Salah Sebut Nama KDM Jadi Ridwan Kamil, Mentan Amran Berkelakar Harus Potong Kambing
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi usai kunjungan ke Gereja Katedral Santo petrus Bandung, rabu (24/12/2025)(KOMPAS.COM/AGIE PERMADI)
14:40
7 Januari 2026

Salah Sebut Nama KDM Jadi Ridwan Kamil, Mentan Amran Berkelakar Harus Potong Kambing

– Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berkelakar harus memotong kambing setelah salah menyebut nama Gubernur Jawa Barat. Amran sempat memanggil Dedi Mulyadi sebagai Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil merupakan mantan Gubernur Jawa Barat. 

Peristiwa tersebut terjadi saat Amran menyampaikan laporan capaian swasembada beras 2025. Presiden Prabowo Subianto hadir langsung dalam acara tersebut. Sejumlah pejabat negara dan kepala daerah turut hadir.

Amran membuka laporan dengan menyapa para pejabat. Ia kemudian menyebut nama gubernur yang hadir.

“Para Gubernur. Ada Pak Ridwan Kamil,” ujar Amran di Kecamatan Cilebar, Karawang Timur, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Amran segera menyadari kekeliruan ucapannya. Suasana mendadak riuh. Para hadirin tertawa. Amran dan Dedi Mulyadi sama-sama tersipu.

Astaghfirullah. Kang Deddy Mulyadi,” lanjut Amran meralat pernyataannya.

Kesalahan itu membuat Amran melontarkan candaan. Ia menyebut perlu memotong kambing karena salah menyebut nama. Amran lalu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

“Ini harus potong kambing ya kalau salah nama? Maaf Pak Gubernur,” ujar Amran.Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam sebuah kesempatan.DOK. Humas Kementan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam sebuah kesempatan.

Kepala Badan Pangan Nasional itu mengaku memiliki hubungan komunikasi yang cukup intens dengan Dedi Mulyadi. Keduanya kerap berkomunikasi melalui sambungan telepon.

Amran kemudian bercerita soal satu percakapan. Dedi Mulyadi sempat meminta tambahan bantuan untuk Jawa Barat. Permintaan itu disebut sebesar 10 persen dengan membawa nama Gerindra. Jenis bantuan tersebut tidak dijelaskan secara rinci.

“Tapi biasa beliau (minta) tambah, Bapak Presiden. Pak Mentan jangan sampai lupa. Aku dari Gerindra. Oh iya aku ngerti itu. Maksudnya tambah itu bantuan 10 persen,” ujar Amran.

Permintaan tersebut tidak dikabulkan. Amran mengaku teringat pesan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang. Pesan itu menekankan pentingnya bersikap adil.

Penertiban tata kelola pupuk menjadi salah satu contoh. Amran menegaskan keputusan tidak didasarkan pada kepentingan tertentu.

“Jadi kami tutup mata Bapak Presiden. Siapa saja, saya iya, iya saja. Enggak kepanggil. Harus lurus saja, Bapak Presiden,” kata Amran.

Amran kembali menyapa Dedi Mulyadi di akhir pernyataannya. Ia menutup dengan candaan lanjutan.

“Maaf Pak Gubernur. Nanti bantuan ada tambahannya karena pelayanannya baik hari ini,” tambah Amran.

Tag:  #salah #sebut #nama #jadi #ridwan #kamil #mentan #amran #berkelakar #harus #potong #kambing

KOMENTAR