Strategi MTPS Bertahan agar Suspensi Saham Dicabut BEI
PT Meta Epsi Tbk (MTPS) membeberkan strategi bertahan agar suspensi saham kembali diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), setelah dihentikan sementara oleh bursa sejak 3 November 2025.
Di bawah pengawasan ketat BEI, emiten di sektor teknik, pengadaan dan konstruksi itu mengaku telah menyiapkan upaya pemulihan baik di sisi efisiensi operasional, pengalihan aset non operasional, hingga kembali memburu proyek-proyek strategis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2026.
Rencana tersebut disampaikan Direktur Utama MTPS, Kahar Anwar, melalui surat resmi kepada Bursa Efek Indonesia per 25 Desember 2025.
Ilustrasi saham. Membangun kekayaan dari pasar saham bukan soal keberuntungan. Investor sukses memiliki tujuh kebiasaan yang mereka lakukan secara konsisten dan terbukti menghasilkan dalam jangka panjang.
Ini merupakan respons atas pengingat BEI terkait kewajiban penyampaian rencana pemulihan kondisi perusahaan yang menyebabkan suspensi efek.
Surat itu juga merujuk pada ketentuan Peraturan Bursa Nomor I-N yang mewajibkan emiten menyampaikan rencana pemulihan paling lambat tiga bulan sejak suspensi diberlakukan.
Kahar mengakui penghentian sementara perdagangan saham disebabkan oleh kendala pada kegiatan usaha perseroan.
Perseroan belum berhasil memperoleh proyek tender, baik dari sektor swasta maupun BUMN, sehingga pendapatan yang tercatat masih terbatas dan belum mencerminkan hasil dari kegiatan bisnis utama.
Ia menyatakan kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan usaha. Oleh karena itu, perseroan menyiapkan langkah pemulihan yang diharapkan dapat mengatasi hambatan operasional sekaligus memperbaiki kinerja keuangan ke depan.
Salah satunya adalah penerapan efisiensi operasional serta peninjauan ulang strategi pemasaran agar penawaran perusahaan lebih kompetitif dalam menghadapi tender-tender baru.
“Perseroan telah memperhitungkan bahwa kendala tersebut diharapkan akan dapat diselesaikan dengan memperhatikan langkah-langkah efisiensi operasional, serta peninjauan kembali strategi pemasaran guna memenangkan tender pada periode mendatang melalui penawaran yang lebih kompetitif,” ujar Kahar lewat keterbukaan informasi BEI, Jumat (26/12/2025).
Ilustrasi saham.Untuk menjaga likuiditas dan menutup kebutuhan operasional, perseroan merencanakan pengalihan aset yang tidak memengaruhi kegiatan operasional utama.
Pengalihan aset non operasional tersebut akan dilakukan melalui kesepakatan dengan investor potensial yang bersedia mengambil alih aset dimaksud.
Dana hasil transaksi diharapkan dapat menjadi sumber kas tambahan bagi perusahaan.
“Selanjutnya untuk menutup kebutuhan operasional yang ada perseroan merencanakan untuk melakukan pengalihan aset yang tidak mempengaruhi kegiatan operasional. Dan perseroan sedang melakukan kesepakatan dengan investor potensial yang akan mengambil-alih aset yang tidak mempengaruhi kegiatan operasional yang akan memberikan dana kas untuk menutup kegiatan operasional perseroan,” paparnya.
Pelaksanaan transaksi pengalihan aset direncanakan menggunakan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit.
Perseroan menargetkan transaksi dapat direalisasikan pada kuartal 1-2026 dengan tetap memperhatikan ketentuan Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Dalam dokumen keterbukaan informasi, perseroan juga memaparkan tahapan kegiatan yang direncanakan sebagai bagian dari pemulihan kondisi keuangan.
Selain perolehan modal kerja melalui pengalihan aset, perusahaan aktif melakukan komunikasi dengan para pemangku kepentingan.
Diskusi strategis dilakukan untuk menyelaraskan rencana bisnis, sekaligus memastikan kesiapan perusahaan dalam mengikuti tender proyek pada 2026.
Saat ini, perseroan menunggu umpan balik dan persetujuan yang diperlukan agar strategi yang disusun sejalan dengan ekspektasi mitra strategis.
Dari sisi operasional, Meta Epsi memastikan komitmennya untuk kembali meraih pendapatan dari kegiatan usaha utama. Fokus diarahkan pada partisipasi dalam tender proyek strategis di lingkungan PT PLN (Persero).
Perseroan menargetkan proyek-proyek di bawah PLN sebagai prioritas, dengan langkah berupa pemantauan intensif melalui platform e-procurement PLN, serta persiapan kelengkapan dokumen administratif dan persyaratan teknis sesuai standar kualifikasi PLN tahun 2026.
Lebih jauh, perseroan juga membidik peluang tender di PT Pertamina (Persero). Upaya perluasan pasar ini dilakukan dengan aktif mencari informasi proyek potensial, melakukan pendaftaran, serta memperbarui dokumen kualifikasi vendor pada sistem pengadaan Pertamina.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang kontrak baru dan memperkuat portofolio proyek.
Dari sisi waktu pelaksanaan, perseroan menargetkan perolehan modal kerja pada awal kuartal 1-2026. Komunikasi dengan para pemangku kepentingan telah dilakukan sejak Desember 2025 dan saat ini memasuki tahap akhir menunggu keputusan serta umpan balik.
Partisipasi tender proyek strategis PLN direncanakan berlangsung pada kuartal pertama 2026, sementara pencarian peluang tender di Pertamina ditargetkan pada kuartal kedua 2026.
BEI sendiri menegaskan apabila suspensi saham telah berlangsung lebih dari tiga bulan berturut-turut dan emiten belum menyampaikan keterbukaan informasi mengenai rencana pemulihan kondisi, maka perusahaan wajib menyampaikan keterbukaan informasi tersebut paling lambat 31 Desember 2025.
BEI juga mengingatkan setelah rencana pemulihan disampaikan, emiten wajib mengumumkan perkembangan realisasi rencana tersebut kepada publik secara berkala, paling lambat pada akhir Juni dan akhir Desember setiap tahun, hingga suspensi dicabut atau saham dikeluarkan dari pencatatan (delisting).
BEI juga mengingatkan adanya potensi sanksi sesuai Peraturan Bursa Nomor I-H tentang Sanksi, apabila perusahaan tercatat tidak memenuhi kewajiban keterbukaan informasi sesuai batas waktu yang ditetapkan atau tidak menyampaikan informasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Nomor I-N.
Tag: #strategi #mtps #bertahan #agar #suspensi #saham #dicabut