Penyebab Rupiah Melemah: Faktor Global hingga Pencalonan Thomas Djiwandono
Bank Indonesia (BI) membeberkan sederet faktor yang menyebabkan nilai tukar rupiah melemah mendekati Rp 17.000 per dollar AS pada pekan ini.
BI mencatat, nilai tukar rupiah pada Kamis (20/1/2026) sebesar Rp 16.945 per dollar AS, melemah 1,53 persen point to point dibandingkan akhir Desember 2025.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah pada awal tahun ini disebabkan oleh faktor global dan domestik.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat memberikan sambutan di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 Jumat (28/11/2025).
Di sisi eksternal, kondisi geopolitik, kebijakan tarif Amerika Serikat (AS), tingginya imbal hasil US Treasury tenor 2 dan 3 tahun, dan rendahnya kemungkinan penurunan suku bunga acuan AS (Fed Funds Rate) turut menyebabkan rupiah terdepresiasi di awal tahun ini.
Tidak hanya itu, aliran modal asing yang keluar dari pasar negera berkembang ke negara maju seperti AS turut menambah tekanan pada mata uang Garuda.
Perry mengungkapkan, meningkatnya ketidakpastian keuangan global mendorong aliran keluar modal asing pada investasi portofolio yang hingga 19 Januari 2026 mencatat net outflows sebesar 1,6 miliar dollar AS.
"Perkembangan nilai tukar ini memang dipengaruhi baik oleh faktor-faktor global maupun faktor-faktor domestik," ujarnya saat konferensi pers RDG BI, Rabu (21/1/2026).
Di sisi lain, Perry mengungkapkan, faktor domestik juga turut berkontribusi pada pelemahan rupiah.
Pertama, aliran modal asing keluar akibat kebutuhan valuta asing yang sangat besar oleh berbagai korporasi. Salah satunya PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Faktor penghambat kedua ialah timbulnya sentimen negatif pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia dan pencalonan keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono, menjadi Deputi Gubernur BI.
Latar belakang pendidika Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan yang menjadi calon Deputi Gubernur BI."Ini persepsi pasar terhadap kondisi fiskal dan juga proses pencalonan deputi gubernur," kata Perry.
Terkait pencalonan Thomas tersebut, Perry memastikan hal itu tidak akan mengganggu independensi BI sebagai bank sentral karena pelaksanaan tugas dan kewenangan BI dipastikan tetap profesional dan sesuai dengan tata kelola yang kuat.
"Proses pengambilan keputusan kebijakan di Bank Indonesia tetap kami pastikan dilakukan secara profesional dengan tata kelola yang kuat," tegasnya.
Sebagai informasi, pada perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah kembali ditutup menguat setelah terus melemah sejak akhir pekan lalu.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp 16.936 per dollar AS. Rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp 16.956 per dolar AS.
Tag: #penyebab #rupiah #melemah #faktor #global #hingga #pencalonan #thomas #djiwandono