Anggaran MBG 2026 Tembus Rp 335 Triliun, Target Penerima Diperluas
Pemerintah meningkatkan skala program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp 335 triliun. (KOMPAS.com/AZWA SAFRINA)
21:00
11 Januari 2026

Anggaran MBG 2026 Tembus Rp 335 Triliun, Target Penerima Diperluas

– Pemerintah meningkatkan skala program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp 335 triliun. Anggaran tersebut ditujukan untuk memperluas cakupan penerima manfaat sekaligus menyempurnakan pelaksanaan program di lapangan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, alokasi anggaran itu telah ditetapkan untuk tahun depan. 

“Tahun 2026 yang akan datang sudah dialokasikan kurang lebih Rp 335 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis,” ujar Prasetyo, di Bogor, Selasa (6/1/2026).

Target 82,9 Juta Penerima Manfaat MBG

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati menyampaikan, anggaran tersebut akan digunakan untuk mempercepat pencapaian target penerima manfaat sebanyak 82,9 juta orang.

Target itu diharapkan dapat tercapai pada Mei 2026. “Target penerima manfaat sebanyak 82,9 juta orang dan diharapkan dapat tercapai pada Mei 2026,” ujar Nanik, Minggu (11/1/2026), dikutip dari Kontan.co.id.

Disiplin Prosedur Jadi Perhatian Presiden

Selain memperluas cakupan program, Presiden Prabowo Subianto juga meminta peningkatan disiplin prosedur dalam pelaksanaan MBG. Prasetyo menyebutkan, Presiden ingin memastikan program berjalan optimal dan aman bagi seluruh penerima manfaat.

Berdasarkan catatan BGN, masih terdapat sekitar 15 kejadian pada Desember 2025 yang perlu menjadi perhatian serius.

“Beliau menghendaki agar disiplin prosedur ditingkatkan. Karena menurut catatan Kepala BGN, pada bulan Desember masih ada kurang lebih 15 kejadian yang diminta Presiden agar semaksimal mungkin tidak terulang kembali,” ujar Prasetyo.

Prabowo Klaim Keberhasilan MBG 99,99 Persen

Dalam Taklimat Awal Tahun, Presiden Prabowo menilai program MBG telah berjalan dengan tingkat keberhasilan mencapai 99,99 persen. Meski demikian, pemerintah tidak ingin cepat berpuas diri dan tetap menargetkan zero defect.

“Kita bersyukur, kalau kita pelajari secara objektif dan statistik, boleh dikatakan 99 persen berhasil. Tetapi kita tetap mengharapkan zero defect,” kata Prabowo.

Ia mengakui, masih terdapat kekurangan dan penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG. Pemerintah, kata Prabowo, terus melakukan evaluasi dan pengamanan untuk menyempurnakan program tersebut.

“Langkah-langkah pengamanan terus kita lakukan. Intinya, kita terus melakukan intervensi untuk memperbaiki kekurangan yang ada,” tutur Prabowo.

Penerima MBG Tembus 55 Juta Orang

Saat ini, jumlah penerima manfaat program MBG telah mencapai 55 juta orang sejak pertama kali dicanangkan pada 6 Januari 2025.

Prabowo menyebut capaian tersebut sebagai perkembangan yang patut disyukuri, mengingat program serupa di negara lain tidak berkembang semasif di Indonesia.

Prabowo menjelaskan, program MBG berangkat dari fakta bahwa rata-rata satu dari lima anak Indonesia masih mengalami kekurangan gizi. Kondisi tersebut merupakan bentuk malanutrisi dan stunting yang berdampak pada pertumbuhan anak.

Ia kemudian mengingat kembali pernyataan Presiden ke-1 RI Soekarno mengenai urgensi penanganan kelaparan.

“Saya ingat kata-kata pendahulu-pendahulu kita, satu ucapan Bung Karno ‘The hungry stomach cannot wait’, perut yang lapar tidak bisa menunggu,” kata Prabowo.

(Tim Redaksi: Fika Nurul Ulya, Nawir Arsyad Akbar)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pemerintah Alokasikan Anggaran Rp 335 Triliun untuk MBG pada 2026

Tag:  #anggaran #2026 #tembus #triliun #target #penerima #diperluas

KOMENTAR