Anak Buah Purbaya Ungkap 4 Tantangan Bonus Demografi ke Depan
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Desember di Jakarta, Kamis (18/12/2025). (KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
12:28
25 Desember 2025

Anak Buah Purbaya Ungkap 4 Tantangan Bonus Demografi ke Depan

- Seiring meningkatnya kualitas dan dinamika penduduk, Indonesia dinilai menghadapi tantangan demografi baru yang belum pernah dialami sebelumnya.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, setidaknya terdapat empat tantangan utama kependudukan yang akan dihadapi Indonesia dalam beberapa dekade ke depan.

Tantangan pertama adalah meningkatnya pendapatan per kapita yang diiringi dengan membesarnya kelas menengah. Menurut Suahasil, kondisi tersebut akan mendorong kenaikan aspirasi masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan politik.

“Kita tahu bahwa meningkatnya kelas menengah selalu berjalan sejajar dengan meningkatnya aspirasi. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk generasi berikutnya. Ini sesuatu yang harus kita kelola dengan serius,” ujar Suahasil dalam forum United Nations Population Fund (UNFPA) High-Level Dialogue di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Suahasil menjelaskan, bahwa tantangan kedua berkaitan dengan laju urbanisasi yang semakin tinggi. Suahasil memperkirakan sekitar 70 persen penduduk Indonesia akan tinggal di wilayah perkotaan dalam 20 hingga 25 tahun mendatang.

Perbedaan karakteristik, kebutuhan, dan aspirasi antara masyarakat kota dan desa dinilai akan semakin tajam jika tidak diantisipasi dengan perencanaan pembangunan yang inklusif.

Selanjutnya, Indonesia juga akan menghadapi fenomena aging population atau penuaan penduduk. Meningkatnya usia harapan hidup akan mengubah struktur demografi nasional, dengan dominasi penduduk lanjut usia.

Dalam hal ini, Suahasil menekankan pentingnya memanfaatkan peluang second demographic dividend agar usia lanjut tetap produktif dan berkontribusi pada perekonomian.

Tantangan keempat adalah rendahnya partisipasi perempuan dalam perekonomian. Menurut Suahasil, peran perempuan tidak boleh dilihat semata dari sisi pasar tenaga kerja, melainkan dari kontribusinya terhadap ekonomi secara keseluruhan.

“Kalau hanya dilihat dari labor market, orang bisa bilang tidak ada nilainya. Padahal dalam ekonomi, kontribusi perempuan itu luar biasa dan menjadi salah satu pilar penting dari pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Suahasil menilai, keberhasilan Indonesia mengelola tantangan-tantangan tersebut akan sangat menentukan kualitas pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Adapun sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka pada April 2025 tiba-tiba berbicara mengenai bonus demografi yang sedang terjadi di Indonesia.

Gibran berpandangan, Indonesia saat ini berada dalam momen yang sangat menentukan di tengah tantangan global, baik itu perang dagang, geopolitik, hingga perubahan iklim.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara besar tetap harus tumbuh, lincah, dan adaptif.

Gibran mengatakan, lebih dari separuh atau sebanyak 208 juta penduduk Indonesia pada kurun 2030-2045 akan berada pada usia produktif.

Menurutnya, ini merupakan peluang besar dan kesempatan emas untuk mengelola bonus demografi.

"Sebuah kondisi yang terjadi hanya satu kali dalam sejarah peradaban sebuah bangsa. Kesempatan ini tidak akan terulang, di mana sekitar 208 juta penduduk kita akan berada di usia produktif," kata Gibran.

Putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu mendorong generasi muda untuk menyiapkan diri, memiliki mimpi besar, dan keberanian membuat terobosan.

Ia juga mengingatkan generasi muda untuk beradaptasi dan menjadi tonggak kemajuan.

Tag:  #anak #buah #purbaya #ungkap #tantangan #bonus #demografi #depan

KOMENTAR