Harga Pangan Tak Naik karena Program MBG, Ekonom Beri Penjelasan Lengkap
Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Istimewa)
18:45
25 Desember 2025

Harga Pangan Tak Naik karena Program MBG, Ekonom Beri Penjelasan Lengkap

-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah kembali menuai perbincangan. Di tengah kekhawatiran sebagian masyarakat soal potensi kenaikan harga bahan pangan akibat lonjakan permintaan, para ekonom menilai anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

Alih-alih memicu inflasi pangan, MBG justru dinilai berpotensi memperkuat rantai pasok, menekan praktik spekulasi harga, sekaligus membuka ruang ekonomi baru bagi petani, peternak, dan tenaga kerja lokal. Ekonom sekaligus mantan Direktur Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Harryadin Mahardika menyebut, selama ini persoalan harga pangan kerap dipicu panjangnya mata rantai distribusi.

Menurut dia, sebelum MBG berjalan, petani dan peternak hampir selalu bergantung pada tengkulak dan distributor untuk menjual hasil produksi mereka. Kondisi itu membuat harga di tingkat konsumen mudah bergejolak.

“Dengan adanya MBG dan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), petani dan peternak punya alternatif pembeli langsung. Ini memperkecil ruang gerak spekulan dalam memainkan harga,” ujar Harryadin melalui keterangannya.

Dia menilai, pembelian langsung oleh SPPG justru menciptakan kepastian pasar bagi produsen pangan, sehingga fluktuasi harga dapat lebih terkendali dibanding sebelumnya.

MBG Tetap Jalan Saat Libur Sekolah

Di sisi lain, keberlanjutan distribusi makanan bergizi selama masa libur sekolah juga sempat disorot. Namun, langkah tersebut dipandang sebagai bentuk konsistensi pemerintah dalam menjaga pemenuhan gizi anak-anak, tanpa terputus kalender akademik.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Politik dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Sri Yunanto menilai, kritik yang menyebut program MBG saat libur sekolah hanya bertujuan menghabiskan anggaran sebagai pandangan yang terlalu sempit.

“Intervensi gizi adalah kebijakan jangka panjang. Pemenuhan nutrisi tidak bisa berhenti hanya karena sekolah libur, apalagi jika targetnya adalah kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Sri Yunanto, dikutip dari Antara.

Efek Ganda bagi Lapangan Kerja

Selain aspek gizi dan stabilitas harga, MBG juga dinilai membawa efek ekonomi langsung di tingkat akar rumput. Operasional ribuan dapur SPPG menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat.

“SPPG bukan hanya soal makanan bergizi, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Banyak pekerja dan relawan yang menggantungkan hidup dari sini,” kata Harryadin.

Data per 24 Desember mencatat, sebanyak 17.555 SPPG telah beroperasi di 38 provinsi, melayani lebih dari 50 juta penerima manfaat. Program ini juga melibatkan hampir 742 ribu tenaga kerja secara langsung.

Cerita dari Dapur MBG

Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Maria Sudilaksana Mega, 42, relawan di SPPG Khusus Tangerang Selatan. Sebagai ibu tunggal yang tengah mengandung enam bulan, Mega mengaku program MBG menjadi penopang penting bagi keluarganya di masa sulit.

Bertugas sebagai juru racik bumbu dan bahan makanan, Mega bersama 46 relawan lainnya menyiapkan sekitar 3.300 porsi makanan setiap hari. Pekerjaan ini memberinya penghasilan untuk membiayai kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anaknya.

“MBG ini bukan cuma program pemerintah buat saya. Ini benar-benar jadi penyelamat hidup di saat saya bingung harus kerja di mana,” ujar Mega.

Kisah Mega menjadi gambaran bahwa MBG tidak hanya berbicara soal angka anggaran atau distribusi pangan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan dan keberlangsungan hidup banyak keluarga.

Dengan berbagai dampak tersebut, sejumlah pengamat menilai program MBG masih perlu dikawal dan dievaluasi, namun narasi soal ancaman kenaikan harga pangan dinilai perlu dilihat secara lebih utuh dan berbasis data.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah

Tag:  #harga #pangan #naik #karena #program #ekonom #beri #penjelasan #lengkap

KOMENTAR