Rehabilitasi Pascabencana Sumatera Tunjukkan Perkembangan Positif
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Satgas di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (26/1/2026).(Dok. Kemendagri)
18:34
26 Januari 2026

Rehabilitasi Pascabencana Sumatera Tunjukkan Perkembangan Positif

- Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera terus menunjukkan perkembangan positif.

Upaya kolaboratif lintas sektor telah membuahkan kemajuan nyata di berbagai daerah terdampak di Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), dan Aceh.

“Banyak kemajuan yang sudah kita capai dalam memulihkan wilayah-wilayah terdampak di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” ujar Tito dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (26/1/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin.

Di Sumbar, sebanyak 16 dari 19 kabupaten/kota tercatat terdampak bencana. Hingga kini, lima daerah telah kembali normal, antara lain Kabupaten Solok Selatan, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Sementara itu, enam daerah sudah berada pada fase mendekati normal, yakni Kota Solok, Kepulauan Mentawai, Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Pasaman Barat. Adapun sejumlah wilayah lain masih menjadi perhatian khusus.

Tito menyebut, perbaikan infrastruktur dasar, seperti jembatan, sekolah, rumah ibadah, pasar, dan fasilitas umum terus dikebut. Layanan dasar, meliputi listrik, internet, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), air bersih, serta distribusi gas liquefied petroleum gas (LPG) juga terus dipulihkan secara bertahap.

Selain itu, normalisasi sungai di beberapa titik turut menjadi bagian penting dari upaya pemulihan sekaligus mitigasi ke depan.

Di Sumut, progres pemulihan juga menunjukkan percepatan signifikan. Dari 18 kabupaten/kota terdampak, lima daerah telah kembali normal, yakni Kota Medan, Kabupaten Nias, Kabupaten Langkat, Kabupaten Asahan, dan Kabupaten Batu Bara.

Di sisi lain, 11 kabupaten sudah berada pada tahap mendekati normal dan sisanya masih membutuhkan perhatian khusus, seperti Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara.

Meski demikian, aktivitas pemerintahan, layanan kesehatan, pendidikan, serta kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak telah kembali berjalan.

Di Aceh, pemulihan membutuhkan upaya lebih keras. Dari 18 kabupaten/kota terdampak, satu daerah telah pulih sepenuhnya, sedangkan sembilan daerah lainnya berada pada fase mendekati normal.

Akses jalan yang sempat terputus di wilayah dataran tinggi, seperti Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah, kini mulai terbuka melalui jembatan sementara, sehingga distribusi logistik kembali berjalan. Pemerintah juga terus memperkuat stok pangan di wilayah ini.

“Daerah-daerah ini perlu kita perkuat stok logistik hingga tiga bulan sebagai langkah antisipasi,” tegas Tito.

Di wilayah dataran rendah, seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya, upaya pembersihan endapan lumpur terus dilakukan secara masif dengan melibatkan ribuan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), sekolah kedinasan, dan masyarakat.

Secara umum, layanan dasar masyarakat di wilayah terdampak terus menunjukkan perbaikan, mulai dari SPBU yang kembali beroperasi, distribusi energi terus distabilkan, layanan air bersih dan gas LPG berangsur normal, hingga aktivitas pemerintahan kembali berjalan di hampir seluruh daerah terdampak bencana.

Normalisasi sungai di berbagai wilayah juga menjadi perhatian utama pemerintah sebagai bagian dari upaya pemulihan sekaligus mitigasi risiko bencana ke depan.

"Contoh penyelesaian persoalan sungai ada di Tapanuli Tengah. Sungai itu dikerok dan dibuatkan tanggul pada sebelah kanan dan kirinya," jelas Tito.

Dengan pemulihan yang terus menguat, pemerintah optimistis rehabilitasi pascabencana di Sumatera akan terus menunjukkan kemajuan nyata dan berkelanjutan hingga kehidupan masyarakat benar-benar kembali pulih dan bergerak normal.

Tag:  #rehabilitasi #pascabencana #sumatera #tunjukkan #perkembangan #positif

KOMENTAR