Pidato di WEF, Prabowo Pastikan BUMN Dipangkas dari 1.044 Jadi 300
- Presiden Prabowo Subianto memastikan akan ada perampingan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Nantinya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memangkas jumlah BUMN dari 1.044 perusahaan menjadi sekitar 300 entitas saja.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato kunci pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Langkah tersebut merupakan aksi pembenahan pengelolaan aset negara agar lebih fokus, efisien, dan profesional. Rasionalisasi BUMN diyakini menjadi fondasi bagi penguatan peran Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF).
“Saat ini Danantara mengelola 1.044 perusahaan negara. Jumlah tersebut akan kami kurangi menjadi sekitar 300. Kami akan melakukan rasionalisasi, menghilangkan inefisiensi, dan menerapkan tata kelola terbaik berdasarkan standar internasional,” ujar Presiden.
Pembenahan BUMN melalui Danantara
Ia menegaskan telah memberikan kewenangan penuh kepada Danantara untuk merekrut sosok profesional terbaik, termasuk dari luar negeri, guna memimpin perusahaan-perusahaan negara. Langkah ini ditempuh untuk memastikan standar tata kelola yang setara dengan praktik terbaik global.
“Saya telah memberi kewenangan kepada Danantara untuk merekrut profesional, termasuk dari luar negeri, untuk memimpin perusahaan-perusahaan tersebut,” paparnya.
Menurutnya, pembenahan BUMN melalui Danantara tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional yang lebih luas.
Agenda tersebut mencakup penguatan program sosial, percepatan hilirisasi sumber daya alam, serta upaya mencapai swasembada pangan dan energi, yang seluruhnya membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan manajemen aset negara yang efektif.
“Kami menginginkan tata kelola terbaik di dunia. Itulah cara kami membangun Indonesia hari ini. Dari program sosial, hingga hilirisasi sumber daya alam, hingga swasembada pangan dan energi, semuanya dijalankan oleh kepemimpinan yang kuat,” lanjut Prabowo.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menekankan bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada keamanan dan stabilitas, tetapi juga pada keberadaan perusahaan dan ketersediaan modal yang dialokasikan secara efisien.
Prabowo ceritakan dasar pembentukan Danantara
Atas dasar itu, pemerintah membentuk Danantara Indonesia pada Februari 2025 lalu sebagai SWF.
Prabowo menyebut Danantara, yang berarti energi untuk memengaruhi masa depan Indonesia, dirancang sebagai kendaraan utama pengelolaan modal negara.
Saat ini, Danantara diperkirakan memiliki aset kelolaan sebesar 1 triliun dollar AS, yang diproyeksikan menjadi tulang punggung pembiayaan industrialisasi nasional dan pengembangan industri masa depan.
Danantara juga membuka ruang bagi kerja sama investasi global dan pertumbuhan bersama mitra internasional.
Pemerintah, kata Prabowo, bertekad menjalankan industrialisasi nasional secara signifikan, namun tetap dilakukan secara terukur dan bijaksana melalui tata kelola yang kuat dan akuntabilitas institusional.
Tag: #pidato #prabowo #pastikan #bumn #dipangkas #dari #1044 #jadi