IHSG Melonjak di Sesi Pagi, Berkat Saham ''Big Banks'' dan Konglomerasi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan di zona hijau pada Kamis (15/1/2026) pagi.()
12:20
15 Januari 2026

IHSG Melonjak di Sesi Pagi, Berkat Saham ''Big Banks'' dan Konglomerasi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam sejak sesi pertama perdagangan Kamis (15/1/2026).

Bahkan, IHSG menguat hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) baru di level 9.100.

Penembusan level psikologis tersebut menjadi sinyal kuat optimisme pasar, sekaligus menandai babak baru reli saham domestik di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.

Ilustrasi saham.SHUTTERSTOCK/THAPANA STUDIO Ilustrasi saham.

Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, menilai lonjakan IHSG kali ini digerakkan oleh fenomena yang jarang terjadi, yakni penguatan serempak saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big caps) dan emiten kelompok konglomerasi.

Kombinasi keduanya menciptakan dorongan yang sangat kuat bagi indeks.

"Pencapaian level psikologis dan all-time high baru di 9.100 pada sesi pertama hari ini mencerminkan optimisme pasar yang sangat solid. Fenomena menguatnya saham-saham big banks dan grup konglomerasi secara bersamaan merupakan driver utama yang sangat kuat bagi indeks,” ujar Azharys ketika dihubungi Kompas.com, Kamis.

Secara historis, pergerakan saham big banks dan konglomerasi cenderung tidak sejalan karena adanya rotasi sektor. Ia menyebut Ketika perbankan menguat, saham konglomerasi kerap tertinggal, dan sebaliknya.

Namun, pada perdagangan hari ini, kedua segmen tersebut justru bergerak seirama, mencerminkan konvergensi sentimen positif di pasar.

“Secara historis, kedua segmen ini seringkali bergerak secara asymmetric atau saling bergantian karena adanya rotasi sektor. Namun, pergerakan kompak hari ini menunjukkan adanya konvergensi sentimen positif,” paparnya.

Azharys menjelaskan saham-saham perbankan besar tetap berperan sebagai jangkar fundamental pasar.

Ilustrasi saham, pergerakan saham. SHUTTERSTOCK/SHUTTER_O Ilustrasi saham, pergerakan saham.

Ekspektasi stabilitas makroekonomi dan ketahanan kinerja sektor keuangan membuat big banks terus menarik aliran likuiditas.

Di saat bersamaan, saham-saham konglomerasi tampil agresif dengan dorongan dari penguatan sektor komoditas, yang menambah tenaga bagi laju indeks.

Sinergi antara kekuatan fundamental perbankan dan momentum agresif saham konglomerasi inilah yang menciptakan likuiditas melimpah di pasar.

Aliran dana yang deras tersebut akhirnya mampu mendorong IHSG menembus area resisten penting dan mencetak rekor tertinggi baru.

“Di satu sisi, big banks tetap menjadi fundamental anchor yang menarik likuiditas seiring dengan ekspektasi stabilitas makroekonomi. Di sisi lain, saham-saham konglomerasi memberikan daya dorong agresif melalui penguatan di sektor komoditas. Sinergi ini menciptakan likuiditas yang melimpah, sehingga mampu menembus resisten IHSG sebelumnya,” ucapnya.

Senada, analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan penguatan IHSG didorong oleh kenaikan harga saham emiten-emiten perbankan big caps yang kembali menarik minat investor.

Selain sektor perbankan, saham-saham di sektor barang konsumsi siklikal juga turut memberikan kontribusi positif terhadap laju penguatan indeks hari ini.

“Kami mencermati penguatan IHSG ini didorong oleh emiten-emiten perbankan big caps, disusul oleh sektor consumer cyclical,” ungkap Herditya ketika dihubungi Kompas.com Kamis ini.

Menariknya, lonjakan IHSG terjadi di tengah kondisi pasar global yang cenderung mengalami koreksi. Di saat yang sama, nilai tukar rupiah juga masih bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan arah pergerakan antara pasar saham domestik dengan dinamika eksternal.

Ilustrasi saham.SHUTTERSTOCK/FEYLITE Ilustrasi saham.

Ketahanan IHSG di tengah tekanan global dan pelemahan rupiah mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental emiten-emiten besar, khususnya di sektor perbankan.

“Penguatan IHSG juga terjadi di tengah koreksi market global dan mata uang rupiah yang saat ini bergerak melemah terhadap dollar AS,” tukas Herditya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka menguat di posisi 9.072,29 dan terus melanjutkan penguatan di awal perdagangan.

Dorongan beli membawa indeks menyentuh level tertinggi harian di 9.100,82, yang sekaligus menjadi rekor tertinggi baru sepanjang sejarah perdagangan bursa.

Adapun, aktivitas transaksi pasar saham terbilang solid. Volume perdagangan mencapai 19,76 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,40 triliun. Frekuensi transaksi menyentuh 1,40 juta kali.

Dari sisi pergerakan saham, sentimen positif masih cukup dominan. Sebanyak 348 saham menguat, sementara 315 saham melemah, dan 135 saham bergerak stagnan.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia naik menjadi Rp 16.522 triliun.

Pergerakan saham-saham unggulan dalam indeks LQ45 pada perdagangan hari ini yang menunjukkan dinamika yang beragam, dengan sektor perbankan berkapitalisasi besar tampil dominan. Berikut rinciannya:

Dari sektor perbankan, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat ke level Rp 8.125 per saham. Kinerja positif juga ditunjukkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang naik ke Rp 3.820.

Kemudian, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melesat ke Rp 5.025, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang menguat tajam ke Rp 4.550 per saham.

Penguatan serempak saham big banks ini menjadi penopang utama laju indeks.

Di luar perbankan, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) tercatat menguat ke Rp 2.250, sementara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) berada di posisi Rp 22.225. Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik ke Rp 2.650, dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menguat ke Rp 915.

Dari sektor bahan bangunan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) naik ke Rp 2.680.

Sebaliknya, tekanan jual terlihat pada sejumlah saham unggulan lainnya. Saham PT Astra International Tbk (ASII) turun ke Rp 7.050, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melemah ke Rp 3.620, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun ke Rp 4.040.

Tekanan juga dialami PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang turun ke Rp 2.470, serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang berada di Rp 408.

Pada daftar saham lainnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun ke Rp 2.020, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) stagnan di Rp 2.440, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melemah ke Rp 1.220.

Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) turun ke Rp 31.325, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berada di Rp 68, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah ke Rp 2.780.

Dari sektor konsumsi, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik ke Rp 6.750, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menguat ke Rp 8.075, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) berada di Rp 4.570.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #ihsg #melonjak #sesi #pagi #berkat #saham #banks #konglomerasi

KOMENTAR