BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp 16.935 per Dollar AS
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan Rabu (21/1/2026)(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN/DOKUMENTASI BLOOMBERG )
17:12
21 Januari 2026

BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp 16.935 per Dollar AS

- Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (21/1/2026). Penguatan mata uang garuda sejalan dengan keputusan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuan (BI Rate).

Berdasarkan data Bloomberg, pukul 14.59 WIB, rupiah ditutup di level Rp 16.936 per dollar AS. Posisi ini menguat 20 poin atau 0,12 persen dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp 16.956 per dolar AS.

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen. Sejalan dengan keputusan tersebut, suku bunga deposit facility tetap berada di level 3,75 persen, sementara suku bunga lending facility dipertahankan di 5,5 persen.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan kebijakan menahan suku bunga ini ditempuh sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global. Selain itu, keputusan itu juga diarahkan untuk memastikan inflasi tetap terkendali sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi agar bergerak sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.

“Berdasarkan asesmen menyeluruh tersebut, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 20 dan 21 Januari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75 persen,” ujarnya dalam konferensi pers RDG BI, Rabu siang tadi.

Meski menahan suku bunga acuan, BI menegaskan tetap melanjutkan upaya memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah dijalankan sebelumnya. Langkah ini dilakukan agar kebijakan yang ditempuh dapat lebih cepat dan efektif dirasakan oleh sektor riil serta sistem keuangan.

Sebagai catatan, sepanjang 2025 BI telah memangkas suku bunga acuan sebanyak lima kali dengan total penurunan mencapai 125 basis poin. Suku bunga yang semula berada di level 6 persen pada akhir 2024 kini telah turun menjadi 4,75 persen.

Perry menyampaikan, ruang penurunan suku bunga masih terbuka ke depan, seiring proyeksi inflasi pada 2026 dan 2027 yang diperkirakan tetap berada dalam sasaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.

“BI akan terus mencermati ruang penurunan BI Rate lebih lanjut, dengan prakiraan inflasi yang terkendali serta perlunya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” ucapnya.

Di sisi lain, pelonggaran kebijakan makroprudensial juga terus diperkuat melalui peningkatan efektivitas penyaluran likuiditas kepada perbankan. Upaya ini diarahkan untuk mempercepat penurunan suku bunga perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan kredit pembiayaan ke sektor riil, khususnya sektor-sektor prioritas pemerintah.

Sementara itu, kebijakan sistem pembayaran tetap difokuskan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. BI mendorong perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran nasional.

“Arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran tersebut yg diarahkan untuk tetap mempertahankan stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tersebut didukung dengan langkah-langkah kebijakan lain,” tuturnya.

Tag:  #tahan #suku #bunga #rupiah #berbalik #menguat #16935 #dollar

KOMENTAR