Jalur KA Pantura Terganggu? Ini 6 Rute Kereta Pengganti yang Tetap Aktif dan Bisa Jadi Alternatif
- Gangguan perjalanan kereta api kembali terjadi di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa. Curah hujan tinggi yang memicu banjir di wilayah Pekalongan hingga Semarang membuat sebagian lintas kereta tidak dapat dilalui secara normal.
Akibatnya, puluhan perjalanan kereta api terpaksa dibatalkan demi menjaga keselamatan penumpang. Tak sedikit juga yang sudah terlanjur naik kereta mesti menunggu lama bahkan hingga berjam-jam.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat sebenarnya masih memiliki pilihan rute pengganti. Sejumlah kereta api yang melintas jalur selatan Jawa tetap beroperasi dan bisa menjadi solusi bagi penumpang yang harus bepergian antarkota, terutama menuju Yogyakarta, Solo, Bandung, hingga Surabaya.
Berikut ini enam rute dan kelompok kereta yang bisa dijadikan alternatif saat jalur Pantura terganggu.
1. Rute Bandung – Solo – Surabaya via Jalur Selatan
Lintasan ini menjadi salah satu tulang punggung perjalanan jarak jauh di luar Pantura. Kereta seperti Argo Wilis, Turangga, Argo Semeru, dan Bima melaju dari Bandung atau Jakarta menuju Jawa Timur dengan melewati Tasikmalaya, Banjar, Kroya, hingga Yogyakarta dan Solo.
Karena tidak melintasi Semarang dan Pekalongan, rute ini relatif lebih aman dari genangan banjir yang sering melumpuhkan jalur utara.
2. Rute Jakarta – Yogyakarta/Kutoarjo via Selatan
Bagi penumpang dari Jakarta, kereta seperti Taksaka dan Sawunggalih bisa menjadi pilihan utama. Rute ini melintas ke arah selatan Jawa Tengah dan berhenti di stasiun penting seperti Kroya, Kebumen, dan Kutoarjo sebelum mencapai Yogyakarta.
Selain lebih aman dari banjir Pantura, jalur ini juga terkenal lebih stabil saat musim hujan.
3. Rute Ekonomi Jakarta – Jawa Tengah Selatan
Untuk kelas ekonomi, terdapat beberapa kereta yang tetap aktif melayani penumpang meski Pantura terganggu. Serayu, Progo, Kutojaya Selatan, dan Bengawan menjadi alternatif favorit karena tarifnya terjangkau dan rutenya menjangkau banyak kota kecil di selatan Jawa.
Kereta-kereta ini sering menjadi pilihan penumpang reguler saat terjadi gangguan cuaca ekstrem di jalur utara.
4. Rute Bandung – Jawa Tengah Selatan
Kereta Lodaya dan Pasundan melayani penumpang dari Bandung menuju Solo dan sekitarnya melalui jalur selatan. Lintasan ini melewati Tasikmalaya dan Banjar, lalu masuk ke Jawa Tengah bagian selatan sebelum menuju wilayah Solo Raya.
Rute ini juga cocok bagi penumpang yang ingin menghindari kepadatan di jalur Pantura.
5. Rute Yogyakarta – Jawa Timur via Selatan
Dari Yogyakarta menuju Jawa Timur, penumpang bisa memanfaatkan kereta yang melintas Purwosari, Madiun, Jombang, hingga Surabaya Gubeng. Jalur ini menjadi penghubung penting saat jalur utara Jawa Timur terdampak cuaca buruk.
6. Rute Alternatif dengan Percabangan di Kroya
Stasiun Kroya menjadi titik strategis jalur selatan karena menjadi percabangan utama. Banyak kereta dari barat Jawa memilih berbelok ke arah selatan melalui Kroya sebelum melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta, Solo, atau Surabaya.
Keberadaan jalur ini membuat perjalanan kereta tetap bisa berlangsung meski lintas Pantura terputus.
Jalur Selatan Bukan Tanpa Risiko
Meski menjadi rute pengganti yang lebih aman dari banjir rob dan luapan sungai besar, jalur selatan tetap memiliki tantangan tersendiri. Kontur perbukitan dan pegunungan membuat potensi longsor tetap perlu diwaspadai saat hujan ekstrem.
Karena itu, penumpang disarankan untuk selalu memantau informasi resmi dari KAI sebelum berangkat dan menyiapkan waktu cadangan.
Saat jalur KA Pantura terganggu, memilih rute pengganti lewat selatan bisa menjadi langkah realistis. Selain menjaga perjalanan tetap berjalan, lintasan ini juga menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih tenang dengan pemandangan alam khas Jawa bagian selatan.
Tag: #jalur #pantura #terganggu #rute #kereta #pengganti #yang #tetap #aktif #bisa #jadi #alternatif