Kenapa Pertumbuhan Ekonomi Vietnam Bisa Tembus 8 Persen pada 2025?
Ilustrasi bendera Vietnam. Vietnam Akhiri Masa Jabatan Seumur Hidup untuk PNS(Freepik/wirestock)
09:48
6 Januari 2026

Kenapa Pertumbuhan Ekonomi Vietnam Bisa Tembus 8 Persen pada 2025?

- Vietnam menutup 2025 dengan angka pertumbuhan ekonomi yang mencolok di tengah tahun yang penuh guncangan.

Produk domestik bruto (PDB) Vietnam diperkirakan tumbuh 8,02 persen secara tahunan (year on year/yoy), sesuai target yang dipasang pemerintah.

Angka itu disampaikan Nguyen Thi Huong, Direktur Jenderal Kantor Statistik Nasional Vietnam (NSO) dalam konferensi pers di Hanoi, Senin (5/1/2026).

Ilustrasi bendera Vietnam.PEXELS/HUGO HEIMENDINGER Ilustrasi bendera Vietnam.

Dikutip dari Vietnam Plus, dalam paparan itu, Huong menekankan, hasil 2025 menunjukkan “tekad yang tinggi” dari sistem politik dan “arah kebijakan yang tepat waktu dan tegas” dari pemerintah, sembari menyinggung ketahanan komunitas bisnis dan masyarakat.

Lalu, apa yang membuat pertumbuhan Vietnam bisa menembus 8 persen pada 2025?

Data resmi memperlihatkan beberapa mesin utama yang bergerak bersamaan, yaitu industri dan konstruksi yang menguat, sektor jasa yang ikut melaju, serta ekspor yang kembali menonjol, di saat inflasi tetap terkendali dan investasi asing masih masuk, meski risiko dari tarif AS dan bencana alam tidak hilang.

Pertumbuhan ekonomi Vietnam 8,02 persen pada 2025: akselerasi per kuartal dan kontribusi sektor

NSO mencatat, laju pertumbuhan ekonomi Vietnam menanjak dari kuartal ke kuartal sepanjang 2025.

Pertumbuhan ekonomi Vietnam pada kuartal IV 2025 diperkirakan mencapai 8,46 persen (yoy), disebut sebagai laju kuartal IV tertinggi dalam rentang 2011–2025.

Sementara per kuartal, pertumbuhan bergerak dari 7,05 persen pada kuartal I 2025, kemudian 8,16 persen pada kuartal II 2025, 8,25 persen pada kuartal III 2025, hingga 8,46 persen pada kuartal IV 2025.

Dari sisi lapangan usaha, sektor jasa menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan, disusul industri dan konstruksi. Rinciannya adalah sebagai berikut.

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.THINKSTOCKS Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.

  • Pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 3,78 persen, berkontribusi 5,3 persen terhadap pertumbuhan
  • Industri dan konstruksi tumbuh 8,95 persen, kontribusinya 43,62 persen
  • Jasa tumbuh 8,62 persen, kontribusinya 51,08 persen (yang terbesar)

Struktur ekonomi juga memperlihatkan dominasi jasa dan manufaktur. Pada 2025, jasa menyumbang 42,75 persen terhadap PDB, industri-konstruksi 37,65 persen, pertanian 11,64 persen, dan pajak neto subsidi produk 7,96 persen.

Pada harga berlaku, PDB Vietnam 2025 diperkirakan 12,85 kuadriliun dong atau sekitar 489,07 miliar dollar AS, naik sekitar 38 miliar dollar AS dibanding 2024.

Sementara itu, PDB per kapita diperkirakan 5.026 dollar AS, naik 326 dollar AS.

Ekspor Vietnam menopang ekonomi: rekor nilai dagang dan surplus besar ke AS

Salah satu cerita terbesar Vietnam pada 2025 datang dari perdagangan luar negeri. Reuters melaporkan, data awal pemerintah menunjukkan ekonomi Vietnam didorong ekspor yang kuat meski ada tarif AS.

Nilai ekspor total Vietnam disebut naik 17 persen menjadi sekitar 475 miliar dollar AS.

Ekspor Vietnam ke AS disebut mencapai sekitar 153 miliar dollar AS pada 2025, melampaui rekor 2024. Itu mendorong surplus neraca perdagangan Vietnam dengan AS menjadi hampir 134 miliar dollar AS.

Reuters juga menekankan posisi Vietnam sebagai bagian penting rantai pasok global untuk elektronik, tekstil, alas kaki, dan barang konsumsi lain, dengan perusahaan multinasional seperti Samsung, Apple, dan Nike membuat produk di Vietnam untuk diekspor, terutama ke pasar AS.

Pada saat bersamaan, impor Vietnam dari China ikut membesar. Reuters menyebut impor barang China naik ke rekor sekitar 186 miliar dollar AS pada 2025.

Ilustrasi ekspor Indonesia, kegiatan ekspor impor.SHUTTERSTOCK/AVIGATOR FORTUNER Ilustrasi ekspor Indonesia, kegiatan ekspor impor.

Kenaikan impor ini ikut memunculkan sorotan Washington. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump menuduh Vietnam menjadi “hub transshipment” untuk barang China menuju AS.

Dengan kata lain, pada 2025 mesin ekspor Vietnam bukan sekadar pulih, tetapi “menyala” lagi, meski berjalan berdampingan dengan risiko dagang yang makin politis.

Manufaktur tetap ekspansif: PMI di zona ekspansi dan optimisme bisnis

Kinerja manufaktur juga ditopang indikator aktivitas pabrik.

Dikutip dari data S&P Global, indeks PMI manufaktur Vietnam berada di 53,0 pada Desember 2025, sedikit turun dari 53,8 pada November 2025, namun tetap jauh di atas ambang 50 yang memisahkan ekspansi dan kontraksi.

"Sektor manufaktur Vietnam mengakhiri tahun yang penuh gejolak dengan catatan positif, dengan produksi dan pesanan baru kembali meningkat secara signifikan dan kepercayaan bisnis mencapai level tertinggi dalam 21 bulan terakhir," ujar Andrew Harker, direktur ekonomi di S&P Global Market Intelligence.

S&P Global juga menyinggung bahwa cuaca yang lebih stabil pada Desember 2025 membantu produksi, meski “efek sisa” badai dan banjir masih terasa pada pasokan bahan baku dan keterlambatan pengiriman.

Di sisi lain, perusahaan meningkatkan pembelian input, stok input naik, dan kepercayaan untuk 2026 menguat.

Bagi ekonomi yang sangat terkait perdagangan, kondisi manufaktur yang tetap ekspansif memberi bantalan tambahan ketika ketidakpastian tarif dan rantai pasok meningkat.

Industri-konstruksi menguat, konstruksi ikut pulih seiring investasi dan infrastruktur

NSO mencatat nilai tambah sektor industri pada 2025 diperkirakan naik sekitar 8,8 persen (yoy), disebut sebagai pertumbuhan terkuat sejak 2019, menyumbang lebih dari sepertiga kenaikan total nilai tambah bruto.

Pada saat yang sama, aktivitas konstruksi disebut terus pulih, elaras dengan membaiknya investasi dan pembangunan infrastruktur. 

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Freepik Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi Vietnam pada 2025 juga didukung konsumsi domestik dan belanja pemerintah untuk infrastruktur, saat Vietnam berupaya menyeimbangkan model pertumbuhan yang selama ini sangat bertumpu pada ekspor.

Konsumsi domestik ikut bergerak: ritel dan produksi industri sama-sama naik

Di luar ekspor, indikator domestik memperlihatkan dorongan permintaan yang ikut membantu. Reuters melaporkan produksi industri dan penjualan ritel sama-sama naik 9,2 persen pada 2025.

Inflasi tahunan 2025 berada di level 3,31 persen, sementara inflasi Desember 2025 tercatat 3,48 persen (yoy).

Kombinasi riil seperti produksi industri dan ritel yang tumbuh, bersamaan inflasi yang masih relatif terkendali, memperkuat gambaran bahwa pendorong ekonomi Vietnam pada 2025 tidak hanya datang dari luar negeri.

Sektor jasa menguat: perdagangan, transportasi, dan pariwisata mengangkat kontribusi

Di sisi jasa, NSO menyatakan sektor ini mendapat manfaat dari ekspansi di perdagangan, transportasi, dan pariwisata.

Kunjungan wisatawan internasional pada 2025 mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, memberi dorongan pada industri terkait jasa. 

Beberapa subsektor jasa yang disebut mencatat pertumbuhan kuat antara lain perdagangan grosir-ritel, transportasi-pergudangan, jasa keuangan-perbankan, serta akomodasi dan katering. 

Dengan kontribusi jasa terhadap pertumbuhan yang terbesar, penguatan konsumsi dan mobilitas (termasuk wisata) menjadi komponen penting yang menjelaskan mengapa pertumbuhan bisa bertahan tinggi di tengah gangguan eksternal.

Arus modal asing tetap masuk: realisasi naik dan jadi salah satu jangkar ekonomi Vietnam

Ilustrasi investasi. Dok. Shutterstock.com Ilustrasi investasi.

Arus modal asing juga masih menopang. Reuters menyebut realisasi investasi asing (inflows) pada 2025 naik 9 persen menjadi 27,6 miliar dollar AS, sementara komitmen (pledges) relatif datar sekitar 38,4 miliar dollar AS.

Vietnam tetap menjadi magnet investasi, dengan pabrik-pabrik yang berpindah atau mendiversifikasi dari China, termasuk arus investor Korea Selatan dan China, meski tantangan seperti kenaikan biaya tenaga kerja dan keterbatasan infrastruktur mulai terasa. 

Dalam konteks rantai pasok, aliran FDI dan kehadiran perusahaan global membantu menjaga mesin produksi dan ekspor tetap berputar, termasuk pada sektor elektronik, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Vietnam.

Tiga pilar pertumbuhan ekonomi Vietnam: investasi, ekspor, dan konsumsi

Huong menyatakan, tiga pilar pertumbuhan ekonomi Vietnam, yakni investasi publik, ekspor, dan konsumsi, perlu dukungan tepat waktu dengan fokus pada kualitas dan efisiensi. 

Dikutip dari laman resmi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Can Van Luc, ekonom dan anggota Dewan Penasihat Ekonomi Perdana Menteri Vietnam menilai ekonomi Vietnam berada pada jalur pemulihan yang cukup solid.

Permintaan konsumsi domestik pulih, ekspor, meski melambat, tetap membaik, dan jasa seperti pariwisata, akomodasi, makanan-minuman, logistik, serta pendidikan menunjukkan pertumbuhan positif. 

Pertbuhan ekonomi Vietnam tembus 8 persen di tengah tarif dan banjir: risiko tetap ada, tetapi tidak mematahkan tren

Satu hal yang berulang dalam laporan 2025 adalah pertumbuhan tinggi terjadi ketika risiko juga tinggi.

Pertumbuhan ekonomi Vietnam sebesar 8,02 persen pada 2025 tidak menunjukkan gangguan langsung dari tarif AS yang diberlakukan sejak Agustus 2025 serta kerusakan luas akibat banjir berulang. 

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. FREEPIK/PIKISUPERSTAR Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.

Namun, 2025 juga diwarnai bencana alam parah dan lingkungan global yang volatil, yang menjadi latar saat Huong mengumumkan capaian PDB tersebut.

Di level operasional perusahaan, S&P Global mencatat dampak badai dan banjir masih mengganggu pasokan bahan baku, memperpanjang waktu pengiriman pemasok, dan memicu tekanan biaya input. 

Artinya, angka pertumbuhan ekonomi 8 persen yang diraih Vietnam pada 2025 bukan datang dari kondisi tanpa gangguan, melainkan dari situasi ketika ekspor, manufaktur, jasa, dan arus investasi masih cukup kuat untuk menjaga laju ekonomi.

Target lebih tinggi ke depan dan tantangan menjaga stabilitas

Huong menyebut Vietnam mengejar pertumbuhan ekonomi dua digit sembari menjaga stabilitas makro, mengendalikan inflasi, dan memastikan keseimbangan ekonomi utama akan menjadi tantangan besar pada 2026.

Ia menyerukan persatuan dan upaya terkoordinasi lintas sistem politik dan pemerintah daerah untuk mengatasi kesulitan serta menangkap peluang. 

Vietnam menargetkan pertumbuhan yang lebih ambisius untuk periode berikutnya, sejalan dengan agenda rebalancing agar tidak hanya bergantung pada ekspor. 

Tag:  #kenapa #pertumbuhan #ekonomi #vietnam #bisa #tembus #persen #pada #2025

KOMENTAR