Analis Sebut Pasar Saham RI Masih Punya Ruang Naik, IHSG Bisa Tembus Level 10.000
- Di tengah bayang-bayang sentimen negatif dari lembaga pemeringkat dan penyedia indeks global, pasar saham Indonesia justru dinilai masih menyimpan ruang kenaikan yang signifikan.
Skenario dasar (base scenario) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun ini diproyeksikan menuju level 9.200, bahkan berpotensi menembus 10.000 dalam skenario optimistis.
Investment Specialist PT Korea Investment dan Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim, mengatakan proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi fundamental pasar domestik yang tetap solid, serta dukungan oleh sektor-sektor berbasis komoditas, seperti nikel, minyak dan gas bumi (migas), serta emas.
Baca juga: Hubungan AS-Iran Memanas, Apa Dampaknya ke Pergerakan IHSG Hari Ini?
“Jika base skenario kami berjalan, base skenario untuk IHSG tahun ini berada di level 9.200 dengan bullish skenario di 10.000, meskipun dibayangi sentimen negatif mengenai outlook dari lembaga rating dan juga penyedia indeks,” ujar Ahmad Faris saat dihubungi Kompas.com, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, tekanan sentimen eksternal memang tidak bisa diabaikan, terutama terkait perubahan outlook dari lembaga rating maupun potensi penyesuaian bobot oleh penyedia indeks global.
Namun, secara struktural pasar saham Indonesia masih ditopang oleh sektor komoditas dan energi yang menjadi tulang punggung kinerja emiten.
“Meskipun dibayangi sentimen negatif mengenai outlook dari lembaga rating dan juga penyedia indeks, pasar saham Indonesia masih menarik dengan ditopang oleh sektor komoditas dan energi seperti nikel, migas dan juga emas,” paparnya.
Senada, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, optimistis terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir 2026.
Pihaknya memproyeksikan indeks mencapai level 10.500 pada pengujung tahun ini.
Meski demikian, ia juga menyiapkan skenario pesimistis apabila tekanan eksternal dan domestik berlanjut.
Dalam skenario tersebut, IHSG berpotensi bergerak di kisaran 8.000 pada akhir tahun.
Rully memandang, secara fundamental pasar saham Indonesia masih tergolong solid.
Koreksi tajam yang terjadi belakangan ini dinilai masih dalam kategori koreksi sehat, mengingat sebelumnya IHSG sempat melesat cepat hingga menembus level 9.000-an.
Pergerakan tersebut wajar sebagai fase konsolidasi setelah reli yang cukup agresif.
Bahkan, saat ini sudah banyak saham yang berada pada valuasi menarik atau undervalued, namun tetap memiliki prospek fundamental yang menjanjikan.
“Kami harapkan nanti bisa ke 10.500 setelah ada kejelasan dari sektor-sektor industri lain. Perjalanan masih panjang,” ujar Rully dikutip dari Kontan.
Di sisi lain, pasar saham domestik masih rentan tertekan akibat arus keluar (outflow) dana asing yang belum mereda.
Sentimen global, seperti dinamika kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (The Fed), hingga fluktuasi harga komoditas, juga menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan indeks.
Dalam jangka pendek, pergerakan IHSG dinilai masih banyak dipengaruhi faktor teknikal dan spekulatif.
Untuk membalikkan tren negatif, dibutuhkan arus masuk (inflow) dana asing yang konsisten dalam beberapa waktu ke depan.
“Untuk membalikkan tren negatif ini, harus terlihat inflow dana asing secara konsisten dalam beberapa waktu ke depan,” imbuhnya.
Dari sisi fundamental, IHSG dinilai memiliki modal kuat untuk mencatatkan kinerja lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Beberapa faktor penopang antara lain potensi peningkatan konsumsi domestik, percepatan program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan hilirisasi industri, serta peluang penurunan suku bunga acuan global.
Namun demikian, dinamika sentimen global, arah kebijakan pemerintah, serta stabilitas arus modal asing tetap akan menjadi penentu utama arah pergerakan pasar saham sepanjang tahun ini.
Baca juga: IHSG Menguat di Tengah Outflow Asing, Investor Menanti Arah Suku Bunga BI
Tag: #analis #sebut #pasar #saham #masih #punya #ruang #naik #ihsg #bisa #tembus #level #10000