Impor Indonesia Januari–November 2025 Tembus USD 218,02 Miliar, Tiongkok Masih Jadi Negara Asal Terbesar
- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan total nilai impor sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai USD 218,02 miliar. Angka tersebut tercatat naik 2,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa (BPS) Pudji Ismartini mengungkapkan bahwa nilai impor migas tercatat senilai USD 29,42 miliar atau turun 10,81 persen. Sedangkan untuk nilai impor non-migas tercatat senilai USD 188,61 miliar atau naik 4,37 persen.
Kemudian jika dilihat menurut penggunaan, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada barang modal. Sebagai penyumbang utama peningkatan impor, nilai impor barang modal mencapai USD 44,81 miliar atau naik 18,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan memberikan andil peningkatan 3,28 persen.
"Impor barang modal yang naik cukup besar yaitu mesin peralatan mekanis dan bagiannya atau HS84, kemudian mesin pelengkapan elektrik dan bagiannya atau HS85, serta kendaraan udara dan bagiannya atau HS88," kata Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/1).
Di sisi lain, untuk impor bahan baku penolong turun 1,46 persen menjadi USD 153,20 miliar. Begitu pula pada impor barang konsumsi yang mengalami penurunan sebesar 2,02 persen menjadi USD 20,01 miliar.
Sementara itu, lanjut Pudji, jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan asal impor, maka peningkatan nilai impor terjadi dengan Tiongkok dan Amerika Serikat. "Sedangkan, impor dari Jepang, negara ASEAN, dan Uni Eropa mengalami penurunan," lanjutnya.
Pudji juga membeberkan dilihat dari perkembangan tiga komoditas utama non-migas yang diimpor Indonesia pada Januari hingga November 2025, yaitu mesin atau peralatan mekanis, mesin atau perlengkapan elektrik, serta kendaraan dan bagiannya.
Sepanjang Januari hingga November 2025, total impor ketiga komoditas tersebut memberikan share sekitar 37,86 persen terhadap total impor non-migas.
"Nilai impor komoditas utama mengalami pengingkatan baik dari sisi nilai maupun dari sisi volume dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu," bebernya.
Lebih rinci, ia menyebutkan nilai impor mesin atau peralatan mekanis adalah sebesar 32,84 miliar USD dengan volume 4,25 juta ton. Sedangkan nilai impor mesin perlengkapan elektrik sebesar 28,60 miliar USD dengan volume 1,99 juta ton, serta untuk kendaraan dan bagiannya adalah sebesar 9,96 miliar USD dengan volume sebesar 1,51 juta ton.
Dilihat dari negara dan kawasan asal utama impor, lanjut Pudji, sepanjang Januari hingga November 2025, tiga besar negara asal impor adalah Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat dengan share sekitar 52,87 persen dari total impor non-migas Indonesia pada Januari hingga November 2025.
Impor non-migas dari Tiongkok mencapai USD 77,52 miliar dan didominasi oleh impor mesin dan peralatan mekanis atau HS84 dengan share 22,75 persen dan tumbuh 12,33 persen secara year on year.
"Impor non-migas dari Jepang tercatat sebesar USD 13,28 miliar dan didominasi oleh impor mesin dan peralatan mekanis atau HS84 dengan share 21,70 persen dan tumbuh 5,76 persen secara year on year," tutur Pudji.
"Impor non-migas dari Amerika Serikat tercatat sebesar USD 8,93 miliar dan didominasi oleh impor mesin dan peralatan mekanis atau HS84 dengan share 18,36 persen dan tumbuh 16,25 persen secara year on year," tukasnya.
Tag: #impor #indonesia #januarinovember #2025 #tembus #21802 #miliar #tiongkok #masih #jadi #negara #asal #terbesar