Jutaan Transaksi Sehari, BPJS Kesehatan Jadi Magnet Pembelajaran Jaminan Kesehatan Global
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti memaparkan pengalaman Indonesia mengelola pembiayaan kesehatan berbasis data di Bangkok, Thailand. (Istimewa).
19:24
28 Januari 2026

Jutaan Transaksi Sehari, BPJS Kesehatan Jadi Magnet Pembelajaran Jaminan Kesehatan Global

Pengelolaan jaminan kesehatan Indonesia menarik perhatian banyak negara. Dalam forum Agenda for Universal Health Coverage (UHC) PEERS Sessions and Prince Mahidol Award Conference (PMAC) 2026 di Bangkok, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti memaparkan pengalaman Indonesia mengelola pembiayaan kesehatan berbasis data, yang kini menjadi rujukan pembelajaran internasional.

Minat peserta forum terhadap Indonesia terlihat dari hasil jajak pendapat digital (Mentimeter) yang dilakukan dalam sesi pleno. Dua pertanyaan diajukan kepada peserta, yakni “Which countries would you be most interested to learn from?” dan “Which country’s experience is most relevant to your situation right now?”. Hasilnya menempatkan Indonesia di posisi teratas.

“Luar biasa, Indonesia menjadi nomor satu dari tiga besar negara yang paling ingin dijadikan best practice sharing oleh peserta forum,” ujar Ghufron saat sesi paparan.

Menurut dia, respons tersebut menunjukkan bahwa pengalaman Indonesia dianggap relevan oleh banyak negara yang sedang menghadapi tantangan pembiayaan kesehatan dan pengelolaan layanan dalam skala besar.

Dalam sesi Deep Dive: Health Financing Meets Digital Data Intelligence, ia menyebut bahwa kekuatan utama BPJS Kesehatan terletak pada skala layanan, arus data harian, serta pemanfaatan teknologi dalam mengelola layanan dan pembiayaan.

“Setiap jutaan transaksi layanan tercatat di sistem kami. Dari situ kami membaca kebutuhan layanan, beban biaya, dan arah perbaikan kebijakan,” ujarnya.

Lima Alasan Indonesia Menjadi Benchmark Dunia
Pertama, cakupan kepesertaan yang sangat besar dan tumbuh cepat. Program JKN menjadi salah satu sistem jaminan kesehatan dengan cakupan terbesar di dunia. Per 31 Desember 2025, jumlah peserta JKN mencapai 282.739.458 jiwa atau 98,62% dari jumlah penduduk Indonesia dengan tingkat keaktifan mencapai 81,45%.

“Skala ini mengharuskan kami membangun tata kelola yang rapi, karena layanan menjangkau wilayah yang sangat luas dengan karakter kebutuhan yang berbeda-beda, sekaligus tetap menjaga keberlanjutan pembiayaan,” ujar Ghufron.

Kedua, kekuatan big data yang masif dan terintegrasi. Setiap hari, ekosistem BPJS Kesehatan memproses sekitar hampir 2 juta kunjungan layanan kesehatan per hari atau lebih dari 82 ribu kunjungan per jam. Layanan berlangsung tanpa henti, mulai dari pemeriksaan rutin di Aceh hingga tindakan darurat di Papua.

“Data tidak hanya menjadi arsip, tetapi menjadi alat membaca pola penyakit, efektivitas layanan, hingga pengendalian biaya. Seluruh sistem saling terhubung secara interoperabilitas,” katanya.

Ketiga, BPJS Kesehatan terus memodernisasi layanan Program JKN melalui transformasi digital layanan kesehatan yang meningkatkan akses, efisiensi, transparansi, termasuk akuntabilitas tata kelola.

“Digitalisasi mempercepat proses layanan, memperkuat transparansi, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap tata kelola program,” ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan.

Keempat, perluasan inovasi layanan berbasis digital. Peserta kini dapat memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN, antrean online, telehealth, hingga telemedisin untuk memperoleh layanan yang lebih fleksibel dan mudah dijangkau.

“Inovasi ini membuat layanan semakin dekat dengan peserta. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan kemudahan tanpa mengurangi kualitas dan keselamatan layanan,” katanya.

Kelima, peningkatan kepuasan peserta sekaligus citra BPJS Kesehatan dan pemerintah. Modernisasi Program JKN dan kolaborasi lintas sektor berdampak langsung terhadap pengalaman peserta dan persepsi publik terhadap layanan negara.

“Ketika layanan menjadi lebih mudah, cepat, dan setara, kepercayaan publik tumbuh. Di situlah citra pemerintah dan BPJS Kesehatan ikut menguat, karena masyarakat merasakan manfaat nyata dari transformasi sistem kesehatan di Indonesia,” ujar Ghufron. 

Editor: Mohamad Nur Asikin

Tag:  #jutaan #transaksi #sehari #bpjs #kesehatan #jadi #magnet #pembelajaran #jaminan #kesehatan #global

KOMENTAR