Neraca Perdagangan Masih Surplus 67 Bulan, Capai 2,66 Miliar Dollar AS
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Media asing soroti pertumbuhan ekonomi Indonesia.(PIXABAY)
11:56
5 Januari 2026

Neraca Perdagangan Masih Surplus 67 Bulan, Capai 2,66 Miliar Dollar AS

 Badan Pusat Statistik melaporkan neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus pada November 2025. Nilainya mencapai 2,66 miliar dollar AS.

Catatan Kompas.com menunjukkan surplus ini lebih besar dibandingkan Oktober 2025 sebesar 2,39 miliar dollar AS. Capaian tersebut memperpanjang tren surplus selama 67 bulan berturut-turut.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan nilai ekspor Indonesia pada November 2025 mencapai 22,52 miliar dollar AS. Angka ini turun 6,60 persen dibandingkan November 2024 secara year on year.

“Dengan demikian neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 67 bulan beruntun sejak Mei 2020,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Nilai impor pada November 2025 tercatat 19,86 miliar dollar AS. Angka tersebut naik tipis 0,46 persen dibandingkan November 2024 secara year on year.

Pudji menyebut surplus neraca perdagangan terutama ditopang kinerja komoditas nonmigas. Kelompok ini mencatat surplus sebesar 4,64 miliar dollar AS.

Penyumbang surplus terbesar berasal dari kelompok lemak dan minyak hewani atau nabati. Komoditas lain berasal dari besi dan baja, serta nikel.

Neraca perdagangan migas masih berada di zona defisit. Nilainya mencapai 1,98 miliar dollar AS. Tekanan utama berasal dari impor minyak mentah dan hasil minyak.

Kinerja neraca perdagangan barang sepanjang Januari hingga November 2025 tetap positif. Hingga akhir November 2025, surplus tercatat sebesar 38,54 miliar dollar AS.

Surplus periode Januari hingga November 2025 ditopang komoditas nonmigas senilai 56,15 miliar dollar AS. Kinerja tersebut tertahan defisit perdagangan migas sebesar 17,61 miliar dollar AS.

Tinjauan berdasarkan negara mitra dagang menunjukkan surplus terbesar berasal dari Amerika Serikat senilai 16,54 miliar dollar AS. India menempati posisi berikutnya dengan surplus 12,06 miliar dollar AS.

Tag:  #neraca #perdagangan #masih #surplus #bulan #capai #miliar #dollar

KOMENTAR