Dorong Semangat Pemberdayaan, Dompet Dhuafa Laporkan Capaian Kinerja di Gelaran Indonesia Humanitarian Summit 2025
Pembukaan agenda Indonesia Humanitarian Summit (I-Hits) & Philanthropy Report oleh pembina yayasan Dompet Dhuafa Rahmad Riyadi. (Dok. Fathia Ariana/KOMPAS.com)(Fathia Ariana)
16:36
16 Januari 2026

Dorong Semangat Pemberdayaan, Dompet Dhuafa Laporkan Capaian Kinerja di Gelaran Indonesia Humanitarian Summit 2025

– Dompet Dhuafa kembali menggelar Indonesia Humanitarian Summit & Philanthropy Report atau I-Hits sebagai wujud transparansi pelaporan kinerja lembaga. Ajang yang juga menjadi wadah diskusi mengenai isu kemiskinan dan masa depan filantropi itu berlangsung di NT Tower, Jakarta Timur, Kamis (15/1/2026). 

Mengusung tema “Empowerment to the Next Level”, forum I-Hits 2025 dihadiri oleh jajaran direksi Dompet Dhuafa, tokoh pemerintah, entrepreneur, akademisi, hingga perwakilan komunitas dan organisasi kemanusiaan. 

Beberapa figur yang hadir di antaranya pembina yayasan Dompet Dhuafa Rahmad Riyadi, ketua yayasan Dompet Dhuafa Republika Ahmad Juwaini, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Prof Dr H Waryono Abdul Ghafur MAg, Staf Ahli Menteri bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen Mariman Darto, serta Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta. 

Rangkaian acara dibuka dengan kemeriahan penampilan tari saman yang dibawakan oleh murid-murid Sekolah Luar Biasa (SLB) Mekarsari Cibinong binaan Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa. Acara lalu diikuti oleh pembacaan ayat suci Al Quran yang berlangsung khidmat. 

Membuka sesi pemaparan, pembina yayasan Dompet Dhuafa Rahmad Riyadi, menegaskan komitmen Dompet Dhuafa dalam memastikan sistem tata kelola pemberdayaan untuk menciptakan masyarakat yang mandiri.   

“Slogan ini adalah representasi dari komitmen kami untuk membawa program pemberdayaan melampaui sekadar bantuan tunai atau charity. Empowerment to the Next Level ini berarti dari bantuan menjadi kemandirian,” ujar Rahmad. 

Melalui I-hits tahun ini, Rahmad juga mengajak seluruh mitra untuk meningkatkan semangat kolaborasi guna mewujudkan kemanusiaan yang bermartabat serta pemberdayaan yang lebih berdampak.

Berikan dampak nyata 

Sesi pemaparan laporan capaian kinerja Dompet Dhuafa sepanjang 2025 oleh Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini. (Dok. Fathia Ariana/KOMPAS.com)Fathia Ariana Sesi pemaparan laporan capaian kinerja Dompet Dhuafa sepanjang 2025 oleh Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini. (Dok. Fathia Ariana/KOMPAS.com)

Sepanjang 2025, Dompet Dhuafa telah menyalurkan dana sebesar Rp 425 miliar untuk berbagai program, termasuk program pendidikan, kesehatan, sosial masyarakat, ekonomi, kemanusiaan, kurban, dakwah dan budaya, operasional kantor, sosialisasi dan edukasi ziswaf. 

Berdasarkan laporan yang dipaparkan, jumlah penerimaan pun mengalami kenaikan 12,49 persen. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini dalam sesi utama Public Expose. 

“Kalau dibandingkan dengan 2024, kami mengalami kenaikan sebesar 12,49 persen. Karena 2024, kami mendapatkan penerimaan Rp 379 miliar kalau dibulatkan pada tahun ini, kami menerima Rp 426 miliar,” jelas Ahmad. 

Berikutnya, Ahmad juga memaparkan total penerima manfaat dari Dompet Dhuafa yang tercatat mencapai 3.632.295 layanan dan 2.828.823 jiwa hingga 2025. Total penerima tersebut sebagian besar berasal dari daerah terdampak bencana serta bantuan karitas.  

“Mengukur lembaga filantropi bukan hanya dari penghimpunan, melainkan dari berapa banyak penerima manfaatnya. Alhamdulillah, Dompet Dhuafa penerima manfaatnya lebih dari 3 juta setiap tahun dan tahun ini, Alhamdulillah naik sebesar 11,11 persen karena tahun ini mencapai 3.632.000,” tuturnya. 

Sebagai lembaga filantropi yang berfokus pada pengentasan kemiskinan, Dompet Dhuafa menghadirkan solusi berkelanjutan melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya dengan menyelenggarakan program Industri Komunal Olahan Nanas (IKON) yang merupakan model agroindustri komunal berbasis pemberdayaan masyarakat. 

Program tersebut dirancang untuk merespons tantangan pada sektor pertanian di pedesaan, seperti rendahnya nilai tambah komoditas, akses pasar yang terbatas, minimnya penyerapan tenaga kerja lokal, serta ketergantungan pada penjualan buah segar yang mudah rusak. 

Selain sektor pertanian, Dompet Dhuafa turut memberdayakan sektor kesehatan melalui program Pos Gizi guna mencegah stunting pada anak. Pos ini telah didirikan di 95 titik yang tersebar di 10 provinsi di Indonesia. 

Manfaat program kemanusiaan Dompet Dhuafa tak hanya terasa di skala nasional, tetapi juga menjangkau masyarakat global. Lewat program bertajuk Gaza Development Fund, Dompet Dhuafa juga menyalurkan dana wakaf untuk mendukung pembangunan di wilayah Gaza dan sekitarnya. 

Sementara di lingkup nasional, Dompet Dhuafa mengerahkan bantuan cepat bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Bantuan tersebut mencakup penerjunan relawan, pembangunan Rumah  Sementara (Rumtara), sekolah darurat, masjid, layanan kesehatan, sumur, serta dapur umum.  

Peran filantropi dalam pemberdayaan masyarakat berkelanjutan

Gelaran I-Hits 2025 diakhiri dengan sesi diskusi panel yang terbagi ke dalam dua sesi. Dengan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya, sesi tersebut menjadi ajang diskusi mengenai pentingnya peran filantropi dan mindset entrepreneur dalam mengentaskan kemiskinan serta bagaimana memberdayakan masyarakat dalam jangka panjang melalui inovasi dan industri. 

Sesi Panel Discussion bertema ?Lembaga Filantropi dalam Pemberdayaan Berdampak Selaras dengan Asta Cita?. (Dok. Fathia Ariana/KOMPAS.com) 
Fathia Ariana Sesi Panel Discussion bertema ?Lembaga Filantropi dalam Pemberdayaan Berdampak Selaras dengan Asta Cita?. (Dok. Fathia Ariana/KOMPAS.com)

Adapun diskusi panel sesi pertama dihadiri dan diisi oleh Direktur Institute for Development of Economics and Finance (IDEAS) Agung Pardini, Anggota Dewan Pembina Dompet Dhuafa Yudi Latif, Ketua Bidang Inovasi dan Literasi Forum Zakat Dr Eko Muliansyah, serta Dewan syariah Dompet Dhuafa Republika KH dr Wahfiudin Sakam SE MBA. 

Sedangkan pada sesi kedua, hadir owner usaha Bakti Trusmi Sally Giovanny, founder and CEO Agradaya Andhika Mahardika, serta entrepreneur Sandiaga Uno. 

Tag:  #dorong #semangat #pemberdayaan #dompet #dhuafa #laporkan #capaian #kinerja #gelaran #indonesia #humanitarian #summit #2025

KOMENTAR