,” pungkasnya.
Inilah yang membuat Single Meetup terasa berbeda. Tujuannya bukan hanya mencari pasangan, tetapi juga memperluas jaringan sosial.
Siapa tahu, dari satu pertemuan singkat, lahir persahabatan baru, peluang kerja, atau bahkan kerja sama bisnis.
Single Meetup akhirnya menjadi lebih dari sekadar event jomblo. Ia menjelma menjadi ruang aman untuk bertemu orang baru, belajar berinteraksi, dan membuka kemungkinan cinta maupun relasi lain dengan cara yang menyenangkan.
Baca juga: Bagaimana Cara Mendapatkan Jodoh yang Baik? Mak Comblang Profesional Ungkap Tipsnya
Tag: #single #meetup #cindo #match #cara #seru #para #jomblo #cari #pasangan #secara #langsung