Gas Bumi Masih Dibutuhkan, PHE Baca Arah Ketahanan Energi
Gas bumi dinilai masih memegang peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah proses transisi menuju bauran energi yang lebih berkelanjutan. Peran tersebut tercermin dari strategi Pertamina Hulu Energi (PHE) dalam melihat kebutuhan energi domestik yang terus tumbuh, terutama dari sisi volume gas.
Pandangan itu disampaikan Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PHE Edi Karyanto dalam Seminar Nasional Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) bertajuk "Menakar Arah Industri Gas Bumi Nasional: Refleksi Tata Kelola dan Prospek Ketahanan Energi ke Depan sesuai Kebijakan Energi Nasional" yang digelar di Jakarta.
Menurut Edi, meskipun porsi gas bumi dalam bauran energi nasional ke depan berpotensi berubah, kebutuhannya secara volume masih meningkat seiring pertumbuhan aktivitas ekonomi dan industri nasional. Kondisi ini membuat pengembangan gas bumi tetap relevan untuk dilakukan.
“Kalau kita melihat kebutuhan energi ke depan, khususnya gas, volumenya masih bertumbuh. Walaupun porsinya nanti berubah, tetapi secara volume gas masih dibutuhkan, sehingga layak untuk kita mengembangkan dan menginvestasikan dana untuk memproduksi gas,” ujar Edi, melalui keterangan pers, Rabu (24/12/2025).
Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE mengelola sekitar 27 persen wilayah kerja minyak dan gas bumi nasional. Peran tersebut menempatkan PHE sebagai salah satu kontributor utama produksi migas domestik, baik minyak maupun gas bumi.
Dalam menjalankan mandat tersebut, PHE mengembangkan sejumlah strategi, mulai dari kegiatan eksplorasi, pengembangan lapangan, hingga optimalisasi teknologi produksi. Seluruh langkah itu dilakukan sejalan dengan kebijakan Pemerintah serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Edi menekankan, pengembangan gas bumi tidak dapat dilepaskan dari sinkronisasi antara perencanaan suplai, kepastian permintaan, serta kesiapan infrastruktur. Ketiga aspek tersebut dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan investasi dan keandalan pasokan energi nasional.
Forum INDEF tersebut menjadi ruang diskusi bagi para pemangku kepentingan untuk membahas tata kelola dan prospek industri gas bumi nasional dalam konteks ketahanan energi. Dalam diskusi itu, sektor hulu migas dipandang masih memiliki peran strategis dalam menopang kebijakan energi nasional.
Ke depan, PHE menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya agar pengembangan gas bumi tetap selaras dengan Kebijakan Energi Nasional dan agenda transisi energi Indonesia.
Selain aspek produksi, PHE juga menyampaikan komitmen terhadap penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam operasi dan bisnis hulu migas. Perusahaan menegaskan kebijakan Zero Tolerance on Bribery melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016 untuk memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai ketentuan.
Tag: #bumi #masih #dibutuhkan #baca #arah #ketahanan #energi