Iran Minta Asetnya Dikembalikan untuk Akhiri Perang, Apa Saja dan Ada di Mana?
Ilustrasi Iran.(SHUTTERSTOCK)
17:36
11 Mei 2026

Iran Minta Asetnya Dikembalikan untuk Akhiri Perang, Apa Saja dan Ada di Mana?

Iran menjadikan pengembalian aset-aset yang dibekukan di luar negeri sebagai salah satu tuntutan utama dalam upaya mengakhiri perang dengan Amerika Serikat.

Pemerintah Iran menilai aset tersebut merupakan hak rakyat Iran yang selama bertahun-tahun tidak dapat diakses akibat sanksi dan pembatasan internasional.

Dilansir AFP, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei pada Senin (11/5/2026) mengatakan, negaranya meminta “pengakhiran perang di kawasan”, penghentian blokade laut AS, serta “pembebasan aset milik rakyat Iran yang selama bertahun-tahun secara tidak adil terjebak di bank-bank asing."

Baca juga: Insinyur Dirgantara Iran Dieksekusi, Imbas Bocorkan Rahasia Satelit ke CIA dan Mossad

Baqaei menegaskan bahwa Iran tidak meminta konsesi tambahan dalam proposal terbarunya kepada Washington.

“Kami tidak menuntut konsesi apa pun. Satu-satunya yang kami tuntut adalah hak-hak sah Iran,” katanya.

Apa itu aset beku Iran?

Ilustrasi aset.SHUTTERSTOCK/CHINNAPONG Ilustrasi aset.

Aset beku adalah dana, properti, atau sekuritas milik suatu negara yang ditahan oleh negara lain, lembaga internasional, atau institusi keuangan sehingga pemiliknya tidak dapat mengakses atau menggunakannya.

Dikutip dari Al Jazeera, sebagian besar aset Iran yang dibekukan berasal dari pendapatan penjualan minyak, aset bank sentral, serta dana lain yang tertahan di bank-bank luar negeri akibat sanksi Amerika Serikat dan negara Barat.

Sanksi terhadap Iran telah berlangsung sejak 1979, ketika Revolusi Iran memicu krisis penyanderaan warga AS di Kedutaan Besar Amerika di Teheran. Dalam perkembangannya, sanksi semakin meluas terkait program nuklir dan rudal balistik Iran.

Nilainya diperkirakan lebih dari 100 miliar dollar AS

Jumlah pasti aset Iran yang dibekukan tidak diketahui secara rinci. Namun, laporan resmi Iran dan sejumlah pakar memperkirakan nilainya mencapai lebih dari 100 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.741 triliun).

Peneliti senior Middle East Council on Global Affairs, Frederic Schneider, mengatakan, jumlah tersebut sangat besar bagi Iran yang selama puluhan tahun terdampak sanksi.

“Ini adalah jumlah yang sangat besar, terutama bagi masyarakat yang telah menderita akibat sanksi yang dipimpin AS selama beberapa dekade,” katanya.

Menurut akademisi University of Cambridge Roxane Farmanfarmaian, pencairan aset akan membantu Iran memulihkan ekonominya, termasuk memperbaiki industri minyak, sistem air, dan jaringan listrik yang mengalami penurunan infrastruktur.

Baca juga: AS dan Iran Gagal Damai, Saling Tolak Tuntutan Akhiri Perang

“Jelas bahwa Iran juga harus membangun kembali setelah perang, dan aset yang dibebaskan akan segera membuat proses itu lebih cepat dan lebih efisien,” katanya.

Meski demikian, Schneider menyebut Iran tetap skeptis apakah AS benar-benar akan melepas aset tersebut tanpa syarat tambahan.

“Iran jelas sangat membutuhkan aset itu, tetapi mengingat sejarah sanksi yang sangat kacau dan kurangnya spesialis di pihak AS untuk merundingkan detailnya, Iran bersikap skeptis,” ujarnya.

Disimpan di banyak negara

Aset Iran yang dibekukan tersebar di sejumlah negara. Media Iran sebelumnya melaporkan bahwa Jepang menyimpan sekitar 1,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 26 triliun) aset Iran, Irak sekitar 6 miliar dollar AS (sekitar Rp 104 triliun), China sedikitnya 20 miliar dollar AS (sekitar Rp 348 triliun), dan India sekitar 7 miliar dollar AS (sekitar Rp 121 triliun).

Selain itu, AS disebut menyimpan sekitar 2 miliar dollar AS (sekitar Rp 34 triliun) aset Iran yang dibekukan secara langsung. Negara-negara Uni Eropa seperti Luksemburg juga disebut memegang sekitar 1,6 miliar dollar AS (sekitar Rp 27 triliun).

Qatar memegang sekitar 6 miliar dollar AS dana Iran yang sebelumnya dipindahkan dari Korea Selatan.

Dana tersebut sempat dibuka aksesnya dalam kesepakatan pertukaran tahanan pada 2023, tetapi kembali diblokir setelah AS menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran.

Baca juga: Netanyahu Tak Rela Perang Iran Berakhir, Tuntut Teheran Bereskan Ini Lebih Dulu

Tag:  #iran #minta #asetnya #dikembalikan #untuk #akhiri #perang #saja #mana

KOMENTAR