Menhaj Gus Irfan: Petugas Haji Wajah Indonesia di Mata Dunia, Harus Bertugas dengan Baik
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) menyampaikan, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mencerminkan wajah Indonesia di mata dunia.
Karena itu, Gus Irfan mengingatkan kepada seluruh petugas haji 2026 untuk menjalankan tugas yang telah diamanahkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dengan sebaik-baiknya.
"Presiden menyampaikan bahwa para petugas haji adalah wajah Indonesia di mata dunia. Wajah negara di mata jemaah haji sehingga mereka harus benar-benar bertugas dengan sebaik-baiknya," kata Gus Irfan di Lapangan Galaxy Markas Komando Daerah Operasi Udara 1, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Baca juga: Amanat Prabowo untuk Petugas Haji: Penyelenggaraan Haji Amanah Besar
Gus Irfan menuturkan, para petugas dipersiapkan bukan hanya sekadar memahami tugas, tetapi juga menyatukan langkah dalam satu misi menjalankan amanah negara.
"Mereka menjalankan amanah dari negara, amanah dari umat juga sehingga semuanya harus bisa berjalan dengan sebaik-baiknya," tuturnya.
Agar dapat menjalankan amanah itu, para petugas haji telah melaksanakan Pembekalan Pelatihan dan Pendidikan (Diklat) di Asrama Haji Jakarta, Jakarta Timur selama 20 hari.
"Karena itu 20 hari kita bondingkan supaya mereka bisa bekerja dengan baik. Kalau bertemu di Arab Saudi tentu perlu waktu untuk bisa bonding itu," ucapnya.
Gus Irfan menuturkan, selama diklat, para petugas ditempa dengan serangkaian pelatihan intensif yang meliputi disiplin, penguatan fisik, serta pengenalan tugas.
Baca juga: Kemenhaj Tegaskan Petugas Haji Harus Penuhi 3 Syarat untuk Berangkat ke Tanah Suci
"Pertama disiplin pasti. Yang kedua fisik. Karena kegiatan haji itu memerlukan fisik. Jemaah haji saja perlu fisik apalagi petugas haji, ketiga pengenalan tugas," jelasnya.
Selain itu, petugas haji juga perlu kekompakan.
Melalui diklat, ikatan emosional antar petugas dibentuk dengan baik.
"Tentunya perlu bonding. Karena mereka berasal dari seluruh Indonesia, berasal dari berbagai institusi dan mereka baru kenal di sini," jelasnya.
Proses diklat tidak berhenti sampai di pembekalan, Gus Irfan mengungkapkan bahwa setelah ini akan ada pembelajaran bahasa Arab dan fikih bagi para petugas selama 10 hari.
"Masih ada 10 hari lagi untuk mereka kami berikan materi secara online, termasuk bahasa Arab, pengenalan budaya Arab, sehingga kami berharap para petugas haji paham bahasa dan paham tentang kultur dan budaya Arab supaya tidak canggung ketika berada di lokasi sana," ucapnya.
Tag: #menhaj #irfan #petugas #haji #wajah #indonesia #mata #dunia #harus #bertugas #dengan #baik