Kemenkeu: Berita Menkeu Purbaya Tertipu Bank Himbara 100 Persen Hoaks
Narasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tertipu Rp200 triliun oleh Bank Himbara adalah berita bohong (hoaks). Kementerian Keuangan secara tegas menyatakan bahwa informasi tersebut adalah disinformasi berbahaya yang menggunakan judul clickbait dan foto konferensi pers untuk menyesatkan persepsi publik.
Fakta sebenarnya menunjukkan bahwa dana sebesar Rp276 triliun tersebut tidak hilang, melainkan sengaja ditempatkan oleh pemerintah di sejumlah bank mitra (Himbara, Bank Syariah Indonesia, dan Bank DKI) sebagai strategi fiskal yang terukur. Rincian penempatan dana ini tercatat secara transparan oleh negara dalam dua tahap sejak September 2025.
Isu "uang hilang" kemungkinan besar dipelintir dari aktivitas penarikan kembali dana sebesar Rp76 triliun. Penarikan ini dilakukan secara resmi dan bertahap bukan karena penipuan, melainkan untuk memenuhi kebutuhan rutin belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang langsung disalurkan kembali ke dalam sistem perekonomian nasional.
Jagat maya kembali dihebohkan oleh peredaran informasi menyesatkan yang menyasar pejabat tinggi negara. Di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi pada awal tahun 2026 ini, sebuah narasi provokatif beredar liar di media sosial, menuding Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi korban penipuan perbankan dalam jumlah fantastis.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bergerak cepat merespons isu ini. Pada Minggu (25/1/2026), melalui pesan yang diterima tim redaksi Suara.com. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan secara tegas menyatakan bahwa berita yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tertipu Bank Himbara adalah hoaks.
Pemerintah mengimbau masyarakat yang aktif di media sosial, untuk tidak mudah terprovokasi oleh judul clickbait yang tidak berdasar.
Hoaks ini dikemas dengan kalimat bombastis untuk memancing emosi publik. Dalam tangkapan layar yang beredar, tertulis narasi dengan huruf kapital:
"PURBAYA TERTIPU BANK HIMBARA 200 T MENGUAP.. PARA NAKER PENGKHIANAT RAKYAT INDONESIA."
Tidak hanya itu, pembuat hoaks juga menyertakan foto Purbaya saat sedang melakukan konferensi pers untuk memberikan kesan seolah-olah berita tersebut valid, ditambah dengan tulisan "PURBAYA KALAH 1 - 0 DGN PARA BANKER."
Narasi ini jelas merupakan disinformasi yang berbahaya karena menyangkut kepercayaan publik terhadap sistem perbankan nasional.
Lantas, bagaimana fakta sebenarnya mengenai dana ratusan triliun tersebut?
Perlu diketahui, Purbaya memang menempatkan dana menganggur pemerintah yang ada di Bank Indonesia ke sejumlah bank mitra.
Langkah ini bukan tindakan sembrono, melainkan strategi fiskal yang terukur yang telah dilakukan Purbaya sejak 12 September 2025.
Berikut adalah rincian penempatan dana yang transparan dan tercatat negara:
1. Tahap Awal (Rp 200 Triliun)
Didistribusikan ke lima bank Himbara. BRI, Bank Mandiri, dan BNI masing-masing menerima Rp55 triliun. Sementara BTN menerima Rp25 triliun, dan BSI (Bank Syariah Indonesia) menerima Rp10 triliun dalam bentuk deposito.
2. Penambahan (10 November 2025)
Pemerintah menambah penempatan sebesar Rp76 triliun. Rinciannya terdiri dari Bank Mandiri Rp25 triliun, BRI Rp25 triliun, BNI Rp25 triliun, dan Bank DKI Rp1 triliun.
Dengan demikian, total dana penempatan yang dikucurkan Purbaya sudah mencapai Rp276 triliun. Semua tercatat rapi dan bukan menguap seperti narasi hoaks.
Mengapa Dana Ditarik Kembali?
Isu tertipu kemungkinan dipelintir dari aktivitas penarikan dana yang dilakukan pemerintah. Benar bahwa Purbaya kembali menarik secara bertahap dana penempatan di perbankan senilai Rp 76 triliun.
Namun, penarikan ini bukan karena uang hilang atau ditipu, melainkan untuk kebutuhan negara.
Purbaya menjelaskan bahwa dana tersebut ditarik untuk memenuhi kebutuhan rutin belanja negara melalui kementerian atau lembaga (K/L).
"Itu buat belanja rutin. Buat belanja rutin kementerian lembaga. Jadi saya tarik seperti ditarik dari sistem, tapi langsung dibelanjain lagi, jadi langsung masuk ke sistem perekonomian," ucap Purbaya belum lama ini.
Tag: #kemenkeu #berita #menkeu #purbaya #tertipu #bank #himbara #persen #hoaks