Rehabilitasi 13.702 Sawah Rusak di Sumatera Ditarget Selesai Februari
Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (15/1/2026)(KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO)
19:28
15 Januari 2026

Rehabilitasi 13.702 Sawah Rusak di Sumatera Ditarget Selesai Februari

- Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan perbaikan 13.708 hektare lahan sawah rusak ringan hingga sedang akibat banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Target itu disampaikan Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Dirjen LIP) Hermanto kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Ketua Komisi IV DPR RI Tritiek Soeharto di gampong Pinto Makmur, Muara Batu, Aceh Utara.

Di sana, Kementan melakukan ground breaking rehabilitasi lahan terdampak banjir.

“Target kita Pak Menteri, Januari sampai Februari itu 13.000 (hektare),” kata Hermanto di lokasi, Kamis (15/1/2026).

“Ini 13.000 ringan apa sedang?” timpal Amran.

“Ringan sedang,” jawab Hermanto.

Perbaikan tahap pertama

Hermanto menjelaskan, secara keseluruhan lahan sawah yang mengalami rusak ringan himgga sedang di tiga provinsi itu mencapai 69.240 hektare.

Untuk perbaikan tahap pertama, Kementan mengebut perbaikan 13.702 hektare lahan dengan harapan warga terdampak segera bisa kembali bertani di masa tanam.

Ketiga wilayah itu memang dijadwalkan memasuki masa tanam pada awal tahun ini.

Hermanto menjelaskan, khusus untuk Aceh Utara saja, luasan lahan sawah rusak ringan-sedang yang direhabilitasi mencapai 8.237 hektare.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto dan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto saat meninjau proses rehabilitasi sawah yang rusak akibat banjir bandang di Aceh Utara, Kamis (15/1/2026).KOMPAS.com/Syakirun Ni’am Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto dan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto saat meninjau proses rehabilitasi sawah yang rusak akibat banjir bandang di Aceh Utara, Kamis (15/1/2026).

Selain perbaikan lahan, kata Hermanto, pihaknya telah melakukan identifikasi lahan, penelitian kondisi kandungan tanah pasca banjir, menyiapkan 836 ton bibit padi, pupuk gratis 200 ton, hingga alat dan mesin pertanian.

“Yang akan kita kerjakan, Pak Menteri perapihan pematang, normalisasi saluran tersier olahan lahan, perapihan pematang, normalisasi saluran skunder dan primair, perbaikan bangunan irigasi,” jelas Hermanto.

Sementara itu, perbaikan 69.240 hektare lahan rusak ringan-sedang ditargetkan selesai seluruhnya pada April mendatang.

“Selesai 69 ribu (hektare) itu kapan?” tanya Amran.

“Kurang lebih sekitar Maret-April,” jawab Hermanto.

Pemberdayaan petani

Pada kesempatan itu, Amran meminta perbaikan sawah mempekerjakan petani terdampak dan dibayar negara, terutama pada titik dengan lahan yang tidak begitu luas.

Adapun luas sawah yang direhabilitasi di Pinto Makmur sekitar 200 hektare.

Menurutnya, tidak seluruh pekerjaan perbaikan lahan diserahkan kepada kontraktor melainkan memberdayakan petani.

Dengan cara itu, para petani yang gagal panen, kehilangan modal, dan sawahnya rusak bisa mendapatkan pemasukan.

"Kami minta seluruh swakelola, kalau perlu petaninya itu kerjakan sendiri dan itu dibayar pemerintah,” kata Amran.

“Jadi swakelola, jadi padat karya, jadi ini enggak kemana-mana, enggak usah pakai kontraktor besar apalagi kecil-kecil gini dan bantu benih sudah benar, pupuknya, alat mesin pertanian oke,” tutur Amran.

Laporan sawah rusak akibat bencana Sumatera

Sebelumnya, dalam Rapat Kerja di Komisi IV DPR RI, Amran melaporkan sebanyak 107,4 ribu hektar sawah rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.

Rinciannya, sawah rusak ringan mencapai 56,1 ribu hektare, rusak sedang mencapai 22,2 ribu hektare, dan rusak berat 29,1 ribu hektare.

Dari seluruh luasan lahan terdampak, sebanyak 44,6 ribu hektare areal tanam padi dan jagung gagal panen.

Kerusakan itu tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ia kemudian menjelaskan, luasan sawah yang perlu diperbaiki mencapai lebih dari 100.000 hektare.

“Total target lahan yang akan direhabilitasi mencapai lebih dari 100.000 hektare,” ujar Amran di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Tag:  #rehabilitasi #13702 #sawah #rusak #sumatera #ditarget #selesai #februari

KOMENTAR