Revenge Saving, Strategi Menabung Balas Dendam Saat Ekonomi Tak Pasti
Ilustrasi menabung. Tips menabung yang efektif untuk Gen Z agar keuangan tetap aman.(Dok. Shutterstock/iHumnoi)
20:08
9 Januari 2026

Revenge Saving, Strategi Menabung Balas Dendam Saat Ekonomi Tak Pasti

- Di tengah gejolak ekonomi global dan tekanan biaya hidup, muncul tren keuangan yang menarik, yakni revenge saving.

Istilah ini menggambarkan perilaku masyarakat yang secara sengaja dan agresif menambah tabungan sebagai respons terhadap pengalaman konsumtif sebelumnya atau ketidakpastian finansial yang sedang berlangsung.

Tidak sekadar sekedar menabung biasa, revenge saving kini dipandang sebagai strategi untuk memperkuat ketahanan finansial di masa depan.

 

Ilustrasi tabungan. Kehilangan pekerjaan bisa datang tiba-tiba. Agar keuangan tetap aman, dana darurat jadi penyelamat utama. Simak lima cara sederhana membangunnya sejak sekarang.UNSPLASH/TOWFIQU BARBHUIYA Ilustrasi tabungan. Kehilangan pekerjaan bisa datang tiba-tiba. Agar keuangan tetap aman, dana darurat jadi penyelamat utama. Simak lima cara sederhana membangunnya sejak sekarang.

Fenomena ini pertama kali mencuat setelah era revenge spending, yakni perilaku belanja besar-besaran setelah masa pembatasan sosial saat pandemi Covid-19. Kini masyarakat justru beralih fokus: dari konsumsi ke simpanan.

Pergeseran ini tidak hanya terekam di media sosial, tetapi juga dalam data statistik yang menunjukkan tren tabungan yang meningkat di beberapa negara maju.

Dari “revenge spending” ke revenge saving: perubahan paradigma finansial

Secara umum, defisini revenge saving adalah tindakan menabung secara agresif setelah periode konsumsi berlebihan atau ketidakpastian ekonomi.

Tidak lagi soal sekadar mengurangi pengeluaran, tetapi lebih pada membangun simpanan finansial yang terencana dengan tujuan jangka menengah hingga panjang.

Sentimen ini semakin menguat seiring meningkatnya kesadaran bahwa kondisi ekonomi belum sepenuhnya stabil.

Tingginya inflasi, fluktuasi pasar kerja, serta kekhawatiran terhadap resesi menjadi faktor yang mendorong lebih banyak orang memikirkan keamanan finansial sebagai prioritas utama.

Ilustrasi menabung, menabung harian.FREEPIK/JCOMP Ilustrasi menabung, menabung harian.

Perubahan paradigma ini dapat dilihat sebagai respons psikologis sekaligus strategis. Setelah merasa “kehilangan kendali” terhadap keuangan akibat belanja tanpa batas atau tekanan ekonomi, individu kini berusaha mendapatkan kembali kendali tersebut lewat simpanan.

Tren revenge saving pada 2025

Data menunjukkan bahwa tren revenge saving bukan sekadar retorika kampanye keuangan, tetapi tercermin dalam angka nyata.

Di Amerika Serikat, misalnya, data personal savings rate atau tingkat tabungan pribadi meningkat secara bertahap sepanjang 2025.

Menurut MarketWatch, tingkat tabungan pribadi naik dari sekitar 4,1 persen pada Januari 2025 menjadi 4,9 persen pada April 2025.

Ini adalah level yang menunjukkan fokus yang lebih besar pada penimbunan dana dibandingkan beberapa periode sebelumnya.

Peningkatan tabungan ini bukan hanya terjadi pada kalangan berpenghasilan tinggi. Banyak perusahaan juga mencatat peningkatan partisipasi karyawan dalam program tabungan darurat melalui rekening yang disponsori tempat kerja, dengan saldo program tabungan darurat tumbuh lebih dari 30 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Soal peningkatan tabungan di Indonesia juga terkonfirmasi dalam Survei Konsumen Bank Indonesia Desember 2025. Proporsi pendapatan yang disimpan (saving to income ratio) mengalami peningkatan.

Pada Desember 2025, porsi tabungan tercatat sebesar 14,9 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

Bank sentral melaporkan, porsi pendapatan yang ditabung meningkat di seluruh kelompok pengeluaran.

Kenaikan tertinggi tercatat pada kelompok pengeluaran Rp 3,1 juta hingga Rp 4 juta dengan saving to income ratio sebesar 15,5 persen, disusul kelompok Rp 4,1 juta hingga Rp 5 juta yang mencapai 15,7 persen.

Ilustrasi menabung.FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi menabung.

Mengapa tren revenge saving meningkat?

Beberapa faktor utama yang mendorong tren revenge saving adalah sebagai berikut.

1. Ketidakpastian ekonomi

Dinamika suku bunga, volatilitas pasar modal, serta berbagai gejolak makroekonomi membuat banyak masyarakat merasa perlu menyiapkan cadangan finansial yang kuat untuk menghadapi masa depan yang tidak pasti.

2. Penyesalan konsumsi masa lalu

Setelah periode belanja konsumtif seperti pasca-pandemi Covid-19, banyak orang merasakan penyesalan finansial dan kemudian memilih menabung sebagai bentuk koreksi perilaku yang disengaja.

3. Pendidikan dan literasi keuangan meningkat

Diskusi soal pengelolaan keuangan semakin marak melalui media sosial, komunitas, dan media massa.

Hal ini membantu masyarakat sadar akan pentingnya dana darurat, investasi, dan prioritas finansial jangka panjang.

Metode revenge saving yang efektif

Tren ini bukan sekadar menabung lebih banyak, tapi juga menanamkan disiplin finansial yang terstruktur. Media keuangan internasional mencatat sejumlah pendekatan populer:

1. Menetapkan tujuan keuangan yang jelas

Sebelum menabung, tentukan target tujuan seperti dana darurat, biaya pendidikan, atau uang muka rumah. Tujuan yang jelas membantu memetakan jumlah yang harus ditabung setiap bulan.

2. Otomatisasi tabungan

Mengatur auto-transfer langsung dari gaji ke rekening tabungan atau instrumen investasi membuat proses menabung menjadi non-opsional dan konsisten.

Ilustrasi menabung. Tips hidup hemat agar bisa menabung. Tips agar bisa menabung.pexels.com Ilustrasi menabung. Tips hidup hemat agar bisa menabung. Tips agar bisa menabung.

3. Memotong “silent spender

Langganan yang tak terpakai, makan di luar yang sering, hingga pengeluaran impulsif mungkin tampak kecil, tetapi bila dibatasi dapat memberikan ruang besar untuk simpanan.

4. Pemecahan tabungan ke beberapa pos

Memiliki beberapa rekening atau pos tabungan untuk tujuan berbeda membantu memantau progres tiap tujuan dengan lebih jelas.

Cara praktis melakukan revenge saving

Apabila Anda tertarik menerapkan revenge saving, langkah-langkah berikut bisa dijadikan panduan, menurut The Economic Times.

1. Evaluasi kondisi keuangan saat ini

Catat penghasilan, pengeluaran rutin, utang, dan saldo tabungan untuk mengetahui titik awal. 

2. Tetapkan tujuan yang realistis

Tentukan target simpanan seperti dana darurat setara tiga sampai enam bulan biaya hidup atau alokasi investasi jangka panjang. 

3. Buat anggaran yang disesuaikan

Kurangi pengeluaran tidak penting dan alokasikan sebagian besar penghasilan ke tabungan serta investasi. 

4. Otomatiskan setoran tabungan

Gunakan fitur otomatis pada rekening atau layanan perbankan untuk menyisihkan uang setiap bulannya tanpa harus repot. 

Ilustrasi menabung. FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi menabung.

5. Pantau progres secara berkala

Gunakan aplikasi atau catatan keuangan untuk mengevaluasi dan menyesuaikan strategi tabungan secara berkala. 

Manfaat revenge saving dalam kondisi ekonomi saat ini

Implementasi revenge saving secara disiplin memberikan sejumlah manfaat nyata, antara lain sebagai berikut.

1. Memperkuat ketahanan finansial

Tabungan besar memberi bantalan yang lebih kuat saat menghadapi kejadian tak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau biaya darurat mendadak.

2. Meningkatkan fokus pada tujuan jangka panjang

Dengan strategi menabung yang terstruktur, tujuan seperti pensiun atau pembelian aset penting menjadi lebih mudah dicapai. 

Namun, Anda juga perlu memahami pentingnya keseimbangan. Menabung secara ekstrem tanpa ruang untuk kebutuhan sosial atau rekreasi bisa berdampak negatif terhadap kualitas hidup dan kesehatan mental.

Karena itu, strategi ini harus dijalankan dengan intentional saving yang seimbang. 

Revenge saving mencerminkan perubahan signifikan dalam cara masyarakat memandang uang dan keamanan finansial.

Beranjak dari sikap konsumtif pasca-pandemi, tren ini menempatkan ketahanan finansial sebagai prioritas utama.

Dengan pendekatan yang tepat, yakni tujuan yang jelas, otomasi, dan disiplin anggaran, revenge saving dapat membantu individu menghadapi ketidakpastian ekonomi sekaligus membangun masa depan yang lebih stabil.

Di era yang penuh tantangan ini, revenge saving bukan sekadar tren sesaat, tetapi bisa menjadi bagian penting dari strategi keuangan pribadi yang lebih bijak, sehat, dan berkelanjutan.

Tag:  #revenge #saving #strategi #menabung #balas #dendam #saat #ekonomi #pasti

KOMENTAR