AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini Mekanismenya
Ilustrasi PT Amman Minerals Indonesia Tbk (AMMN)
10:52
11 Januari 2026

AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini Mekanismenya

Baca 10 detik
  • AMNT mengalokasikan USD 3,03 juta eksplorasi di Sumbawa, NTB, sepanjang Triwulan IV 2025 untuk memperkuat cadangan mineral.
  • Fokus utama eksplorasi meliputi Blok II Elang (USD 2,8 juta) melalui pengeboran inti dan pemetaan geologi tembaga-emas.
  • Struktur kepemilikan AMMN dikendalikan oleh PT Sumber Gemilang Persada (32,17%) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (20,92%).

Emiten tambang tembaga dan emas, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), melalui entitas anak usahanya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), secara resmi melaporkan capaian kegiatan operasional eksplorasi sepanjang Triwulan IV 2025.

Langkah strategis ini mencakup aktivitas intensif di wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang berlokasi di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Sepanjang periode Oktober hingga Desember 2025, perseroan tercatat telah menggelontorkan dana sebesar USD 3,03 juta demi memperkuat basis cadangan mineral masa depan.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang dirilis pada Sabtu, 10 Januari 2026, fokus utama eksplorasi tertuju pada dua wilayah strategis, yakni Blok II Elang dan Blok III Rinti.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan AMMN untuk mengoptimalkan potensi deposit porfiri tembaga-emas (Cu-Au) yang menjadi keunggulan operasional perseroan di industri pertambangan global.

Wilayah Blok II Elang menjadi titik berat aktivitas dengan penyerapan dana mencapai USD 2,8 juta.

Di lokasi ini, AMNT melaksanakan serangkaian pemetaan geologi serta pengeboran inti yang mencakup beberapa area potensial seperti proyek porfiri Cu-Au Elang, Gerbang Timur, dan Sebu Timur.

Selain itu, pengeboran dilakukan di wilayah Semamu yang diproyeksikan sebagai lokasi penempatan batuan penutup (waste dump).

Dalam pelaksanaannya, tim manajemen eksplorasi AMNT menggandeng mitra profesional, yaitu PT Minera Nusa Drillindo sebagai kontraktor pengeboran, serta didukung oleh layanan laboratorium dari Intertek Utama Service.

Teknologi mutakhir seperti Spektrometer Mineral ASD TerraSpec 4 turut dikerahkan untuk melakukan analisis alterasi mineral secara presisi.

Secara teknis, pengeboran di Blok II Elang berhasil menyelesaikan 18 lubang bor dengan akumulasi kedalaman mencapai 6.438,5 meter.

Sementara itu, kegiatan di Blok III Rinti menyerap anggaran sekitar USD 226 ribu. Dengan mengoperasikan satu unit rig, fokus utama di blok ini adalah mengeksplorasi potensi mineralisasi di bawah lapisan lithocap Barat Daya Sane.

Hingga akhir Desember 2025, dua lubang bor telah tuntas dikerjakan dengan total kedalaman lebih dari seribu meter. Berbeda dengan dua blok sebelumnya, Blok IV Lampui tidak mencatatkan aktivitas fisik maupun pengeluaran biaya pada kuartal ini, karena perseroan masih melakukan peninjauan mendalam terhadap data-data eksplorasi terdahulu.

Keberlanjutan proyek ambisius AMMN didukung oleh struktur kepemilikan saham yang kokoh dan melibatkan pemain besar di industri energi nasional.

Sebagai informasi, struktur ini memberikan gambaran mengenai stabilitas manajerial dan arah kebijakan strategis perseroan ke depan.

1. PT Sumber Gemilang Persada (Pengendali Utama) PT Sumber Gemilang Persada memegang posisi sebagai pemegang saham mayoritas dengan porsi kepemilikan sebesar 32,17 persen. Dengan kepemilikan lebih dari 23,3 miliar lembar saham, entitas ini bertindak sebagai pengendali utama yang memiliki pengaruh signifikan terhadap visi jangka panjang AMMN. Dominasi kepemilikan ini memberikan stabilitas dalam pengambilan keputusan strategis, terutama yang berkaitan dengan ekspansi besar-besaran dan integrasi operasional tambang.

2. PT Medco Energi Internasional Tbk (Sinergi Strategis) Struktur kepemilikan AMMN semakin kuat dengan kehadiran PT Medco Energi Internasional Tbk yang menguasai 20,92 persen saham atau setara 15,1 miliar lembar. Keterlibatan Medco, yang terafiliasi dengan keluarga Panigoro, menciptakan sinergi antara sektor pertambangan mineral dan pengelolaan energi. Pengalaman panjang Medco di industri sumber daya alam memberikan nilai tambah bagi AMMN dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kepercayaan pasar di mata investor institusi.

3. Partisipasi Publik dan Likuiditas Pasar Kelompok investor publik memiliki andil sebesar 18,51 persen dalam struktur kepemilikan AMMN. Meskipun setiap individu atau institusi di kelompok ini memiliki kepemilikan di bawah 5 persen, peran mereka sangat krusial dalam menjaga likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Persebaran kepemilikan yang mencakup investor ritel domestik hingga institusi global ini mencerminkan dinamika pasar yang sehat bagi emiten berkode saham AMMN.


DISCLAIMER: Artikel ini disusun semata-mata sebagai informasi publik terkait laporan operasional dan struktur korporasi emiten di bursa saham. Konten ini bukan merupakan bentuk rekomendasi, ajakan, atau saran investasi untuk membeli atau menjual saham AMMN. Seluruh keputusan finansial dan risiko yang timbul darinya merupakan tanggung jawab penuh masing-masing investor. Pembaca sangat disarankan untuk melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan bersertifikat sebelum melakukan transaksi di pasar modal.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #ammn #alokasikan #juta #untuk #eksplorasi #sumbawa #mekanismenya

KOMENTAR