Pemkab Jember Siapkan Tiga Skema Tahan Lonjakan Harga Bapok Ramadhan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membelinsemua peyek pedagang Pasar Tanjung, Jember, Kamis (31/7/2025).(KOMPAS.com/Mega Silvia)
22:16
25 Februari 2026

Pemkab Jember Siapkan Tiga Skema Tahan Lonjakan Harga Bapok Ramadhan

— Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan skema pengendalian harga bahan pokok penting (bapokting) menjelang Ramadhan. Langkah ini ditempuh menyusul tren kenaikan harga sejumlah komoditas yang mulai terasa di pasar.

Jika tidak diantisipasi, lonjakan harga dikhawatirkan berlanjut selama bulan puasa hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selain stabilitas harga, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada kecukupan stok pangan di masyarakat.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, mengatakan koordinasi lintas sektor telah dilakukan, termasuk bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Menurut Helmi, pemerintah daerah telah memetakan langkah konkret untuk meredam gejolak harga sekaligus memastikan distribusi komoditas berjalan lancar.

“Instruksi dari pemerintah pusat sangat jelas, yakni memperkuat pemantauan di lapangan dan memastikan tidak ada hambatan distribusi,” ujar Helmi, Selasa (24/2/2026).

Saat ini, fokus utama pemerintah daerah adalah menjaga ketersediaan pasokan serta keterjangkauan harga komoditas pokok. Beberapa komoditas yang tercatat mengalami kenaikan antara lain cabai rawit merah, daging ayam ras, telur ayam, dan kedelai impor.

Baca juga: Zulhas Minta Daerah Jaga Harga Bapok Saat Ramadhan

Tiga lapis intervensi

Merespons kondisi tersebut, Pemkab Jember menyusun skema intervensi pangan berlapis yang menyasar produsen, distributor, hingga konsumen.

Pada tingkat produsen, intervensi dilakukan melalui penyaluran bantuan stimulan kepada petani serta penguatan kerja sama antardaerah. Pemkab juga menjajaki kolaborasi dengan champion cabai di Jawa Tengah dan Jawa Barat dengan dukungan Bank Indonesia guna menjaga pasokan tetap aman.

Selain itu, sinergi juga dilakukan bersama Perum Bulog Jember, terutama dalam penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasar tradisional maupun modern.

“Harapan kami, masyarakat Jember dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga pangan yang tidak terkendali,” kata Helmi.

Intervensi berikutnya menyasar level grosir. Pemkab menggandeng Satgas Pangan dan TPID untuk mengintensifkan inspeksi mendadak ke gudang distributor guna mencegah praktik penimbunan barang.

Adapun pada tingkat konsumen, pemerintah daerah memperluas pelaksanaan Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah. Pemkab juga memasang banner Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasar rakyat sebagai bentuk transparansi informasi harga bagi masyarakat.

Baca juga: Tinjau Bapok di Surabaya, Mendag Budi Sebut Harga Tetap Stabil Jelang Nataru

Diiringi dukungan UMKM

Di sisi lain, pemerintah daerah menilai stabilitas pangan perlu berjalan seiring dengan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang jumlahnya mencapai ratusan pelaku di Jember.

Helmi menuturkan, intervensi pangan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari upaya yang lebih luas dalam menjaga aktivitas ekonomi daerah.

Salah satu dukungan yang disiapkan pemerintah adalah fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM guna memperkuat keberlanjutan usaha mereka.

Tag:  #pemkab #jember #siapkan #tiga #skema #tahan #lonjakan #harga #bapok #ramadhan

KOMENTAR