Triputra Agro Persada (TAPG) Adopsi Pemantauan Perkebunan Berbasis AI
Ilustrasi kebun sawit(KOMPAS.com/ALEK KURNIAWAN)
11:04
24 Februari 2026

Triputra Agro Persada (TAPG) Adopsi Pemantauan Perkebunan Berbasis AI

- Emiten sawit PT Triputra Agro Persada (TAPG) menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI) asal Korea Selatan, Dabeeo, melalui penerapan solusi analitik spasial dan pemetaan berbasis AI di sektor perkebunan kelapa sawit.

“Kontrak ini menunjukkan bahwa solusi Dabeeo telah diakui sebagai platform terintegrasi yang menggabungkan pemantauan presisi perkebunan dengan manajemen operasional di tingkat lapangan,” kata Vice President Dabeeo, Victor Choi dalam keterangan resmi, Senin (23/2/2026).

Lewat kerja sama ini, Dabeeo akan mengimplementasikan sistem pemantauan perkebunan berbasis AI di area perkebunan kelapa sawit Triputra Agro Persada dalam skala besar.

Teknologi tersebut memanfaatkan vision AI proprietary Dabeeo untuk menghadirkan pendekatan baru dalam pengelolaan perkebunan, melampaui metode penginderaan jauh berbasis satelit konvensional.

Baca juga: Pungutan Ekspor Sawit Capai Rp 3 Triliun Per Bulan, Untuk Biayai UKMK hingga Peremajaan

Sistem ini memungkinkan identifikasi individual setiap pohon, analisis kesehatan tanaman, serta deteksi perubahan kondisi kebun melalui pemrosesan citra satelit beresolusi tinggi dengan kecerdasan buatan.

Selain itu, Dabeeo mengintegrasikan analisis tiga dimensi (3D terrain analysis) dan evaluasi kesesuaian lahan guna memberikan gambaran komprehensif terkait kondisi perkebunan.

Seluruh hasil analisis disajikan melalui platform berbasis web dan aplikasi mobile, sehingga memungkinkan pertukaran data secara real time antara tim lapangan dan kantor pusat.

Salah satu fitur utama adalah integrasi data satelit berbasis AI dengan data operasional di lapangan, termasuk penandaan otomatis titik Tandan Buah Segar (TBS) yang belum terangkut dari Tempat Pengumpulan Hasil (TPH).

Sistem ini membantu tim logistik mengatur rute dan armada angkut secara lebih efisien, sekaligus meminimalkan hambatan operasional seperti genangan banjir.

Setelah menjalin kerja sama dengan Triputra Agro Persada, Victor Choi mengatakan bahwa Dabeeo juga berencana memperluas kolaborasi dengan produsen kelapa sawit besar lainnya di Indonesia.

“Dengan menghubungkan analisis AI berbasis satelit dan data milik pelanggan, kami menghadirkan solusi yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan operasional perkebunan,” ujar Victor Choi.

Baca juga: Jaga Daya Saing Jangka Panjang, Digitalisasi Internal Jadi Strategi Perusahaan

Selain bekerja sama dengan TAPG, perusahaan teknologi AI ini juga telah menjalankan kerja sama dengan sejumlah grup perkebunan besar, antara lain Salim Group, Tunas Sawa Erma (TSE) Group, dan POSCO Group melalui PT Bio Inti Agrindo (BIA).

Victor Choi menegaskan, kedepan, Dabeeo akan menargetkan perluasan basis klien ke perusahaan agribisnis global.

“Saat ini, Dabeeo juga telah menjalin kerja sama dengan perusahaan perkebunan di Malaysia, yaitu Sawit Kinabalu. Kami akan menargetkan perluasan basis klien ke perusahaan agribisnis global,” tegas dia.

Tag:  #triputra #agro #persada #tapg #adopsi #pemantauan #perkebunan #berbasis

KOMENTAR