Perusahaan Outsourcing Bagian dari Garuda Soroti Peran Tenaga Alih Daya di Tengah Bencana
Tenaga alih daya PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS), bagian dari Garuda Indonesia Group.(DOK. PT GARUDA DAYA PRATAMA SEJAHTERA)
21:04
13 Januari 2026

Perusahaan Outsourcing Bagian dari Garuda Soroti Peran Tenaga Alih Daya di Tengah Bencana

PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS), perusahaan penyedia jasa business process outsourcing (BPO) di bawah Garuda Indonesia Group, menempatkan tenaga kerja sebagai faktor utama dalam menjaga kualitas layanan di industri alih daya, termasuk ketika pekerja menghadapi situasi darurat seperti bencana alam.

Dalam pernyataannya, GDPS menyebut sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga alih daya (TAD), menjadi elemen penentu dalam operasional layanan BPO yang berbasis kompetensi.

Hal ini terlihat dari pendekatan perusahaan yang mengaitkan pengelolaan SDM dengan berbagai program tanggung jawab sosial.

Ilustrasi perusahaan outsourcing. Apa itu outsourcing? Outsourcing adalah metode perekrutan yang dilakukan oleh pihak ketiga.freepik.com Ilustrasi perusahaan outsourcing. Apa itu outsourcing? Outsourcing adalah metode perekrutan yang dilakukan oleh pihak ketiga.

“Di industri BPO, kualitas layanan sangat ditentukan oleh SDM yang menjalankannya. Karena itu, GDPS menerapkan pendekatan berorientasi pada SDM dan memastikan perusahaan hadir ketika karyawan menghadapi tantangan,” ujar Direktur Utama PT Garuda Daya Pratama Sejahtera Cornelis Radjawane dalam siaran pers, Selasa (13/1/2026).

Sepanjang 2025, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami banjir, antara lain Aceh, Medan, Padang, Bali, dan Jabodetabek. Dampak bencana tersebut juga dirasakan oleh sebagian tenaga alih daya yang bekerja di bawah GDPS.

Perusahaan mencatat sebanyak 43 TAD terdampak langsung oleh peristiwa tersebut.

Situasi itu menjadi bagian dari dinamika ketenagakerjaan di sektor jasa alih daya, yang bergantung pada keberlanjutan kehadiran tenaga kerja di berbagai lokasi operasional.

Dalam konteks industri BPO, gangguan terhadap kondisi pekerja, termasuk akibat bencana, berpotensi memengaruhi kelangsungan layanan.

Ilustrasi tenaga alih daya.PEXELS/StartupStockPhotos Ilustrasi tenaga alih daya.

Selain menghadapi dampak bencana, GDPS menyatakan pengelolaan tenaga kerja juga menjadi bagian dari kerangka tanggung jawab sosial perusahaan.

Program CSR perusahaan mencakup bidang lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Perusahaan juga menyebut bahwa ke depan program CSR akan difokuskan pada peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat, dukungan terhadap pendidikan yang inklusif dan berkualitas, serta penguatan akses layanan kesehatan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, perusahaan menegaskan komitmen untuk mengurangi dampak lingkungan melalui praktik bisnis yang dinilai bertanggung jawab, dengan pelaksanaan yang diklaim transparan dan terukur.

Tag:  #perusahaan #outsourcing #bagian #dari #garuda #soroti #peran #tenaga #alih #daya #tengah #bencana

KOMENTAR