Ultrajaya Tanam Investasi Rp 1,14 Triliun untuk Pasokan Susu MBG
Ilustrasi susu, saran minum susu setiap hari.(FREEPIK/ KamranAydinov)
06:48
26 Januari 2026

Ultrajaya Tanam Investasi Rp 1,14 Triliun untuk Pasokan Susu MBG

Kementerian Perindustrian menyampaikan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk menanamkan investasi baru Rp1,14 triliun.

Investasi tersebut ditujukan untuk memenuhi pasokan susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut industri pengolahan susu memegang peran penting dalam penyediaan pangan bergizi. Peran itu dinilai krusial bagi kelangsungan Program MBG.

“Industri pengolahan susu nasional harus mampu menjawab kebutuhan program MBG, baik dari sisi kapasitas produksi, kualitas produk, maupun keberlanjutan pasokan bahan baku. Pemerintah memacu industri untuk terus berinvestasi dan bermitra dengan peternak dalam negeri,” kata Agus, Minggu (25/1/2026).

PT Ultrajaya telah mengoperasikan pabrik baru sejak 8 Desember 2025. Pabrik tersebut berlokasi di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Fasilitas produksi itu memiliki tiga lini susu UHT. Kemasan yang diproduksi berukuran 125 mililiter dan 200 mililiter.

Seluruh lini dirancang untuk mendukung kebutuhan Program MBG. Penambahan lini lanjutan dijadwalkan mulai Maret 2026.

Pabrik Ultrajaya mengadopsi sistem industri 4.0. Sistem ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga mutu produk.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika menilai transformasi digital berdampak langsung pada daya saing industri.

“Penerapan teknologi industri 4.0 terbukti dapat meningkatkan efisiensi, menghemat energi, meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta menjaga kualitas produk,” ujarnya.

Teknologi produksi mencakup Automated Guided Vehicle atau AGV, autopilot forklift, serta Manufacturing Execution System atau MES. Sistem manajemen gudang juga menggunakan Automated Storage and Retrieval System atau ASRS.

Fasilitas pabrik dilengkapi Waste Water Treatment Plant atau WWTP. Sistem ultrafiltration memungkinkan daur ulang sebagian besar limbah cair. Air hasil olahan kembali digunakan dalam proses produksi.

Ketersediaan bahan baku didukung pengelolaan dua peternakan sapi perah. Peternakan tersebut berada di Bandung dan Sumatera Utara. Total populasi sapi mencapai sekitar 7.000 ekor.

Perusahaan merencanakan penambahan investasi untuk 4.000 ekor sapi perah. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat pasokan susu segar domestik.

Kementerian Perindustrian mendorong peningkatan pemanfaatan susu segar dalam negeri guna memenuhi target Program MBG. PT Ultrajaya juga didorong mengikuti seleksi National Lighthouse Industry 4.0 sebagai contoh industri pengolahan susu berbasis teknologi dan otomasi.

Kementerian Perindustrian sebelumnya menjalankan program digitalisasi Tempat Penampungan Susu atau TPS. Program ini ditujukan menjaga kualitas, kandungan protein, serta kesegaran susu segar.

Penguatan investasi, penerapan teknologi digital, serta kerja sama dengan peternak dan koperasi susu menjadi fokus kebijakan. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri, seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Tag:  #ultrajaya #tanam #investasi #triliun #untuk #pasokan #susu

KOMENTAR