Purbaya di Tengah Jaga Independensi hingga Gaduh Tukar Guling Pejabat BI vs Kemenkeu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
07:08
22 Januari 2026

Purbaya di Tengah Jaga Independensi hingga Gaduh Tukar Guling Pejabat BI vs Kemenkeu

- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berada di pusaran isu sensitif di sektor moneter, di tengah sorotan publik soal independensi Bank Indonesia (BI) dan menguatnya kabar rencana masuknya Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono ke jajaran bank sentral.

Isu tersebut mencuat bersamaan dengan dinamika internal BI yang ramai diperbincangkan, termasuk spekulasi soal tukar guling pejabat BI dan Kemenkeu.

Situasi ini membuat relasi antara otoritas fiskal dan moneter kembali menjadi perhatian, terutama ketika stabilitas rupiah dan kepercayaan pasar masih diuji oleh ketidakpastian global.

Namun Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga independensi Bank Indonesia dan tidak akan mencampuri urusan internal lembaga tersebut, termasuk terkait penempatan pejabat.

“Kalau Juda Agung masuk ke saya, jangan-jangan orang Pak Perry mau menekan saya di dalam. Tapi ini satu exchange yang saya pikir seimbang. Tidak ada yang aneh, independensi tidak ada hubungannya,” kata Purbaya di Kompleks Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Pernyataan itu menjadi penting di tengah berkembangnya kabar bahwa Wamenkeu Thomas Djiwandono disebut-sebut akan mengisi posisi strategis di Bank Indonesia.

Purbaya menekankan bahwa setiap pengisian jabatan di BI harus mengikuti aturan dan proses yang berlaku.

Ia menilai kekhawatiran soal independensi bank sentral terlalu dibesar-besarkan, terutama jika dikaitkan dengan latar belakang politik Thomas yang masih menjadi kader Gerindra.

Ia menegaskan, jika seseorang masuk ke BI, maka independensi justru menjadi keharusan.

“Pastinya mundur nantikan, kan gampang selesai. Pas proper and test udah mundur. Pastinya mundur dulu. Gak ada masalah,” kata Purbaya ditemui di Kementerian Keuangan pada Selasa (20/1/2026).

Isu pergeseran pejabat BI dan kemungkinan masuknya figur dari Kementerian Keuangan muncul di saat kondisi global masih diliputi ketidakpastian.

Di mana posisi Thomas, akan digantikan oleh Juda Agung sang mantan Deputi BI.

Dalam hal tersebut, Purbaya memilih mengambil peran menjaga stabilitas dari sisi fiskal.

Ia menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah memperkuat fondasi ekonomi domestik, menjaga disiplin APBN, serta memastikan kesinambungan fiskal jangka menengah.

Menurut Purbaya, stabilitas ekonomi tidak bisa hanya bertumpu pada satu institusi.

Namun koordinasi antarlembaga harus tetap berada dalam koridor kewenangan masing-masing.

Sekadar informasi, proses pergantian posisi antara Juda Agung dan Thomas Djiwandono masih berjalan. Thomas juga harus mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI. Purbaya menyebut proses itu ditargetkan selesai sebelum Februari.

Bank Indonesia (BI) ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa/am. Bank Indonesia (BI)

Juda Agung mundur

Sebelum Thomas masuk ke bursa calon BI, Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung mengundurkan diri dari jabatannya.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, surat pengunduran diri telah diajukan kepada Presiden sejak 13 Januari 2026.

"Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bapak Juda Agung, telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden RI, terhitung sejak tanggal Januari 2026," ujar Ramdan dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin.

Ramdan menjelaskan, Gubernur BI kemudian menyampaikan rekomendasi nama calon pengganti kepada Presiden.

Presiden lalu mengirimkan Surat Presiden ke DPR RI untuk memulai proses seleksi melalui uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI. "Selanjutnya, Presiden mengusulkan dan mengangkat Deputi Gubernur terpilih sebagaimana persetujuan DPR," kata Ramdan.

Proses tersebut mengikuti ketentuan Pasal 41, Pasal 48, dan Pasal 50 Undang-undang Bank Indonesia sebagaimana terakhir diubah melalui Undang-undang Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

Di sisi lain, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyebut Presiden Prabowo mengusulkan tiga nama calon Deputi Gubernur BI.

Nama tersebut adalah Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro.

“Tiga-tiganya nanti kan kita rapatkan di Komisi XI keputusan politiknya karena itu adalah jabatan politis nanti kesepakatan politiknya seperti apa,” ujar Misbakhun di Gedung DPR RI, Jakarta.

Tag:  #purbaya #tengah #jaga #independensi #hingga #gaduh #tukar #guling #pejabat #kemenkeu

KOMENTAR