BRI Dorong UMKM Jadi Fondasi Keuangan Berkelanjutan Negara Berkembang
Direktur Utama BRI Hery Gunardi saat ditemui di Menara BRILian, Jakarta, Selasa (16/12/2025).(KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)
18:52
25 Januari 2026

BRI Dorong UMKM Jadi Fondasi Keuangan Berkelanjutan Negara Berkembang

- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menekankan, keberhasilan keuangan berkelanjutan di negara berkembang sangat ditentukan oleh sejauh mana pembiayaan mampu menjangkau sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian di negara berkembang.

Lebih dari 90 persen unit usaha berada di segmen ini, dengan kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok lokal, dan ketahanan ekonomi masyarakat.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI masuk dalam daftar Top 1000 World Banks 2025 yang dirilis oleh The Banker. Dok. BRI PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI masuk dalam daftar Top 1000 World Banks 2025 yang dirilis oleh The Banker.

“Sejak awal berdiri hingga kini berusia 130 tahun, BRI memang dirancang untuk melayani segmen mikro dan UMKM. Karena itu, bagi kami, keuangan berkelanjutan bukan agenda baru, melainkan bagian dari proses bisnis yang sudah dijalankan setiap hari,” ujar Hery dalam keterangan resmi Minggu (25/1/2026).

Namun, menurut Hery, peran strategis UMKM tersebut masih kerap terpinggirkan dalam diskursus global mengenai keberlanjutan.

Padahal, tanpa keterlibatan UMKM, agenda transisi hijau dan pertumbuhan inklusif sulit diwujudkan.

Ia menilai, bagi negara berkembang, isu keberlanjutan tidak lagi berhenti pada tataran komitmen, melainkan pada kemampuan eksekusi.

Tantangan utamanya adalah memastikan pembiayaan berkelanjutan dapat disalurkan secara aman, efisien, dan dalam skala besar kepada sektor yang paling membutuhkan.

Dalam konteks tersebut, BRI memosisikan diri sebagai anchor bank dengan memadukan prinsip inklusi keuangan dan keberlanjutan.

BRI juga menjalin kemitraan dengan pemerintah, lembaga pembiayaan pembangunan, serta institusi multilateral untuk menyalurkan skema blended finance bagi pelaku UMKM.

Ilustrasi UMKM, pelaku UMKM.SHUTTERSTOCK/BASTIAN AS Ilustrasi UMKM, pelaku UMKM.

Digitalisasi menjadi salah satu kunci untuk memperluas jangkauan pembiayaan hingga ke tingkat desa. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu meningkatkan efisiensi, memperluas akses pembiayaan, sekaligus mendukung penerapan prinsip ESG hingga ke segmen UMKM.

Komitmen tersebut tercermin dari portofolio BRI. Hingga September 2025, porsi kredit UMKM konsolidasian BRI mencapai 80,02 persen dari total kredit, atau setara Rp1.150 triliun.

Selain pembiayaan, BRI juga memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui berbagai program, seperti Desa BRILiaN, Klasterku Hidupku, dan platform LinkUMKM, yang telah dimanfaatkan lebih dari 14,98 juta pelaku usaha di seluruh Indonesia.

Menurut Hery, keberlanjutan yang sesungguhnya terjadi ketika pembiayaan mampu menjangkau petani, pelaku usaha mikro, dan masyarakat di wilayah perdesaan.

“Tidak akan ada pertumbuhan inklusif tanpa UMKM yang ikut bergerak maju,” ujarnya.

Tag:  #dorong #umkm #jadi #fondasi #keuangan #berkelanjutan #negara #berkembang

KOMENTAR