Asing Catat Net Buy Rp 1,14 Triliun, Berikut Deretan Saham yang Dibeli
Ilustrasi saham. FTSE Russell menunda peninjauan indeks saham Indonesia periode Maret 2026 di tengah proses reformasi pasar modal. ()
11:56
24 Februari 2026

Asing Catat Net Buy Rp 1,14 Triliun, Berikut Deretan Saham yang Dibeli

- Pada perdagangan awal pekan ini dana asing tercatat masuk dengan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 1,14 triliun di seluruh pasar, menjadi penopang utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (23/2/2026).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), arus modal asing itu mendorong kenaikan IHSG yang ditutup menguat 124,31 poin atau 1,50 persen ke level 8.396,08. Sepanjang sesi, indeks bergerak dalam rentang 8.327 hingga 8.397.

Dari sisi likuiditas, aktivitas transaksi tergolong ramai. Total volume perdagangan mencapai 49,60 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 24,16 triliun.

Baca juga: Luhut Sebut Dana Asing Berpotensi Masuk Rp 1.179 Triliun, Usul Rombak OJK dan BEI

Penguatan indeks juga ditopang oleh mayoritas saham yang berakhir di zona hijau. Sebanyak 468 saham menguat, berbanding 206 saham melemah dan 142 saham stagnan.

Asli net buy asing terlihat terfokus pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan dan pertambangan, yang selama ini menjadi barometer pergerakan IHSG.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi incaran utama dengan nilai beli bersih Rp 393,52 miliar. Disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 330,61 miliar dan PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) Rp 139,58 miliar.

Di sektor tambang, asing juga agresif mengoleksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp 133,58 miliar dan PT Timah Tbk (TINS) Rp 100,35 miliar.

Kemudian, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 69,79 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 62,35 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 55,8 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 55,12 miliar, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 47,12 miliar.

Baca juga: Tren Pelemahan Rupiah Dipengaruhi Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed dan Keluarnya Dana Asing

Untuk diketahui, IHSG terpantau bergerak di zona merah pada sesi awal perdagangan Selasa (24/2/2026). Indeks berada di level 8.376,338 atau melemah 19,744 poin setara 0,24 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

IHSG sempat dibuka menguat di level 8.428,050 dan bahkan menyentuh level tertinggi intraday di 8.437,089. Namun tekanan jual mulai mendominasi setelah pukul 09.00, membuat indeks berbalik arah dan turun hingga menyentuh angka terendah di 8.372,423.

Dari sisi likuiditas, volume transaksi mencapai 11,485 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 5,152 triliun dan frekuensi 798.545 kali transaksi. Sebanyak 369 saham melemah, sementara 195 saham menguat dan 161 saham stagnan.

Tag:  #asing #catat #triliun #berikut #deretan #saham #yang #dibeli

KOMENTAR