Serah Terima Hunian Dipercepat, Upaya Developer Jaga Kepercayaan Konsumen di Tengah Isu Properti
Ilustrasi proses serah terima hunian yang molor akan sangat mempengaruhi reputasi pengembang. (Istimewa)
15:18
24 Desember 2025

Serah Terima Hunian Dipercepat, Upaya Developer Jaga Kepercayaan Konsumen di Tengah Isu Properti

-Di tengah meningkatnya kebutuhan hunian, persoalan ketepatan waktu serah terima rumah masih menjadi salah satu keluhan paling sering muncul di sektor properti nasional. Tak sedikit konsumen harus menunggu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, akibat molornya penyelesaian proyek hunian.

Kondisi ini membuat isu serah terima bukan sekadar urusan teknis konstruksi, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, perencanaan keuangan, hingga stabilitas sosial pembeli rumah.

Dalam konteks pasar properti yang relatif stabil namun semakin selektif, rekam jejak pengembang dalam memenuhi jadwal pembangunan menjadi faktor krusial yang diperhatikan masyarakat. Ketepatan serah terima kini dipandang sebagai indikator disiplin dan kredibilitas pengembang, terutama di tengah maraknya proyek hunian yang tertunda pasca pandemi dan tekanan biaya konstruksi.

Isu inilah yang mengemuka ketika pengembang kawasan hunian Podomoro Golf View (PGV) mempercepat serah terima rumah tahap kedua di Cluster Khaya, Cimanggis, Jawa Barat. Itu lebih cepat sekitar tujuh bulan dari jadwal awal.

Sebanyak 15 unit rumah tipe Ivory resmi diserahkan kepada konsumen pada Desember 2025. Padahal jadwal serah terima semula direncanakan berlangsung pada Juli 2026. Percepatan ini melanjutkan serah terima tahap sebelumnya yang mencakup sekitar 26 unit.

Marketing Manager Podomoro Golf View Ellya mengatakan, ketepatan waktu penyelesaian hunian menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kepercayaan konsumen. Terutama di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih membayangi sektor properti.

Menurut dia, kepastian serah terima bukan hanya soal teknis pembangunan, tetapi juga menyangkut perencanaan hidup dan keuangan konsumen.

“Bagi pembeli rumah, kepastian waktu sangat krusial. Itu berpengaruh pada keputusan finansial, kepindahan tempat tinggal, hingga rencana jangka panjang keluarga,” ujar Ellya melalui keterangannya.

Secara keseluruhan, Cluster Khaya direncanakan menghadirkan 303 unit hunian dengan berbagai tipe. Hingga akhir 2025, progres pembangunan cluster ini disebut telah mencapai sekitar 50 persen. Pengembang menyatakan percepatan serah terima dilakukan seiring strategi percepatan pembangunan kawasan secara bertahap.

Dari sisi pengelolaan kawasan, Chief Operating Officer Inner City Management selaku pengelola Podomoro Golf View Krisdiarto Adi Pranoto menilai kesiapan operasional kawasan menjadi faktor penting agar hunian dapat langsung ditempati tanpa kendala berarti.

“Serah terima tidak hanya soal bangunan selesai, tetapi juga kesiapan lingkungan dan layanan kawasan agar penghuni dapat beraktivitas dengan nyaman sejak awal,” kata Krisdiarto.

Percepatan serah terima ini berlangsung di tengah kondisi pasar properti residensial yang relatif terjaga. Berdasar Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia Triwulan III 2025, harga properti residensial di pasar primer masih tumbuh 0,84 persen secara tahunan. 

Pertumbuhan tersebut mencerminkan permintaan yang belum sepenuhnya surut, terutama dengan dukungan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Saat ini, konsumen memang cenderung lebih berhati-hati dan menaruh perhatian besar pada rekam jejak pengembang, termasuk kepastian penyelesaian proyek. Keterlambatan serah terima yang sempat terjadi di berbagai proyek properti dalam beberapa tahun terakhir membuat isu ini semakin sensitif.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah

Tag:  #serah #terima #hunian #dipercepat #upaya #developer #jaga #kepercayaan #konsumen #tengah #properti

KOMENTAR