Harga Perak Naik 4,5 Persen, Capai Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
- Harga perak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dengan melonjak di atas 100 dollar AS per ons pada perdagangan Jumat (23/1/2026). Harga perak di pasar spot naik 4,5 persen menjadi 100,49 dollar AS per ons.
Sementara itu, harga emas juga mencatat rekor baru dan semakin mendekati angka 5.000 dollar AS per ons.
Philip Newman, Direktur Metals Focus, menyatakan bahwa perak masih mendapat dorongan dari faktor-faktor yang sama yang mendukung permintaan emas.
Ia menambahkan, kondisi tarif yang masih menjadi perhatian serta likuiditas fisik yang rendah di pasar London menjadi pendukung kenaikan harga.
"Dukungan tambahan berasal dari kekhawatiran tarif yang masih berlangsung dan likuiditas fisik yang rendah di pasar London," ujarnya, dikutip dari CNBC, Sabtu (24/1/2026).
Dalam setahun terakhir, harga perak telah naik lebih dari 200 persen. Kenaikan ini didorong oleh kendala dalam pengembangan kapasitas pemurnian serta kelangkaan pasokan yang berkelanjutan.
“Para pelaku pasar secara konsisten mendorong harga perak hingga mencapai angka 100 dollar AS. Kini investor menanti apakah harga tersebut akan bertahan sampai penutupan perdagangan atau akan terjadi aksi ambil untung,” pedagang logam independen, Tai Wong.
Di sisi lain, harga emas di pasar spot juga naik 0,8 persen menjadi 4.976,49 dollar AS per ons setelah sempat menyentuh rekor tertinggi 4.988,17 dollar AS per ons.
Sementara itu, kontrak berjangka emas untuk pengiriman Februari di pasar AS naik 1,3 persen menjadi 4.978,60 dollar AS per ons.
Menurut Wong, emas menjadi aset lindung nilai sekaligus instrumen diversifikasi penting di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik yang tinggi.
“Fenomena ini bukan hanya momen sesaat, melainkan tanda perubahan fundamental dalam kondisi pasar,” ujarnya.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan NATO terkait Greenland, kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve, dan ketidakpastian soal tarif telah mendorong peningkatan permintaan aset aman sejak awal 2026.
Selain itu, pembelian oleh bank sentral dan pergeseran investor menjauh dari dollar AS turut menopang kenaikan harga emas.
Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27–28 Januari mendatang, tetapi ada ekspektasi dua kali pemangkasan suku bunga pada paruh kedua tahun ini.
Sebagai aset yang tidak menghasilkan bunga, emas menjadi pilihan utama saat suku bunga rendah. Pada tahun lalu, emas sempat mencetak rekor di level 3.000 dollar AS per ons pada Maret dan 4.000 dollar AS per ons pada Oktober.
Logam mulia lain seperti platinum juga mencatat rekor tertinggi di 2.749,2 dollar AS per ons dan terakhir naik 4 persen menjadi 2.735 dollar AS per ons.
HSBC memperkirakan defisit struktural pasar platinum akan meningkat hingga 1,2 juta ons pada tahun ini, menjadikannya alternatif investasi yang menarik.
Sementara itu, palladium juga mencatat kenaikan sebesar 4,3 persen ke posisi 2.002,22 dollar AS per ons.
Tag: #harga #perak #naik #persen #capai #rekor #tertinggi #sepanjang #sejarah