Diplomasi Pupuk: Indonesia Amankan Gas dan Fosfat dari Aljazair
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memimpin delegasi tingkat tinggi Indonesia melakukan pertemuan dengan Menteri Negara sekaligus Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair Mohamed Arkab di Aljir, Selasa (20/1/2026).(DOK. PUPUK INDONESIA)
19:48
21 Januari 2026

Diplomasi Pupuk: Indonesia Amankan Gas dan Fosfat dari Aljazair

Pemerintah Indonesia memperkuat langkah diplomasi ekonomi untuk mengamankan bahan baku pupuk sebagai bagian dari upaya menekan biaya produksi pertanian.

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar negara hadir lebih nyata dalam menjamin ketersediaan pupuk yang terjangkau dan berkelanjutan bagi petani.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memimpin delegasi tingkat tinggi Indonesia melakukan pertemuan dengan Menteri Negara sekaligus Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair Mohamed Arkab di Aljir, Selasa (20/1/2026).

Ilustrasi Pupuk IndonesiaDok. Pupuk Indonesia Ilustrasi Pupuk Indonesia

Kunjungan kerja yang berlangsung pada 19 hingga 21 Januari 2026 itu dilakukan bersama jajaran PT Pupuk Indonesia (Persero).

Sudaryono mengatakan, agenda utama kunjungan tersebut adalah mengamankan pasokan bahan baku pupuk bagi kebutuhan nasional, terutama gas dan fosfat yang menjadi komponen utama industri pupuk.

“Selama tiga hari ini kami melakukan kunjungan kerja ke Aljazair dalam kaitannya untuk mengamankan pasokan bahan baku untuk pupuk kita,” kata Sudaryono dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1/2026).

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Indonesia dan Aljazair membahas penguatan kerja sama strategis di sektor hidrokarbon, energi, dan pertambangan.

Pembahasan mencakup peluang kemitraan antara perusahaan kedua negara, khususnya dalam pengembangan gas dan fosfat sebagai bahan baku pupuk.

Menurut Sudaryono, langkah ini dijalankan sebagai mandat langsung Presiden Prabowo untuk membangun kemandirian pupuk nasional dan menekan biaya produksi pertanian.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto memerintahkan kami memastikan pupuk tersedia dengan harga murah dan terjangkau bagi petani. Salah satu kuncinya adalah menjamin pasokan bahan baku pupuk melalui kerja sama strategis dengan negara sahabat seperti Aljazair,” ujar Sudaryono.

Wamentan Sudaryono dalam Gala Dinner Tani Merdeka yang berlangsung di Gradhika Bakti Praja, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (29/11/25).DOK. KEMENTAN Wamentan Sudaryono dalam Gala Dinner Tani Merdeka yang berlangsung di Gradhika Bakti Praja, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (29/11/25).

Ia menambahkan, ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku pupuk perlu dikurangi melalui skema kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan, terutama dalam pengamanan pasokan gas dan fosfat bagi industri pupuk nasional.

“Kerja sama ini bukan sekadar bisnis, tetapi bagian dari strategi besar negara untuk menurunkan biaya produksi pupuk, memperkuat industri dalam negeri, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani,” katanya.

Dalam pertemuan itu juga dibahas prospek kerja sama antara Grup Sonarem beserta anak perusahaannya dengan Pupuk Indonesia, mencakup pengembangan proyek fosfat dan gas di Aljazair mulai dari tahap eksploitasi, pengolahan, hingga pemasaran.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat kapasitas produksi pupuk nasional Indonesia.

Sebagai tindak lanjut konkret, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara perusahaan tambang fosfat Aljazair, Somiphos, anak usaha Grup Sonarem, dengan Pupuk Indonesia.

MoU ini bertujuan mempelajari dan mengembangkan peluang kerja sama di bidang fosfat sebagai bahan baku pupuk.

“Jadi kita ingin bagaimana bahan baku yang kita beli itu kemudian kita menguasai bahan baku di negara asal dan kemudian kita buat industrinya,” kata Sudaryono.

Pemerintah Aljazair dalam kesempatan tersebut menyampaikan komitmen untuk membangun kemitraan strategis yang seimbang dan saling menguntungkan dengan Indonesia, dengan menekankan prinsip manfaat bersama, alih teknologi, dan optimalisasi sumber daya nasional.

Menutup rangkaian kegiatan, Sudaryono menegaskan bahwa diplomasi ekonomi yang dijalankan pemerintah merupakan bagian dari implementasi langsung visi Presiden Prabowo.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad PribadiDok. Pupuk Indonesia Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi

“Target kita jelas, menjalankan perintah Presiden Prabowo untuk mewujudkan harga pupuk yang murah, tersedia, dan tepat waktu. Semua langkah ini kami lakukan agar petani Indonesia bisa bekerja dengan tenang dan sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyatakan dukungannya terhadap kerja sama tersebut.

Menurut dia, pengamanan bahan baku dengan harga kompetitif menjadi faktor kunci dalam menekan biaya produksi pupuk.

“Kesepakatan ini merupakan upaya mencari bahan baku pupuk yang murah, termasuk gas, sehingga kita bisa memproduksi pupuk yang lebih murah yang dampaknya meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Rahmad.

Tag:  #diplomasi #pupuk #indonesia #amankan #fosfat #dari #aljazair

KOMENTAR