Menkeu Purbaya Catatkan Defisit APBN Nyaris Tembus 3 Persen Jadi Rp 695,1 T di Desember 2025
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Desember di Jakarta, Kamis (8/1/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
14:20
8 Januari 2026

Menkeu Purbaya Catatkan Defisit APBN Nyaris Tembus 3 Persen Jadi Rp 695,1 T di Desember 2025

– Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara hingga 31 Desember 2025 mencatat defisit Rp 695,1 triliun. Angka ini setara 2,92 persen dari produk domestik bruto.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui defisit melampaui target APBN 2025 sebesar 2,78 persen. Posisi tersebut tetap berada di bawah ambang 3 persen.

Defisit meningkat dibandingkan posisi akhir November 2025 sebesar Rp 560,3 triliun atau 2,35 persen dari PDB.

“Walau defisit membesar ke Rp 695,1 dan lebih tinggi tapi tetap terjaga defisit tidak di atas 3 persen meski memang naik dari rencana awal 2,78 persen,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Desember, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Pendapatan negara hingga Desember 2025 tercatat Rp 2.756,3 triliun. Realisasi ini setara 91,7 persen dari outlook pendapatan negara tahun ini sebesar Rp 2.865,5 triliun.

Capaian tersebut ditopang penerimaan perpajakan Rp 2.217,9 triliun. Penerimaan negara bukan pajak menyumbang Rp 534,1 triliun.

Penerimaan pajak terealisasi Rp 1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target Rp 2.076,9 triliun. Kepabeanan dan cukai mencapai Rp 300,3 triliun atau 99,6 persen dari target.

Belanja negara hingga akhir Desember 2025 mencapai Rp 3.451,4 triliun. Angka ini setara 95,3 persen dari outlook belanja negara Rp 3.527,5 triliun.

Belanja pemerintah pusat tercatat Rp 2.602,3 triliun. Transfer ke daerah mencapai Rp 849 triliun.

Pemerintah mengarahkan belanja pada program prioritas. Fokus diarahkan pada menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pemulihan ekonomi lintas sektor.

Purbaya menyebut keseimbangan primer masih mencatat surplus Rp 180,7 triliun. Outlook keseimbangan primer sebelumnya dirancang defisit Rp 109,9 triliun.

Defisit APBN terjadi karena realisasi pendapatan negara lebih rendah dibandingkan belanja negara.

Tag:  #menkeu #purbaya #catatkan #defisit #apbn #nyaris #tembus #persen #jadi #6951 #desember #2025

KOMENTAR