Dollar AS Menguat, Harga Emas Dunia Tertekan hingga 2 Persen
Ilustrasi emas batangan, harga emas hari ini. (DOK. Shutterstock.)
11:04
17 Mei 2026

Dollar AS Menguat, Harga Emas Dunia Tertekan hingga 2 Persen

- Harga emas dunia melemah dalam sepekan terakhir seiring menguatnya dollar Amerika Serikat (AS), naiknya imbal hasil obligasi, serta meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot terpantau turun 2,5 persen sepanjang pekan ini.

Pada perdagangan akhir pekan kemarin, Jumat (15/5/2026) waktu setempat, harga emas bahkan sempat jatuh ke level 4.557,61 dollar AS per ons, posisi terendah sejak 4 Mei 2026, sebelum akhirnya ditutup melemah 2 persen.

Baca juga: Harga Emas di Pegadaian 17 Mei 2026, Galeri 24 dan UBS Turun Lagi

Ilustrasi emas. Freepik Ilustrasi emas.

Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga ikut tertekan dan ditutup turun 2,7 persen ke level 4.561,90 dollar AS per ons.

Kondisi menguatnya dollar AS serta imbal hasil obligasi pemerintah AS yang menyentuh level tertinggi hampir satu tahun terakhir, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik bagi investor.

"Terjadi aksi jual di pasar logam mulia karena beberapa faktor. Dollar menguat cukup signifikan, dan kita juga melihat kenaikan imbal hasil obligasi, tidak hanya di AS tetapi juga secara global," kata analis Marex, Edward Meir.

Penguatan dollar AS juga membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga mengurangi minat investor terhadap logam kuning tersebut.

Baca juga: Jadi Tameng Krisis, Ini 10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia

Di sisi lain, pasar masih dibayangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama perang AS dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak hingga lebih dari 40 persen sejak konflik dimulai akhir Februari 2026.

Kondisi ini turut memicu kekhawatiran inflasi global.

Ilustrasi inflasi. SHUTTERSTOCK/LIGHTSPRING Ilustrasi inflasi.

Inflasi yang meningkat biasanya membuat bank sentral lebih cenderung menaikkan suku bunga, yang pada akhirnya kembali menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya semakin kehilangan kesabaran terhadap Iran.

Baca juga: Harga Emas Antam Sepekan Turun Rp 50.000 Per Gram

Sementara pasar juga masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini banyak mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga di tahun ini, bahkan mulai muncul spekulasi potensi kenaikan suku bunga.

Tak hanya emas, logam mulia lainnya juga ikut tertekan.

Seperti harga perak di pasar spot anjlok 7,7 persen ke 77,07 dollar AS per ons pada akhir perdagangan pekan lalu.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 17 Mei 2026, Cek Daftar Lengkapnya

Analis StoneX, Rhona O’Connell, menyebut perak sedang berada dalam kondisi jenuh beli sehingga membutuhkan koreksi.

Bahkan, perak sempat jatuh hingga 9 persen dalam satu hari dan mencatat kinerja harian terburuk sejak 3 Maret 2026.

Tag:  #dollar #menguat #harga #emas #dunia #tertekan #hingga #persen

KOMENTAR