Minat Haji Usia Produktif Menguat, Bank Mega Syariah Catat Lonjakan Nasabah Muda
— Perencanaan ibadah haji di Indonesia mulai menunjukkan pergeseran demografis. Kelompok usia produktif, terutama generasi muda, kian aktif mempersiapkan haji sejak dini.
Fenomena ini tercermin dari data dan program yang dijalankan Bank Mega Syariah, termasuk melalui program apresiasi nasabah Poin Haji Berkah.
Pada Kamis (15/1/2026) lalu, Bank Mega Syariah mengumumkan pemenang Poin Haji Berkah Tahap 3. Sebanyak 20 nasabah terpilih melalui pemilihan acak, dengan hadiah 10 unit smartphone, lima unit sepeda motor, serta hadiah utama lima paket voucher umrah senilai masing-masing Rp 29,2 juta.
Ilustrasi haji dan umrah.
Pemenang ditentukan dari nasabah yang memenuhi kriteria poin dan saldo sesuai ketentuan program.
Program Poin Haji Berkah berlangsung sejak 1 April 2025 hingga 31 Maret 2026. Sebelumnya, pemilihan acak telah dilakukan pada tahap 1 dan 2, dan masih akan berlanjut ke tahap 4 serta satu kali Grand Prize.
Di balik program loyalitas tersebut, Bank Mega Syariah mencatat tren yang lebih luas dalam portofolio tabungan haji. Perencanaan haji tidak lagi didominasi kelompok usia mendekati pensiun, melainkan mulai digerakkan oleh generasi muda.
Direktur Bisnis Bank Mega Syariah Rasmoro Pramono Aji menyampaikan, hingga Desember 2025, profil nasabah Tabungan Haji yang telah memperoleh porsi haji menunjukkan pergeseran signifikan.
Kelompok milenial berusia 29 sampai 44 tahun mencatat porsi pertumbuhan akuisisi terbesar, yakni 43 persen, disusul Gen X usia 44 sampai 57 tahun sebesar 26,5 persen.
Ilustrasi haji 2026. Biaya haji 2025. Biaya haji 2026 terbaru. Biaya haji 2026 per orang. Biaya haji 2026 reguler.
“Kami melihat kesadaran untuk mempersiapkan ibadah haji sejak dini tumbuh sangat pesat,” ujar Rasmoro dalam siaran pers, Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan, hingga akhir 2025, akuisisi nasabah dari kelompok Gen Z tumbuh 39,1 persen secara tahunan.
Menurut manajemen, peningkatan minat generasi muda ini berkaitan dengan kemudahan akses produk Tabungan Haji iB. Produk tersebut menggunakan akad Mudharabah Mutlaqah, bebas biaya administrasi bulanan, serta terintegrasi langsung dengan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT).
Integrasi ini memungkinkan proses pendaftaran haji dilakukan lebih praktis dan transparan.
Selain itu, pembukaan tabungan haji kini dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi M-Syariah tanpa harus datang ke kantor cabang.
Fitur digital ini dinilai relevan bagi kelompok usia produktif yang terbiasa dengan layanan perbankan berbasis aplikasi.
Dengan waktu tunggu keberangkatan haji yang dapat mencapai puluhan tahun, menabung sejak usia muda menjadi salah satu strategi yang dipertimbangkan masyarakat agar dapat beribadah dalam kondisi fisik yang masih prima.
Tren ini kemudian tercermin pada kinerja keuangan Bank Mega Syariah sepanjang 2025.
Berdasarkan data perusahaan, volume tabungan Bank Mega Syariah meningkat lebih dari 8,05 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga akhir 2025.
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan perluasan basis nasabah, tercermin dari jumlah rekening yang tumbuh lebih dari 4,8 persen (yoy).
“Di tahun 2025 Bank Mega Syariah memberangkatkan lebih dari 4.400 jamaah haji,” kata Rasmoro.
Seiring berlanjutnya program Poin Haji Berkah hingga Maret 2026, Bank Mega Syariah masih membuka peluang bagi nasabah untuk mengikuti pemilihan acak tahap berikutnya.
Program ini berjalan bersamaan dengan tren meningkatnya partisipasi generasi muda dalam perencanaan haji dan umrah melalui produk perbankan syariah.
Tag: #minat #haji #usia #produktif #menguat #bank #mega #syariah #catat #lonjakan #nasabah #muda