Greenland Tak Dijual ke AS, Trump Ancam 8 Negara Eropa dengan Tarif 25 Persen
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan dirinya membuka kemungkinan untuk mengenakan tarif impor kepada negara-negara yang tidak mendukung rencana AS menguasai Greenland.(AFP/SAUL LOEB)
21:16
19 Januari 2026

Greenland Tak Dijual ke AS, Trump Ancam 8 Negara Eropa dengan Tarif 25 Persen

- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memastikan delapan negara Eropa anggota NATO akan dikenai tarif impor hingga 25 persen jika Greenland tidak dijual kepada Paman Sam.

Trump mengatakan, barang-barang dari delapan negara tersebut yang masuk ke AS akan dikenai tarif secara bertahap.

“Sampai tercapainya kesepakatan atas pembelian Greenland secara penuh dan menyeluruh,” ujar Trump melalui unggahan di Truth Social, Minggu (18/1/2026) dikutip dari CNBC.

Delapan negara yang menjadi sasaran kebijakan tarif tersebut adalah Denmark, Norwegia, Swedia, Perancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

Tarif awal sebesar 10 persen akan mulai berlaku pada 1 Februari, sebelum melonjak menjadi 25 persen pada 1 Juni di tahun ini.

Trump menyebut, tarif baru itu akan dikenakan di atas tarif impor AS yang telah berlaku sebelumnya terhadap produk-produk dari negara-negara tersebut.

Tarif impor AS terhadap negara-negara Uni Eropa yang menjadi sasaran Trump rata-rata berada di kisaran 15 persen.

Sementara itu, tarif terhadap produk asal Inggris sekitar 10 persen, dengan besaran yang bervariasi tergantung sektor.

Di sektor sensitif seperti logam dan beberapa jenis kendaraan, penerapan tarif berlapis telah mendorong tarif efektif ke kisaran belasan hingga lebih dari 20 persen.

Karena Uni Eropa terdiri atas 27 negara dan memiliki kebijakan perdagangan bersama, penerapan tarif terhadap satu atau beberapa negara anggota berarti berdampak pada seluruh blok.

Langkah Trump ini pun dinilai mengancam perjanjian dagang Uni Eropa-AS yang disepakati pada Agustus lalu.

Anggota senior Parlemen Eropa, Manfred Weber, menyebut kesepakatan dagang Uni Eropa dengan AS kini sulit dilanjutkan.

“Partai EPP mendukung perjanjian dagang UE-AS, tetapi dengan ancaman Donald Trump terkait Greenland, persetujuan tidak mungkin dilakukan pada tahap ini,” tulis Weber di X.

Ia menambahkan, kebijakan tarif nol persen terhadap produk AS perlu ditangguhkan.

Reuters melaporkan, para duta besar Uni Eropa akan menggelar pertemuan darurat pada Minggu.

Pertemuan itu diprakarsai oleh Siprus selaku pemegang presidensi bergilir Uni Eropa dan dijadwalkan berlangsung pukul 17.00 waktu setempat.

Strategi tarif

Dalam unggahannya, Trump mengaitkan ancaman tarif tersebut dengan pengerahan pasukan negara-negara Eropa ke Greenland.

Langkah itu diambil di tengah wacana pemerintahan Trump yang membuka kemungkinan penggunaan militer AS sebagai bagian dari upaya menguasai wilayah otonom milik Denmark tersebut.

“Kedelapan negara ini telah melakukan perjalanan ke Greenland, dengan tujuan yang tidak diketahui,” tulis Trump.

Ia menyebut situasi tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan, keamanan, dan kelangsungan hidup planet.

Sehari sebelumnya, Trump juga mengisyaratkan kemungkinan menggunakan strategi tarif terkait Greenland, serupa dengan kebijakan yang pernah ia terapkan untuk menekan negara lain menurunkan harga obat-obatan.

“Saya mungkin akan melakukan hal yang sama untuk Greenland. Saya bisa mengenakan tarif kepada negara-negara yang tidak sejalan, karena kami membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional,” kata Trump di Gedung Putih, Jumat pekan kemarin.

Meskipun tidak merujuk pada dasar hukum tertentu, langkah Trump dinilai menyerupai penggunaan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA), undang-undang yang memberi presiden kewenangan luas dalam situasi ancaman luar biasa.

Mahkamah Agung AS bahkan diperkirakan akan segera memutuskan, paling cepat pekan depan, apakah tarif yang diberlakukan berdasarkan undang-undang tersebut sah secara hukum.

Putusan itu berpotensi langsung menggugurkan gelombang tarif baru ini.

Pakar kebijakan perdagangan dari Cato Institute, Scott Lincicome, menilai ancaman terbaru Trump menunjukkan rapuhnya kesepakatan dagang sepihak yang tidak mengikat secara hukum.

“Pengumuman tarif Trump menegaskan bahwa kesepakatan dagangnya dapat diubah sewaktu-waktu dan kecil kemungkinan membatasi dorongan tarif hariannya,” ucap Lincicome.

Menurutnya, dalih keadaan darurat justru mengungkap persoalan ekonomi dan geopolitik akibat kekuasaan eksekutif yang terlalu besar.

Respons Eropa

Negara-negara Eropa yang menjadi sasaran kebijakan tersebut merespons dengan kecaman.

Mereka menilai tarif itu sebagai tindakan bermusuhan terhadap sekutu militer dekat dan berpotensi merusak fondasi hubungan transatlantik.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut ultimatum Gedung Putih bukan sekadar sengketa dagang, melainkan ujian terhadap nilai-nilai Barat.

“Kami memilih kemitraan dan kerja sama. Kami memilih bisnis kami. Kami memilih rakyat kami,” tulis von der Leyen di Bluesky.

Tag:  #greenland #dijual #trump #ancam #negara #eropa #dengan #tarif #persen

KOMENTAR