Diwarnai Bencana, Menhub Sebut Libur Natal dan Tahun Baru 2026 Tak Biasa
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers mengenai Nataru 2025/2026 di Jakarta, Rabu (31/12/2025). (KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
11:28
5 Januari 2026

Diwarnai Bencana, Menhub Sebut Libur Natal dan Tahun Baru 2026 Tak Biasa

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut libur Natal dan Tahun Baru kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Keselamatan transportasi dan penanganan bencana menjadi dua prioritas utama.

Libur Nataru tahun ini dapat kita katakan sebagai Nataru yang tidak biasa. Di satu sisi kita melayani mobilitas masyarakat dalam skala nasional, namun di sisi lain kita juga dihadapkan pada berbagai kejadian bencana di sejumlah wilayah,” kata Menhub saat Penutupan Posko Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Senin (5/1/2026), secara virtual.

Dudy menyampaikan penyelenggaraan libur Nataru menuntut kerja ekstra dan empati yang lebih kuat. Koordinasi lintas sektor perlu dilakukan secara lebih intensif.

Kesempatan tersebut juga digunakan Menhub untuk menyampaikan doa dan dukungan bagi para korban bencana. Wilayah yang disorot meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Dalam situasi seperti ini, kehadiran negara melalui kerja nyata dan pelayanan yang maksimal seluruh jajaran menjadi sangat penting dan bermakna bagi masyarakat,” jelasnya.

“Kita menjalankan tugas pelayanan transportasi rutin, melayani operasional angkutan Nataru, dan pada saat yang sama kita juga terlibat langsung dalam dukungan penanganan bencana, segera setelah kejadian sampai masa-masa pemulihan yang panjang,” tambahnya.

Kerja kolektif bersama seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci. Posko Nataru tetap berjalan dan fungsi layanan transportasi nasional tetap terjaga.

Berdasarkan hasil pemantauan selama masa operasional posko, penyelenggaraan angkutan Nataru secara umum berjalan baik, lancar, dan terkendali.

“Seluruh dinamika pergerakan penumpang di lapangan ini seperti arus kendaraan, ketepatan waktu layanan, serta aspek keselamatan telah tercatat dan terhimpun secara digital guna evaluasi secara menyeluruh,” ujarnya.

Dudy memaparkan sejumlah catatan untuk perbaikan ke depan.

Kesiapan sarana dan prasarana perlu dipastikan sejak awal, terutama moda kereta api, bus, penyeberangan, angkutan laut, dan angkutan udara. Aspek jumlah armada dan kondisi teknis menjadi perhatian utama.

Penguatan manajemen operasional dan pengaturan kapasitas juga dinilai penting. Terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara perlu dikelola lebih baik untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan penumpang.

Aspek keselamatan tetap menjadi fokus utama. Langkah yang disorot meliputi inspeksi teknis, pengendalian operasional, serta disiplin terhadap standar keselamatan.

Optimalisasi pemanfaatan data dan sistem digital juga ditekankan. Sistem ini berperan mendukung pengambilan keputusan lintas sektor agar respons lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.

“Dengan mengucapkan Alhamdulillah, posko Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” tegas dia.

Tag:  #diwarnai #bencana #menhub #sebut #libur #natal #tahun #baru #2026 #biasa

KOMENTAR