Uji Coba Truk Angkut Listrik, MHU Perkuat ESG di Operasional Tambang
– PT Multi Harapan Utama (MHU), anak perusahaan MMSGI, melanjutkan penguatan penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) dalam operasional tambang.
Setelah mengimplementasikan teknologi hybrid pada armada hauling sejak awal 2025, MHU kini melakukan uji coba Truk Angkut Listrik (electric vehicle/EV hauling truck) SANY di area operasionalnya di Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (24/1).
Uji coba ini menjadi tahap lanjutan dalam upaya MHU menuju operasional tambang yang lebih efisien energi dan beremisi lebih rendah.
Baca juga: Lewat Upaya Sinergi, MMSGI Sukses Optimalkan Potensi Desa Budaya dan Produk Kakao di Lung Anai
Ilustrasi tambang, pertambangan. Sejumlah perguruan tinggi menolak, menerima, dan bingung menanggapi usulan pemberian izin kelola tambang dari pemerintah.
Inisiatif tersebut dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan teknologi kendaraan listrik dalam mendukung kebutuhan operasional tambang, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan kerja.
Pelaksanaan uji coba dilakukan langsung di area site MHU agar memperoleh gambaran objektif sesuai kondisi kerja aktual di lapangan.
Evaluasi difokuskan pada kinerja pengangkutan (hauling performance), ketahanan unit terhadap medan operasional, serta kesesuaian jam kerja unit dengan kebutuhan produksi.
Seluruh proses dijalankan berbasis data dan pengalaman lapangan.
Baca juga: MHU dan MMSGI Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur
Kepala Teknik Tambang MHU, Aris Subagyo, menyatakan pendekatan teknis yang digunakan dalam uji coba ini dilakukan secara cermat dan terukur.
“Uji coba Truk Angkut Listrik SANY kami lakukan langsung di area tambang untuk menilai performa hauling, ketahanan unit, serta jam kerja aktual dalam kondisi operasional yang sebenarnya,” ujar Aris dalam siaran pers, Rabu (28/1/2026).
Ilustrasi tambang.
Menurut Aris, setiap penerapan teknologi baru di lingkungan tambang harus melalui proses evaluasi menyeluruh sebelum diadopsi secara lebih luas.
“Hasil uji coba ini akan menjadi dasar teknis dalam pengambilan keputusan ke depan, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keandalan operasi,” katanya.
Baca juga: ESG Jadi Penopang Bisnis Kilang di Tengah Transisi Energi
Dari sisi kesiapan operasional, MHU dinilai memiliki prasyarat yang mendukung pengembangan elektrifikasi armada. Perusahaan memiliki akses optimal terhadap pasokan listrik dari PLN serta proyeksi umur tambang jangka panjang.
Kondisi tersebut membuka peluang peningkatan efisiensi biaya sekaligus penguatan aspek keberlanjutan dalam jangka menengah hingga panjang.
Truk listrik yang diuji coba merupakan SANY 445 EV Dump Truck, kendaraan angkut berbasis energi baru dengan konfigurasi penggerak 8x4.
Unit ini menggunakan sistem baterai charging dan swapping, serta didukung motor listrik berdaya hingga 460 kW dengan torsi mencapai 2.900 Nm.
Baca juga: Skor ESG Naik, Pertamina Pimpin Industri Migas Terintegrasi Global
Truk ini dilengkapi baterai CATL berkapasitas 400 kWh dan sistem pengisian daya 360 kW, serta fitur keselamatan dan kenyamanan yang dirancang untuk mendukung operasional tambang.
Dari sisi biaya, perbandingan antara unit berbasis diesel dan listrik menunjukkan potensi efisiensi yang signifikan. Berdasarkan asumsi umur pakai empat tahun atau sekitar 16.000 jam kerja, total biaya siklus dump truck diesel MB4845K tercatat sekitar Rp 11,11 miliar atau setara Rp 690.800 per jam.
Sementara itu, EV dump truck mencatat total biaya siklus sekitar Rp 6,71 miliar hingga Rp 7,15 miliar, atau sekitar Rp 423.900 hingga Rp 439.600 per jam. Perhitungan tersebut menunjukkan potensi penghematan biaya operasional hingga sekitar 40 persen dibandingkan unit berbasis diesel.
Ilustrasi tambang.
Uji coba truk listrik ini merupakan kelanjutan dari penerapan teknologi hybrid melalui inovasi HYDRUM (Hybrid Dumptruck for Responsible Energy Use in Mining) yang telah dijalankan MHU sejak awal 2025.
Baca juga: Konsisten Terapkan ESG, Pupuk Kaltim Sabet Predikat Platinum di ASRRAT 2025
Program HYDRUM dikembangkan sebagai respons atas tingginya konsumsi bahan bakar armada off-highway truck, yang sebelumnya mencapai rata-rata 26,7 juta liter per tahun.
Melalui penerapan teknologi hybrid, MHU berhasil menurunkan konsumsi bahan bakar dari 68 liter per jam menjadi 36,70 liter per jam, atau turun sekitar 46 persen, melampaui target awal sebesar 30 persen.
Selama periode Februari hingga Juni 2025, program HYDRUM menghasilkan penghematan bahan bakar sebesar 1,22 juta liter, penghematan biaya sekitar Rp19,9 miliar, serta penurunan emisi mencapai 3.067,9 ton CO?e.
Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menegaskan bahwa uji coba Truk Angkut Listrik SANY mencerminkan kesinambungan strategi ESG yang dijalankan perusahaan.
Baca juga: BUMI Perluas Dampak ESG melalui Budidaya Mangrove dan Penguatan Usaha Mikro
“Penerapan teknologi hybrid melalui HYDRUM menjadi fondasi awal dalam transformasi operasional kami. Uji coba Truk Angkut Listrik ini merupakan milestone lanjutan untuk mengevaluasi kesiapan teknologi EV sebagai bagian dari transisi energi yang dilakukan secara bertahap dan terukur,” ujar Kemal.
Ia menambahkan, seluruh inisiatif tersebut dijalankan dengan tetap menjaga keselamatan kerja, keandalan operasi, serta kesinambungan produksi di area tambang.
Komitmen MHU dalam mengintegrasikan aspek ESG juga tercermin dari pengakuan eksternal. Dalam Corporate Sustainability Assessment (CSA) Score 2025 yang dilakukan oleh S&P Global, MMSGI sebagai induk usaha MHU mencatat skor 52 dari 100 untuk kategori Coal & Consumable Fuels.
Skor tersebut mencerminkan perkembangan praktik keberlanjutan dan tata kelola yang diterapkan di seluruh entitas grup.
Baca juga: Perkuat Komitmen ESG, Bank Mandiri Catat Kinerja Keberlanjutan yang Solid
Melalui uji coba truk listrik ini, MHU menegaskan upaya berkelanjutan perusahaan dalam mengembangkan pendekatan teknologi yang mendukung efisiensi energi dan pengurangan emisi secara realistis.
Hasil evaluasi uji coba akan menjadi referensi penting dalam pengembangan strategi operasional MHU ke depan, sejalan dengan komitmen MMSGI terhadap praktik pertambangan yang lebih bertanggung jawab.
Tag: #coba #truk #angkut #listrik #perkuat #operasional #tambang