KKP: Produksi Tambak Udang Kebumen Capai 358 Ton, Bebas Antibiotik
Petambak udang di Lampung, Kamis (9/4/2025).(DOK. KNTI)
12:04
24 Februari 2026

KKP: Produksi Tambak Udang Kebumen Capai 358 Ton, Bebas Antibiotik

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut produktivitas Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah terus meningkat.

BUBK merupakan model tambak udang modern di bawah KKP yang dikelola secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb. Haeru Rahayu alias Tebe, menyebut, produksi tambak udang di Kebumen itu pada 2025 mencapai 358,97 ton.

Produksi tersebut meningkat signifikan dibanding 2023 sebanyak 200,19 ton dan 2024 sebanyak 193,29 ton.

“BUBK Kebumen membuktikan bahwa modeling ini mampu menjadi model pengembangan udang nasional yang berkelanjutan,” kata Tebe dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/2/2025).

Baca juga: KKP Bantah MBG Picu Lonjakan Harga Ikan di Pasar

BUBK Kebumen mengelola lahan tambak hingga 65 hektar. Sebanyak 23,5 hektar di antaranya merupakan lahan produktif yang terdiri dari 16 klaster.

Menurut Tebe, BUBK Kebumen menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kebumen melalui pembayaran Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Perikanan Budidaya sebesar Rp 259.087.652 juta pada 2024 dan Rp 489.264.736 pada 2025.

Selain itu, BUBK Kebumen juga menyerap 142 tenaga kerja lokal sebagai karyawan tetap. Para pekerja berasal dari desa-desa sekitar tambak.

Di luar itu, masih terdapat 100 pekerja lepas yang ikut menerima manfaat ekonomi.

“Peningkatan (produksi) ini menjadi bukti bahwa sistem budidaya berbasis kawasan yang diterapkan semakin efektif, efisien, dan berdaya saing,” tutur Tebe.

Baca juga: KKP Targetkan Transaksi Rp 7 Miliar dalam Business Matching UMKM

Tidak hanya produktivitas yang meningkat, tambak udang berkelanjutan ini juga menghasilkan kualitas premium.

Menurut Tebe, semua udang hasil budidaya BUBK Kebumen menerapkan Cara Budidaya Ikan yang baik (CBIB) sehingga dijamin bebas residu antibiotik.

Kualitas tersebut membuat udang BUBK Kebumen memiliki nilai tawar tinggi di pasar ekspor.

Model tambak ini juga selaras dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang mendorong tambak ramah lingkungan.

“Dengan penerapan CBIB, kami optimistis produktivitas akan terus meningkat hingga mencapai titik optimal. Ini adalah sarana edukasi bagi masyarakat bahwa budidaya bisa produktif sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Tebe.

Pengelolaan Dialihkan

Lebih lanjut, Tebe menyebut, KKP memutuskan mengalihkan BUBK kebumen dari Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang ke Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara.

Kebijakan itu ditetapkan guna menjaga tren produktivitas tambak udang Kebumen yang tinggi.

Pengalihan ini diharapkan membuat pengelolaan semakin lebih baik mengingat BLUPB Karawang saat ini mendapat tugas besar mengelola Modeling Budidaya Ikan Nila Salin hingga 314 hektar.

Saat ini, BBPBAP Jepara telah menebarkan benur udang vaname di tambak Kebumen yang memulai siklus budidaya ketujuh.

“Transisi pengelolaan berjalan mulus tanpa menghentikan aktivitas produksi. Justru saat ini operasional tambak terus diperkuat agar semakin optimal,” tutur Tebe.

Tag:  #produksi #tambak #udang #kebumen #capai #bebas #antibiotik

KOMENTAR