Trump Resmi Larang Investor Besar Beli Rumah Tapak di AS
- Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang investor besar Wall Street membeli dan memiliki rumah tapak.
Kebijakan ini dibuat agar harga rumah tidak terus naik dan masyarakat umum bisa lebih mudah membeli rumah.
“Sudah sejak lama, membeli dan memiliki rumah dianggap sebagai mimpi dan pencapaian warga AS. Ini juga dianggap sebagai cara berinvestasi dan membangun kekayaan,” mengutip pernyataan Trump, melansir The Hill, Kamis (22/1/2026).
“Tetapi karena inflasi dan suku bunga tinggi yang disebabkan oleh pemerintahan sebelumnya, mimpi itu semakin sulit dijangkau. Apalagi ada banyak warga negara AS yang merupakan pembeli rumah pertama,” tambah dia.
Trump mengatakan, investor-investor kakap Wall Street telah membeli cukup banyak rumah tapak.
Ini dinilai mendorong adanya persaingan dengan keluarga muda yang bekerja keras, untuk mencapai impian tersebut.
“Lingkungan dan komunitas yang dulunya dikendalikan oleh keluarga AS kelas menengah sekarang dijalankan oleh kepentingan korporasi,” ujar Trump.
“Orang-orang tinggal di rumah, bukan di perusahaan. Pemerintahan saya akan mengambil tindakan tegas untuk menghentikan investor memperlakukan lingkungan AS seperti perdagangan,” lanjut dia.
Dalam aturan tersebut, Trump menyebut bahwa dalam 30 hari, Menteri Keuangan Scott Bessent akan memaparkan lebih jauh mengenai definisi investor institusional besar, dan kaitannya dengan pembelian rumah keluarga tunggal.
Di sisi lain, anggota kabinet akan mengeluarkan pedoman untuk mencegah penyediaan, persetujuan, penjaminan, pengamanan, sekuritisasi, atau fasilitasi akuisisi oleh investor institusional besar atas rumah tapak.
Jaksa Agung AS Pam Bondi dan Ketua Komisi Perdagangan Federal Andrew Ferguson juga akan meninjau akuisisi substansial oleh investor besar dan memprioritaskan penegakan hukum antimonopoli.
Selain itu, aturan yang diteken Trump juga menargetkan praktik investor besar yang sengaja membiarkan rumah kosong atau mengatur harga sewa secara bersama-sama di pasar rumah tapak.
Praktik semacam ini dinilai membuat harga sewa dan harga rumah semakin mahal di tingkat lokal.
Sebelumnya, Trump sudah lebih dulu menyerukan larangan tersebut pada awal bulan ini.
Ia menegaskan kebijakan itu perlu segera diterapkan dan meminta Kongres untuk memberikan persetujuan agar aturan tersebut memiliki dasar hukum yang kuat.
“Untuk waktu yang sangat lama, membeli dan memiliki rumah dianggap sebagai puncak dari impian warga AS,” tulisnya.
“Itu adalah hadiah atas kerja keras dan melakukan hal yang benar, tetapi sekarang, karena inflasi tertinggi disebabkan oleh Joe Biden dan Partai Demokrat di Kongres, sehingga impian itu semakin sulit dijangkau, terutama warga AS yang masih muda,” lanjutnya.
Banyak perusahaan real estat dan perusahaan ekuitas swasta telah mengumpulkan sejumlah besar rumah keluarga tunggal yang pada akhirnya digunakan untuk disewakan, sehingga mengganggu pasar pembelian rumah.
Dalam kongres, Donald Trump dan Partai Republik menekankan isu keterjangkauan biaya hidup menjelang pemilu paruh waktu.
Mereka ingin meyakinkan pemilih bahwa inflasi sudah menurun dan harga-harga mulai membaik.
Namun, banyak warga AS yang masih merasa kondisi ekonomi belum berubah.
Trump pun mengakui hal itu pada Selasa lalu, dengan mengatakan bahwa pemerintahannya mungkin kurang berhasil menyampaikan capaian ekonomi kepada publik.
Tag: #trump #resmi #larang #investor #besar #beli #rumah #tapak