Privy Tutup 2025 dengan 71 Juta Pengguna, Fokus Jaga Kepercayaan Digital
– Di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi digital dan maraknya penipuan online, penyedia identitas digital Privy menutup 2025 dengan pertumbuhan pengguna yang signifikan.
Perusahaan ini mencatat 71 juta pengguna individu terverifikasi serta 167.000 organisasi dan institusi yang menggunakan layanannya hingga akhir tahun lalu.
Capaian tersebut datang bersamaan dengan upaya Privy memperkuat ekosistem kepercayaan digital atau digital trust, yang dinilai kian relevan seiring meluasnya transaksi daring lintas sektor, mulai dari UMKM hingga korporasi.
Lonjakan Pengguna dan Ekspansi Layanan
CEO Privy Marshall Pribadi mengatakan, sepanjang 2025 perusahaan tidak hanya mencatat pertumbuhan basis pengguna, tetapi juga memperluas peran layanan identitas digital dalam transaksi ekonomi sehari-hari.
“Terdapat 71 juta pengguna individu terverifikasi dan 167.000 organisasi dan institusi menggunakan layanan Privy,” ujar Marshall dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Ia menambahkan, ekspansi layanan ke Australia menjadi tonggak penting karena menandai langkah perusahaan Indonesia menembus pasar internasional untuk jasa berteknologi tinggi. Menurut Marshall, hal tersebut mempertegas posisi Privy sebagai salah satu fondasi keamanan transaksi digital bagi dunia usaha dan individu.
Menangkal Penipuan Digital
Di sisi lain, tantangan keamanan digital juga meningkat. Privy mencatat sepanjang 2025 berhasil mendeteksi dan mencegah lebih dari 122 juta upaya kecurangan digital, termasuk pemalsuan identitas berbasis kecerdasan buatan dan rekayasa dokumen elektronik.
“Privy menjadi satu-satunya institusi di Indonesia yang tidak hanya memberikan kepastian, tetapi juga jaminan atas keaslian dokumen digital,” kata Marshall.
Sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik yang berinduk ke Kominfo RI, Privy memberikan Certificate Warranty hingga Rp 1 miliar untuk melindungi pengguna dari potensi kerugian akibat dokumen digital yang terbukti tidak asli. Skema tersebut dimaksudkan untuk memberikan kepastian hukum dalam transaksi digital.
Memasuki 2026, Privy menyatakan akan melanjutkan penguatan ekosistem digital trust melalui pengembangan identitas digital lintas platform, komunikasi terverifikasi, serta tanda tangan elektronik tersertifikasi untuk dokumen perpajakan. “Privy hadir bukan hanya sebagai teknologi, tetapi sebagai jaminan kepercayaan bagi masyarakat dan dunia usaha,” ujar Marshall.
Tag: #privy #tutup #2025 #dengan #juta #pengguna #fokus #jaga #kepercayaan #digital