6 Perusahaan Aset Kakap Masuk Antrean IPO, BEI Ungkap Prospek Sahamnya
Saham IPO IHSG [Suara.com/Alfian Winanto]
14:52
2 Januari 2026

6 Perusahaan Aset Kakap Masuk Antrean IPO, BEI Ungkap Prospek Sahamnya

Baca 10 detik
  • Pasar modal Indonesia diprediksi mengalami lonjakan aktivitas pada Kuartal I 2026, dengan enam perusahaan aset besar antre IPO.
  • Dua kandidat utama IPO Lighthouse berasal dari sektor infrastruktur dan pertambangan, yakni ANEM dan TISA.
  • ANEM fokus nikel HPAL, TISA di logistik batu bara Sumatra, serta PRA bergerak di transportasi gas bumi pipa.

Pasar modal Indonesia diprediksi akan mengalami lonjakan aktivitas yang signifikan pada kuartal pertama tahun 2026.

Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir tahun 2025, terdapat enam perusahaan dengan kategori aset besar—masing-masing bernilai di atas Rp500 miliar—yang telah masuk dalam daftar antrean (pipeline) pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Di antara daftar tersebut, terdapat dua perusahaan yang masuk dalam kategori IPO Lighthouse atau emiten mercusuar.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, memberikan bocoran bahwa kedua calon emiten besar ini berasal dari sektor infrastruktur dan pertambangan (mining).

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai tiga kandidat kuat yang dirumorkan akan menjadi primadona lantai bursa pada awal tahun 2026:

1. PT Anugrah Neo Energy Materials (ANEM)

Dari sektor pertambangan, nama PT Anugrah Neo Energy Materials (ANEM) menjadi perbincangan hangat.

Perusahaan ini berfokus pada pengolahan nikel menggunakan teknologi High-Pressure Acid Leach (HPAL), yang sangat krusial bagi ekosistem baterai kendaraan listrik.

ANEM memiliki keunggulan strategis berupa pengelolaan konsesi lahan seluas lebih dari 10.000 hektare di wilayah Parigi Moutong dan Morowali. Area ini juga telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sepanjang tahun 2024, ANEM mencatatkan performa impresif dengan penjualan bijih nikel mencapai 2,2 juta WMT.

IPO ini dikabarkan membidik perolehan dana segar melampaui US$300 juta, terutama setelah masuknya raksasa teknologi Gotion High-Tech sebagai mitra strategis.

2. PT Titan Infra Sejahtera (TISA)

Sektor infrastruktur logistik kemungkinan besar akan diwakili oleh PT Titan Infra Sejahtera (TIS).

Menariknya, kabar mengenai melantainya perusahaan ini sempat disinggung oleh putra Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, yang membocorkan bahwa perusahaan tersebut akan menggunakan kode emiten TISA.

TISA memiliki rekam jejak kuat dalam pengoperasian infrastruktur batu bara terintegrasi di Sumatra Selatan.

Kekuatan utamanya terletak pada jalan angkut (hauling road) sepanjang 118 kilometer serta fasilitas pelabuhan di Sungai Musi yang kapasitasnya ditargetkan melonjak hingga 45 juta ton per tahun.

Dengan proyeksi volume angkutan mencapai 27 juta ton pada 2025 dan kemitraan strategis bersama PT Bukit Asam Tbk (PTBA), TISA menjadi salah satu calon emiten yang paling dinanti oleh investor institusi.

3. PT Panji Raya Alamindo (PRA)

Calon kontestan kuat lainnya adalah PT Panji Raya Alamindo (PRA), yang merupakan anak usaha dari emiten energi milik konglomerat Happy Hapsoro, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).

Bergerak di bidang transportasi dan perdagangan gas bumi melalui pipa, PRA memegang peran vital dalam rantai pasok energi nasional.

Beroperasi sejak 2007, PRA mengelola jaringan pipa transmisi dan distribusi sepanjang 224,20 kilometer yang menghubungkan hulu ke berbagai sektor industri dan pembangkit listrik milik PLN di Jawa dan Sumatra.

Selain infrastruktur pipa, perusahaan juga mengoperasikan stasiun gas bumi terkompresi (CNG) di Cikarang dan Grobogan.

Ekspansi terbarunya di tahun 2025 mencakup pengembangan gas alam terbarukan (renewable natural gas) serta kontrak jangka panjang dengan perusahaan besar seperti PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP).

Editor: M Nurhadi

Tag:  #perusahaan #aset #kakap #masuk #antrean #ungkap #prospek #sahamnya

KOMENTAR