RI-Inggris Sepakati Kerja Sama Ekonomi, Investasi Maritim Rp 90,8 T
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer serta Larry the Cat di depan Kantor PM Inggris, Downing Street, London, pada Selasa (20/1/2026).(Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
12:20
23 Januari 2026

RI-Inggris Sepakati Kerja Sama Ekonomi, Investasi Maritim Rp 90,8 T

Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Inggris pada pekan ketiga Januari 2026 berbuah sejumlah kesepakatan ekonomi yang mengokohkan hubungan bilateral kedua negara.

Agenda yang berlangsung sejak 18 Januari 2026 lalu di London dan sekitarnya difokuskan pada peningkatan kerja sama strategis yang melintas sektor, dari investasi besar sampai penguatan hubungan pendidikan dan maritim.

Kunjungan yang juga mencakup pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer dan Raja Charles III itu menghasilkan komitmen konkret yang dinilai punya dampak jangka panjang bagi perekonomian kedua negara.

Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (kiri) di Downing Street 10, London, Inggris, Selasa (20/1/2026). Kunjungan Presiden Prabowo tersebut dalam rangka memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Inggris.ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (kiri) di Downing Street 10, London, Inggris, Selasa (20/1/2026). Kunjungan Presiden Prabowo tersebut dalam rangka memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Inggris.

Peluncuran kemitraan strategis dan Economic Growth Partnership

Pertemuan bilateral utama antara Presiden Prabowo dan PM Starmer berlangsung di kantor Perdana Menteri Inggris, 10 Downing Street, pada 20 Januari 2026.

Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin menyepakati Indonesia–United Kingdom Strategic Partnership yang ditandai dengan sejumlah komitmen kerja sama di bidang ekonomi, iklim, pertahanan, dan sumber daya manusia.

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Inggris, kesepakatan ini merupakan lanjutan dari Pernyataan Bersama yang telah disepakati pada 2024 dan kini diformalkan menjadi kerangka kerja sama yang lebih terukur.

Dalam pertemuan di London, PM Starmer menekankan hubungan kedua negara yang terus berkembang dan menyatakan dukungan Inggris terhadap kemitraan strategis tersebut.

"Kami menyambut kemajuan kuat dalam Strategic Partnership antara Inggris dan Indonesia yang kami sepakati pada 2024 dan secara formal disepakati kembali hari ini,” ujar Starmer dalam pernyataan resmi Downing Street.

Presiden Prabowo Subianto (kiri) saat bertemu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (kanan) di Downing Street 10, London, Inggris, Selasa (20/1/2026). Kunjungan Presiden Prabowo tersebut dalam rangka memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Inggris.KBRI LONDON Presiden Prabowo Subianto (kiri) saat bertemu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (kanan) di Downing Street 10, London, Inggris, Selasa (20/1/2026). Kunjungan Presiden Prabowo tersebut dalam rangka memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Inggris.

Sebagai bagian dari kemitraan strategis itu, kedua negara meluncurkan Economic Growth Partnership (EGP), inisiatif yang dirancang untuk memperdalam kerja sama perdagangan dan investasi.

EGP ditandatangani di London oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto dan Secretary of State for Business and Trade Inggris, Peter Kyle.

EGP fokus pada pelibatan sektor swasta serta dukungan pada sektor-sektor strategis seperti energi bersih, ekonomi digital, infrastruktur, dan layanan kesehatan

Dalam sambutannya terkait peluncuran EGP, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey menyebut kesepakatan ini sebagai langkah historis yang membawa hubungan perdagangan Indonesia–Inggris ke level lebih tinggi karena memperluas ruang kerja sama di sektor-sektor penting dan membuka peluang investasi dua arah.

Komitmen investasi signifikan di sektor maritim

Salah satu hasil paling menonjol dari kunjungan kerja ini adalah komitmen investasi Inggris sebesar 4 miliar poundsterling atau setara sekitar Rp 90,8 triliun (asumsi kurs Rp 22.700 per poundsterling) yang disampaikan selama pertemuan dengan pemerintah Indonesia.

Komitmen ini terutama tertuju pada program kemitraan maritim (Maritime Partnership Programme) yang sebelumnya telah disepakati secara virtual pada pertemuan G20 November 2025.

Pemerintah Inggris menyatakan, program ini akan mendukung penciptaan ribuan lapangan kerja di kota-kota pelabuhan Inggris seperti Rosyth, Bristol, dan Devonport sekaligus memperluas aktivitas produksi di Indonesia.

Pemerintah Indonesia memandang kerja sama maritim ini sebagai salah satu pilar penting untuk pembangunan ekonomi laut dan perikanan nasional.

Dalam keterangan resmi Sekretariat Kabinet terkait program tersebut, disebut bahwa dukungan Inggris akan difokuskan pada pembangunan dan perakitan kapal nelayan di dalam negeri.

(kiri-kanan): Scott McDonald (Chief Executive British Council), Sir Steve Smith (UK International Education Champion), Presiden RI Prabowo Subianto, Prof. Brian Yuliarto (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI) dalam roundtable pendidikan tinggi Inggris?Indonesia di Lancaster House, London, Selasa (20/1/2026).British Council (kiri-kanan): Scott McDonald (Chief Executive British Council), Sir Steve Smith (UK International Education Champion), Presiden RI Prabowo Subianto, Prof. Brian Yuliarto (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI) dalam roundtable pendidikan tinggi Inggris?Indonesia di Lancaster House, London, Selasa (20/1/2026).

Rencana itu diproyeksikan mencakup sekitar 1.500 kapal nelayan dengan potensi menyerap tenaga kerja besar, termasuk di sektor produksi dan perakitan kapal.

Presiden Prabowo dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa kerja sama maritim bukan semata soal investasi, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional yang lebih luas.

Ia menyampaikan keyakinannya bahwa kolaborasi dengan Inggris akan menghadirkan teknologi dan skala finansial yang diperlukan untuk memperkuat sektor-sektor ini.

Perluasan kerja sama pendidikan dan sumber daya manusia

Selain komitmen investasi besar, kunjungan Presiden Prabowo juga menyoroti upaya penguatan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan.

Selama berada di London, Presiden bertemu dengan perwakilan dari sejumlah universitas terkemuka Inggris, termasuk anggota Russell Group, untuk membahas kolaborasi dalam pendidikan tinggi.

Dalam keterangannya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan pembicaraan tersebut meliputi rencana pendirian kampus baru di Indonesia yang fokus pada pendidikan kedokteran dan STEM (science, technology, engineering, and mathematics), serta peningkatan mobilitas mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Inggris.

Upaya ini juga mencakup berbagai bentuk kolaborasi akademik, pertukaran dosen, dan program pelatihan yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas pendidikan tinggi di Indonesia sekaligus menjalin hubungan yang lebih erat antara institusi pendidikan kedua negara.

Rangkaian pertemuan dan forum bisnis

Agenda kunjungan Presiden Prabowo tidak hanya berfokus pada pertemuan bilateral pemerintah saja, tetapi juga melibatkan forum bisnis dan pertemuan dengan konglomerat serta pelaku usaha Inggris.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Raja Inggris Charles III sebelum menghadiri Pertemuan Filantropi Konservasi Gajah Peusangan yang digelar di Lancaster House, London, pada Rabu (21/1/2026).Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Raja Inggris Charles III sebelum menghadiri Pertemuan Filantropi Konservasi Gajah Peusangan yang digelar di Lancaster House, London, pada Rabu (21/1/2026).

Forum bisnis ini menjadi ruang untuk menyampaikan peluang investasi di Indonesia langsung kepada pelaku usaha Inggris dan internasional, serta mendiskusikan lingkungan investasi yang lebih kondusif di Indonesia.

Diskusi isu global dan lingkungan

Selama kunjungannya, Presiden Prabowo juga mengadakan pertemuan dengan Raja Inggris Charles III yang menyoroti kerja sama dalam konservasi alam dan lingkungan hidup.

Pertemuan ini mencerminkan dimensi kerja sama bilateral yang tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga meliputi isu-isu global seperti pemulihan kawasan hutan dan taman nasional.

Tag:  #inggris #sepakati #kerja #sama #ekonomi #investasi #maritim

KOMENTAR