Swasembada Pangan. Bulog Pasang Target Serap 4 Juta Ton Beras pada 2026
- Perum Bulog menargetkan penyerapan cadangan pangan pemerintah dalam jumlah besar sepanjang 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus melanjutkan agenda swasembada pangan.
Bulog ditugaskan menyerap 4 juta ton beras selama Januari hingga Desember 2026.
Target ini meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya 3 juta ton dan akan dijalankan dengan strategi yang lebih terpadu sepanjang tahun.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, sesuai hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas), selain beras, Bulog juga mendapat mandat untuk memperkuat cadangan pangan komoditas lain seperti jagung, kedelai, hingga minyak goreng, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Yang pertama sesuai dengan hasil Rakernas targetnya adalah penyerapan 4 juta ton beras ini lebih tinggi dari tahun 2025 yang lalu yang 2025 adalah 3 juta ton nah sekarang di tahun 2026 4 juta ton oleh karena itu kami merencanakan sedini mungkin secepatnya agar target itu bisa tercapai tanpa mengenal waktu,” ujar Rizal Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Kantor Bulog, Jakarta pada Minggu (11/1/2026).
Ia merincih, selain beras, Bulog juga menargetkan penyerapan jagung sebanyak 1 juta ton yang akan dilakukan secara sinergis bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Adapun untuk komoditas lainnya, Bulog ditugaskan menyerap kedelai sebanyak 70.000 ton serta minyak goreng sebesar Rp 720.000 kilo liter (KL).
Penyaluran minyak goreng tersebut akan dilakukan bersama ID Food dan Agrinas Palma ke seluruh wilayah Indonesia dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Di sisi penyaluran, Bulog juga menyiapkan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1,5 juta ton yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026, tidak lagi terfragmentasi seperti periode sebelumnya.
Selain itu, SPHP jagung juga ditargetkan mencapai 500.000 ton.
Untuk mendukung intervensi pasar dan perlindungan sosial, Bulog merencanakan penyaluran bantuan pangan selama empat bulan, serta penjualan beras premium dan medium ke pasar umum dengan volume mencapai 2,5 juta ton.
Bahkan, Bulog juga membuka peluang ekspor beras hingga 1 juta ton.
Ahmad Rizal menegaskan, seluruh strategi tersebut dirancang untuk memastikan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait keberlanjutan swasembada pangan dapat tercapai.
Menurut dia, Bulog akan mematangkan langkah operasional agar seluruh target penyerapan dan penyaluran pangan pada 2026 dapat terlaksana secara optimal dan berkelanjutan.
Tag: #swasembada #pangan #bulog #pasang #target #serap #juta #beras #pada #2026